Penggubah Lagu Indonesia Raya

[ Wage Rudolf Soepratman ]
 
0
81
Wage Rudolf Soepratman
Wage Rudolf Soepratman | Tokoh.ID

[PAHLAWAN] Tingginya jiwa kebangsaan dari Wage Rudolf Supratman menuntun dirinya membuahkan karya bernilai tinggi yang di kemudian hari menjadi pembangkit semangat perjuangan pergerakan nasional. Semangat kebangsaan, rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka dalam jiwanya dituangkan dalam lagu gubahannya Indonesia Raya. Lagu yang kemudian menjadi lagu kebangsaan negeri ini.

Penolakan jiwanya terhadap penjajahan, pernah juga dituliskannya dalam bukunya yang berjudul Perawan Desa. Namun sayang, Pahlawan nasional yang lahir 9 Maret 1903 ini sudah meninggal pada 17 Agustus 1938, sebelum mendengar lagu gubahannya dikumandangkan pada hari kemerdekaan negeri yang dicintainya.

Supratman yang lahir di Jatinegara, Jakarta ini menamatkan sekolah dasarnya di Jakarta, kemudian melanjutkan ke Normaal School Ujungpandang. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia masih tetap tinggal di Ujungpandang dan sempat bekerja sebagai guru Sekolah Dasar kemudian ke sebuah perusahaan dagang. Kebolehannya bermain musik biola serta menggubah lagu diperolehnya dari kakaknya semasa menjalani pendidikan dan bekerja di Ujungpandang. Dari Ujungpandang, ia pindah ke Bandung menekuni profesi sebagai wartawan. Profesi itu terus ditekuninya hingga ia akhirnya mudik ke kota kelahirannya, Jakarta.

Ia sebenarnya merupakan putra dari seorang Tentara Hindia Belanda (KNIL), tapi ia tidak serta merta menjadi antek Belanda yang tidak mempunyai jiwa kebangsaan Indonesia. Malah sebaliknya, jiwa kebangsaannya sangat tinggi. Jiwa kebangsaan itu semakin mengental pada dirinya terutama setelah banyak bertemu dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional saat ia menekuni profesi kewartawanan. Rasa tidak senangnya terhadap penjajahan Belanda pernah dituangkannya dalam bukunya yang berjudul Perawan Desa. Buku yang mengandung nilai-nilai nasionalisme dan menyinggung pemerintahan Belanda itu akhirnya disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda.

Kilas balik dari lahirnya lagu Indonesia Raya sendiri berawal saat Soepratman membaca sebuah karangan dalam Majalah Timbul. Penulis karangan tersebut menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Supratman yang sudah semakin kental jiwa kebangsaannya merasa tertantang. Sejak itu, ia mulai menggubah lagu dan pada tahun 1924 lahirlah lagu Indonesia Raya.

Ketika Kongres Pemuda, yakni kongres yang melahirkan Sumpah Pemuda dilangsungkan di Jakarta bulan Oktober tahun 1928, secara instrumentalia Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya itu pada malam penutupan acara 28 Oktober 1928 tersebut. Di situlah saat pertama lagu tersebut dikumandangkan di depan umum. Lagu yang sangat menggugah jiwa patriotisme itu dengan cepat terkenal di kalangan pergerakan nasional. Sejak itu, apabila partai-partai politik mengadakan kongres, lagu Indonesia Raya, lagu yang menjadi semacam perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka itu selalu dinyanyikan.

Ketika Indonesia sudah memperoleh kemerdekaan, para pejuang-pejuang kemerdekaan menjadikan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan. Dan, Wage Rudolf Supratman yang meninggal dan dimakamkan di Surabaya pada 17 Agustus 1938, dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional atas segala jasa-jasanya untuk nusa dan bangsa tercinta. e-ti | juka-atur

Data Singkat
Wage Rudolf Soepratman, Komponis, Wartawan, Guru / Penggubah Lagu Indonesia Raya | Pahlawan | pahlawan nasional, Wartawan, Pahlawan, Guru, Komponis

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here