Farah Quinn
Farah Quinn | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Ia mencuri perhatian publik saat muncul di layar kaca sebagai chef perempuan yang tampil seksi dan modis. Meski sempat dipandang sebelah mata karena dianggap hanya menjual sisi lahiriah, popularitasnya terus meningkat. Ibu-ibu yang awalnya tidak menyukainya menjadi berbalik menjadi pengagumnya.

Setiap pagi di akhir pekan kebanyakan stasiun televisi menayangkan acara kuliner, masak-memasak. Salah satu acara demo masak yang banyak digemari adalah Ala Chef. Acara yang tayang di Trans TV mulai pukul sepuluh setiap hari sabtu dan minggu itu dibawakan oleh seorang chef wanita bernama Farah Quinn.

Wanita berdarah Palembang yang lahir di Bandung, 8 April 1980 ini sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali muncul di layar kaca. Pasalnya, penampilannya tak seperti chef perempuan tipikal yakni ibu-ibu bertubuh gemuk dengan gaya berpakaian yang kurang menarik. Sedangkan Farah membawa warna baru dalam dunia kuliner Indonesia. Setiap membawakan demo masak, ia tampil sebagai chef yang fashionable, modis, dan enak dilihat.

Yang menarik, acara demo masak yang dipandunya bersetting outdoor bahkan hingga menjelajah ke desa-desa terpencil. Hal itu mengharuskan Farah untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Stasiun televisi yang memilihnya memang cukup jeli mendaulat Farah menjadi host Ala Chef, karena selain cantik dan modis, ia juga memiliki kepribadian yang hangat dan ramah. Gaya berbicaranya pun luwes dipadu dengan aksennya yang kebarat-baratan semakin menambah daya tarik bagi para pemirsanya untuk menyaksikan aksi wanita berkulit cokelat itu.

Sebelum berkiprah di tanah air, wanita bernama lengkap Farah Fauzan Quinn ini memang sempat bermukim di luar negeri. Tepatnya setelah ia menyelesaikan pendidikan menengahnya. Orangtuanya, terutama sang ayah amat menginginkan putrinya bisa mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri hingga kelak dapat menjadi seorang eksekutif muda yang sukses.

Keinginan orang tuanya itu sebenarnya bertentangan dengan hati nurani Farah. Karena ia mengaku sejak kecil sudah jatuh cinta pada dunia kuliner dan bercita-cita menjadi seorang koki yang hebat. Namun, karena tak ingin mengecewakan sang ayah, Farah yang sejak kecil senang membantu ibunya memasak di dapur ini, kemudian mengambil jurusan Keuangan di Indiana University of Pensylvania.

Meski kuliah karena ‘terpaksa’, Farah dapat merampungkan pendidikannya hingga meraih gelar sarjana. Tapi keinginan ayahnya tak berhenti hingga gelar itu saja dan menganjurkan Farah untuk meneruskan studinya hingga ke jenjang S2. Kali ini Farah berani menyuarakan apa yang sebenarnya menjadi cita-citanya. Farah memang mengaku tidak berminat untuk menjadi pekerja kantoran. Demi mengejar impiannya menjadi seorang ahli masak yang handal, ia terpaksa menolak permintaan sang ayah.

Karir sebagai chef pun mulai dirintisnya dengan bekerja di Lydia’s Pittsburgh, sebuah restoran Italia terkenal di Pittsburgh, Pennsylvania. Karena merasa ilmu memasak yang dipelajarinya secara otodidak masih belum memadai, Farah pun kemudian mengambil kelas pastry di Pittsburgh Culinary Institute.

Usai menamatkan kuliahnya, ia hijrah dari Pittburgh ke Phoenix, Arizona dan bekerja di Arizona Biltmore Resort. Suatu ketika Farah berkesempatan untuk mengikuti World Pastry Championship. Lewat ajang tersebut, ia mendapat kesempatan emas untuk menimba ilmu kuliner pada chef Ewald Notter and Colette Peters.

Karir sebagai chef mulai dirintisnya dengan bekerja di Lydia’s Pittsburgh, sebuah restoran Italia terkenal di Pittsburgh, Pennsylvania. Karena merasa ilmu memasak yang dipelajarinya secara otodidak masih belum memadai, Farah pun kemudian mengambil kelas pastry di Pittsburgh Culinary Institute.

Tahun 2005 meninggalkan pengalaman berkesan bagi Farah, karena di tahun itu ia dilibatkan pada acara G8 di Sea Island Georgia, sebuah acara pertemuan tokoh-tokoh dunia berpengaruh. Di bawah bimbingan seorang chef bernama James Mullaney, Farah mendapat tugas untuk membuat hidangan pencuci mulut yang istimewa. Sajian special itu dihidangkan untuk para delegasi dunia salah satunya Ibu Negara Amerikat Serikat waktu itu, Laura Bush.

Masih di tahun yang sama, Farah melepas masa lajangnya dengan menerima pinangan Carson Quinn, pria yang dikenalnya di tahun 2003. Tak lama setelah menikah, pasangan beda etnis itu mendapat keturunan, seorang bayi laki-laki yang kemudian diberi nama Armand. Farah memang menyukai anak-anak, makanya begitu menikah ia tak mau menunda waktu lebih lama lagi untuk segera memiliki momongan.

Farah beruntung mendapatkan pasangan hidup yang memiliki kesamaan dalam bidang pekerjaan. Farah memiliki keterampilan memasak, sedangkan sang suami seorang pengusaha kuliner. Kesamaan bidang itulah yang kemudian melatarbelakangi berdirinya sebuah restoran mewah bernama Camus. Namun baru dua tahun berjalan, restoran yang terdapat di hotel bintang empat itu dijual karena penawaran yang diberikan bernilai tinggi. Selain itu, Farah yang baru saja melahirkan berencana untuk rehat sejenak dari dunia kerja dan kembali ke tanah air.

Suatu hari ia menunjukkan portofolionya kepada presenter kondang, Helmi Yahya. Helmy yang tertarik kemudian mengajak Farah untuk tampil sebagai bintang tamu dalam sebuah acara. Tak lama setelah penampilan perdananya itu, Farah dihubungi oleh sebuah stasiun televisi yang menawarinya untuk menjadi presenter acara masak-memasak.

Tawaran tersebut tentu saja tak disia-siakan Farah. Sejak saat itu, ia resmi menjadi pembawa acara ‘Ala Chef’. Kesempatan pulang kampung ini langsung diambil oleh Farah. Sebagai bentuk dukungan pada istri tercinta, Carson pun bersedia untuk pindah ke Indonesia.

Meski awalnya sempat dicap sebagai chef gadungan dan disangka sebagai model cantik yang berpura-pura pintar memasak, Farah tak terlalu mempersoalkan tudingan tersebut. Ia hanya memaklumi karena di awal kemunculannya, banyak orang yang belum mengenal sosoknya.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman baru di dalam negeri, Farah mulai mencuri perhatian publik. Namun bukan lagi karena tampilan fisiknya semata melainkan skillnya sebagai seorang chef profesional dengan bekal akademis. Ibu-ibu yang awalnya tidak menyukainya menjadi berbalik menjadi pengagumnya.

Beragam kreasi masakan telah terlahir dari tangannya. Ia pun terbilang pandai memadu padankan masakan lokal Indonesia dengan masakan dari negara lain. Agar tak ditinggalkan para penggemarnya, Farah memang selalu menampilkan inovasi-inovasi baru dalam masakannya. Baginya tidak ada pola baku dalam mengolah suatu bahan dasar makanan, semua dapat dikreasikan sesuai selera.

Bisa dibilang dengan popularitasnya yang kian meroket seperti saat ini, Farah Quinn bukan lagi dikenal sebagai seorang chef tapi juga selebriti. Tak hanya sekadar mengasuh sebuah acara, Farah juga mulai melebarkan sayapnya dengan membintangi sejumlah iklan. Iklan yang dibintanginya tak jauh-jauh dari dunia dapur, mulai dari cairan pencuci piring, bumbu dapur, hingga peralatan masak.

Meski menampik hanya bermodalkan pesona lahiriahnya saja, Farah memang tergolong wanita yang amat menjaga penampilan fisiknya agar tetap sedap dipandang mata. Untuk menjaga bobot tubuhnya agar tetap ideal, ia menghindari menyantap makanan yang mengandung karbohidrat ‘kosong’ seperti nasi putih dan roti tawar. Sebagai gantinya, Farah rajin mengkonsumsi nasi merah dan roti gandum yang mengandung lebih banyak serat. Selain tidak membuat tubuh cepat gemuk, makanan-makanan itu juga baik untuk kesehatan. e-ti | muli, red

Data Singkat
Farah Quinn, Chef Profesional / Chef Seksi nan Modis | Selebriti | makanan, seksi, Chef, Host, Restoran, kuliner, demo masak, modis

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here