Pemulung Laut yang Cantik

[ Nadine Chandrawinata ]
 
0
98
Nadine Chandrawinata
Nadine Chandrawinata | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Putri Indonesia 2005 ini sempat menjadi pergunjingan karena ketahuan tidak fasih berbahasa Inggris saat mengikuti ajang Miss Universe 2006. Belakangan, ia aktif mengampanyekan perlindungan terhadap biota laut dan terumbu karang. Berkat totalitasnya, ia ditunjuk sebagai Duta Lingkungan Hidup oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Kelautan.

Nadine Chandrawinata, Putri Indonesia 2005 wakil dari propinsi DKI Jakarta ini menggantikan Artika Sari Devi. Awalnya ia tidak ?diunggulkan dalam ajang tersebut, namun justru Nadinelah yang dinobatkan sebagai Putri Indonesia. Selanjutnya, ia berkesempatan mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2006 yang berlangsung di Shrine Auditorium, Los Angeles, Amerika Serikat. Saat mengikuti kontes kecantikan tingkat dunia itu, perempuan kelahiran Hannover, Jerman, 8 Mei 1984 ini memukau dewan juri saat tampil dalam babak kostum nasional. Saat itu ia mengenakan gaun tradisional ala Ratu Kencono Wungu atau Tribhuwana Wijayatungga.

Sayang, pesona putri pasangan Andi dan Elfried Chandrawinata itu tak diimbangi dengan kemampuannya berbahasa Inggris. Saat wawancara dengan juri, Nadine menjawab pertanyaan-pertanyaan juri dengan terbata-bata dan sering kali melenceng dari konteks. Yang paling fatal adalah kesalahannya dalam pengucapan Indonesia sebagai Kota yang indah (Indonesian Is Beautiful City) dalam sebuah sesi wawancara dalam bahasa Inggris.

Pada sesi tanya-jawab selanjutnya, tampaknya Nadine menyadari kemampuannya dalam berbahasa Inggris yang minim sehingga menjawab pertanyaan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan menggunakan jasa penerjemah. Belakangan Nadine mengaku, ia memang tidak fasih berbahasa Inggris tapi fasih berbahasa Jerman. Pada akhirnya, Nadine kandas di tengah jalan dalam kontes tersebut.

Kegagalan Nadine itu sontak menjadi perhatian dan gunjingan publik di Indonesia. Menurut pihak dari Yayasan Putri Indonesia, setiap peserta yang akan mengikuti ajang Miss Universe selalu diberi pembekalan termasuk pengusaan bahasa Inggris. Namun terlepas dari masalah ‘salah ucap’, setidaknya anak sulung dari tiga bersaudara ini tidak pulang ke Tanah Air dengan tangan kosong. Ia berhasil dinobatkan sebagai runner up Budaya Nasional Terbaik dan Putri Persahabatan.

Masalah tak berhenti sampai di situ. Nadine sempat dituduh melanggar hukum. Pada 19 Juli 2006, ia dilaporkan oleh Mujahidah (anggota FPI) ke Polda Metro Jaya atas keikutsertaannya di ajang Miss Universe 2006. Ia dituduh melanggar pasal 281 KUHP tentang kesusilaan. Kuasa hukum Mujahidah FPI, Sugito SH, tak hanya melaporkan Nadine saja tetapi juga orang-orang yang terlibat dalam acara itu.

Sugito juga menyatakan, pemberangkatan Nadine ke ajang Miss Universe telah melanggar surat keputusan Mendikbud RI nomor 02/U/1984 tentang pengadaan kontes pemilihan ratu dan sejenisnya. “Dalam surat itu jelas disebutkan, bahwa acara pemilihan ratu bertentangan dengan nilai agama dan sosial. Dan surat ini masih berlaku,” jelas Sugito. Saat itu, Sugito juga menganggap pengiriman Nadine telah melanggar pasal 281 tentang pelanggaran kesusilaan dan 169 KUHP tentang perkumpulan untuk maksud jahat. Orang-orang yang dilaporkan itu adalah Mooryati Soedibyo, Wardiman Djojonegoro, Mega Angkasa, Kusuma Dewi, dan Putri Indonesia 2004 Artika Sari Devi.

Setelah tugasnya sebagai Putri Indonesia berakhir, Nadine mulai terjun ke dunia hiburan. Ia memulai karir keartisannya di tahun 2006 dengan membintangi film Realita, Cinta, dan Rock’N Roll bersama dua aktor muda Vino G Bastian dan Herjunot Ali. Dalam film tersebut, ia berperan sebagai seorang gadis urakan bernama Sarah. Untuk semakin menguatkan image itu, Nadine pun tak menolak saat diminta beradegan merokok. Meski belakangan berbuah protes tapi Nadine hanya menanggapinya dengan bijak, ‘Yang ?merokok dalam film itu bukan Nadine, tapi Sarah, karakter ?yang Nadine bawakan dalam film itu,” jelas cewek yang mengaku tomboy ini.

Selang tiga tahun kemudian, kakak kandung dari pesinetron kembar Marcel dan Mischa Chandrawinata ini kembali berakting dalam film horor garapan Rizal Mantovani berjudul Mati Suri serta Generasi Biru, sebuah film besutan Garin Nugroho. Selain akting, alumni London School jurusan Advertising ini juga merambah dunia presenter dengan memandu acara musik Mantap yang tayang di Antv.

Belakangan, alumni London School ini asyik dengan kegiatannya sebagai seorang penyelam dan ikut menyukseskan perlindungan terhadap terumbu karang di Indonesia. Nadine mengaku kecintaannya pada laut telah dipupuknya sejak kecil. Setelah beranjak dewasa, perempuan yang awalnya bercita-cita menjadi dokter anak ini mendedikasikan sebagian waktunya demi pelestarian laut. Ia bahkan rela disebut sebagai pemulung laut karena aksinya membersihkan sampah-sampah yang berserakan di dasar laut dalam beberapa kesempatan. Berkat totalitasnya, ia ditunjuk sebagai Duta Lingkungan Hidup oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Kelautan.

Pada perayaan Hut RI yang ke-64, tepatnya 17 Agustus 2009, Nadine dan kedua adiknya, Marcell dan Mischa, memperingati kemerdekaan dengan cara yang unik yakni dengan mengibarkan bendera Merah Putih di dalam aquarium raksasa Sea World Ancol Jakarta Utara yang berisi 30 ekor ikan hiu polos yang lebih ganas daripada ikan hiu bersirip hitam. Tak ada gurat ketakutan atau tegang di wajah wanita berdarah indo itu saat harus berenang bersama ikan yang terkenal dengan keganasannya tersebut.

Atas keberanian tersebut, nama mereka bahkan tercatat dalam Musium Rekor Indonesia (MURI). MURI memberikan tiga kriteria keberanian yang dilakukan tiga bersaudara tersebut yakni, mampu mengibarkan Bendera Merah Putih dalam air. Kedua, terdapat 30 ekor ikan hiu polos yang tidak diberi makan sampai pukul 14.00. Ketiga, ikan hiu polos tercatat lebih ganas daripada ikan hiu sirip hitam. Nadine mengaku, saat beraksi, ia berkonsentrasi penuh dan hati-hati. “Kita sangat hati-hati dan tidak banyak gerak, mengingat ikan-ikan tersebut ganas dan tidak diberi makan. Kita semangat karena banyak yang nonton,” jelas Nadine usai melakukan aksinya.

Selain hobi menyelam dan mengampanyekan perlindungan terhadap biota laut dan terumbu karang, ia juga memiliki hobi berpetualang. Pengalamannya bertualang di beberapa negara kemudian ia tuangkan dalam buku berjudul Eyewitness Travel: Top 10. Buku tersebut diluncurkan pada April 2010 di Buddha Bar, Menteng, Jakarta Pusat.

Beragam hal yang telah dilakukan Nadine khususnya di dunia hiburan rupanya belum cukup memberikannya kepuasan. Ia kemudian memutuskan terjun ke dunia bisnis dengan membuka sebuah salon kecantikan yang terletak di daerah Terogong, Jakarta Selatan.

Pada acara pembukaan salon barunya tersebut, Nadine terlihat begitu antusias memotong tumpeng dan pita. Menurut dia, bisnis barunya ini tercetus lantaran dirinya kerap berpergian keluar kota untuk melakukan diving atau menyelam sehingga membuatnya perlu perawatan tubuh.

“Aku sendiri sama sekali tidak pernah terpikir untuk membuka salon ya. Benar-benar tidak terlintas dalam pikiranku. Aku mulai kepikir pas lagi diving, rambutku mulai rontok, jadi aku pikir aku harus merawat tubuhku. Jadi ya sudah, akhirnya buka salon,” papar wanita yang mengaku mengidap gangguan tidur itu.

Nadine sendiri berharap, usaha salonnya tersebut bisa menjadi investasi bagi dirinya di masa depan yang membawa keuntungan baginya. “Ya aku rasa ini akan menjadi investasi ke depan. Aku hanya ingin bikin usaha yang bisa berkembang dan seimbang. Moga aja ini berjalan dengan baik,” harapnya. eti | muli, red

Data Singkat
Nadine Chandrawinata, Putri Indonesia 2005, aktivis lingkungan / Pemulung Laut yang Cantik | Selebriti | putri indonesia, aktivis, model, penyelam

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here