Pencipta Lagu Hits

[ Yovie Widianto ]
 
0
157
Yovie Widianto
Yovie Widianto | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Awalnya, orang lebih mengenal pria kalem ini sebagai pemain keyboard Kahitna. Belakangan, ia eksis sebagai pencipta lagu-lagu hits dan banyak mengorbitkan penyanyi-penyanyi berbakat seperti Rio Febrian, Audy, Rida Sita Dewi, Rita Effendi, Yana Yulio, dan Pinkan Mambo. Namanya pun semakin berkibar setelah ‘mendua hati’ dengan membentuk Novie & Nuno pada 2001.

Lagu-lagu pop manis menjadi ciri khas musisi kelahiran Bandung, 21 Januari 1968 ini. Perkenalannya dengan dunia musik pertama kali dimulai saat ia berusia 6 tahun. Waktu itu, Yovie kecil sempat ikut kursus di salah satu sekolah musik di kota kelahirannya. Dalam silsilah keluarga besarnya, sebenarnya bukan hanya Yovie yang kental bakat bermusiknya, melainkan juga sang sepupu, almarhum Elfa Secioria. Pendiri Elfa Music Studio itulah yang kemudian banyak memperkenalkan Yovie dengan permainan musisi beken, mulai dari Oscar Peterson, Chick Chorea, hingga Quincy Jones.

Di usia 12 tahun, Yovie bahkan sudah bisa mencari uang sendiri dari bakat bermusiknya. Ketika itu ia laris menjadi pianis jazz dalam sebuah band yang kerap tampil di Hotel Savoy Homann dan beberapa klub musik di sekitar kota Bandung. Ruth Sahanaya dan Trie Utami pernah menjadi teman main band-nya saat itu. Menginjak usia 18 tahun, Yovie sudah dapat membuat beberapa jingle iklan dan theme-song untuk program-program televisi.

Yovie mulai bersentuhan dengan musik pop di tahun 1986 setelah mendengarkan album David Foster yang musik-musiknya memiliki melodi sederhana tapi rumit pada chordnya. Menurut Yovie, berkat David Foster, ia menjadi tahu bahwa musik pop bisa dibuat berbobot. Sejak saat itu, ia mulai melirik industri musik pop Indonesia dengan patokan karya-karya pop berkualitas milik David Foster dan Quincy Jones. Yovie kemudian memulai kiprahnya di tingkat nasional dengan mengikuti Festival Band Tingkat Nasional di Balai Sidang Jakarta (sekarang Jakarta Convention Center/JCC).

Di tahun yang sama, tepatnya pada 24 Juni 1986, Yovie Widianto membentuk grup musik bernama Kahitna. Usahanya dalam membesarkan Kahitna awalnya tidak berjalan mulus sebab lagu-lagu ciptaannya ketika itu kerap ditolak oleh sejumlah label rekaman. Namun, penolakan itu tak mengendurkan semangatnya untuk terus berkarya dan semakin terdorong untuk membuat musik yang bisa diterima masyarakat luas.

Titik balik perkembangan karir Yovie dengan Kahitna baru terjadi sekitar tahun 1994, atau delapan tahun setelah band yang terdiri dari Yovie, Hedy Yunus, Carlo Saba, dan Andri itu terbentuk. Lagu Cerita Cinta, yang diciptakan Andri banyak disukai terutama oleh kalangan ABG Bandung. Lagu yang diciptakan berawal dari keisengan saat bermain gitar itu pun sukses menjadi hits pertama Kahitna. Sejak saat itu, kesuksesan Yovie dimulai. Bersama Kahitna, ia telah merilis 9 album yaitu Lebih Dari Sekadar Cantik (2010), Soulmate (2006), Cinta Sudah Lewat (2003)?, The Best of Kahitna (2002)?, Permaisuriku (2000)?, Sampai Nanti (1999)?, Kahitna II (1997)?, Cantik (1996), dan Cerita Cinta (1995)?.

Kahitna yang pada awalnya banyak mengusung musik jazz dan akrab dengan lagu-lagu standar jazz ini pun menjadi idola baru remaja di masa itu. Bagi Yovie, Kahitna tak sekadar sarananya untuk mengais rezeki melainkan adalah rumahnya. Oleh karena itu, untuk semakin memperkokoh fondasinya, ia tak segan mengerahkan segala daya bermusiknya. Disinilah, peran sentralnya amat terasa. Tak hanya mencipta lagu, ia juga menjadi pianis, keyboardist, dan sekaligus music director untuk album-album Kahitna. Kahitna juga pernah meraih prestasi Grand Prix Winner Band Explosion 1987 dan Band Explosion Tokyo-Japan 1991. Itu semua tak lepas dari sentuhan tangan dingin seorang Yovie Widianto.

Tak puas menuangkan ide-ide kreatifnya lewat Kahitna saja, suami Dewayani ini mulai mengorbitkan beberapa grup baru di tahun 1996. Misalnya, trio Lingua yang terdiri dari Amara, Frans, dan Arie yang sukses mencetak hits Bila Kuingat yang berhasil terjual sebanyak 200 ribu copy. Selain itu, juga ada grup vokal empat model cantik, Vonny, Vera, Dita, dan Dewi yang tergabung dalam Bening.

Dua tahun berikutnya, peraih anugerah The Best Composer Award Young Star International Festival 1990 ini berkesempatan untuk menggarap single Untukku milik penyanyi legendaris Chrisye. Beberapa penyanyi senior seperti Harvey Malaiholo dan Ruth Sahanaya, juga tak ketinggalan menyanyikan lagu karya Yovie. Sejak itu, kemampuannya tak perlu disangsikan lagi. Yovie yang diawal karirnya kerap mendapat penolakan kini justru menjelma menjadi salah satu komposer laris di Indonesia.

Selain penyanyi top yang memang sudah punya nama, ia juga kerap membidani lahirnya bakat-bakat muda di dunia musik yang melejit setelah membawakan lagu-lagu hits hasil ciptaannya. Glenn Fredly, Rio Febrian, Warna, trio RSD, Audy, The Groove, Rita Effendi, Yana Yulio, Pinkan Mambo, Delon, Astrid adalah beberapa nama yang sempat mencicipi karya apik ayah dua anak ini.

Pada tahun 2001, setelah bertahun-tahun sosoknya identik dengan Kahitna, tiba-tiba Yovie membuat gebrakan baru dalam karir bermusiknya. Pria kalem ini membentuk sebuah band baru bernama Yovie & Nuno. Nama Nuno diambil dari bahasa Latin, Numero Uno, yang artinya nomor satu. Band ini adalah wujud idealisme Yovie yang tak bisa diolah maksimal di Kahitna.

Lewat album perdana, Semua Bintang, Yovie memang seakan ingin memunculkan imej barunya. Jika di Kahitna ia kerap menciptakan lagu pop manis nan lembut, di Yovie & Nuno, ia menawarkan musik yang sedikit berbeda. Pada album ini, selain bersama Nuno, Yovie juga berkolaborasi dengan Andi /rif, Fariz RM, Glenn Fredly, Audy, dan salah satu personel grup Warna.

Meski masih bertema cinta, di band yang pada formasi awalnya digawanginya bersama Baron dan Rere ini, Yovie tampil garang dari biasanya karena sedikit mengusung warna rock pada aransemen musiknya. Apalagi dengan dukungan Baron, mantan gitaris Gigi dan Rere, drummernya Grass Rock.

Sarjana Hubungan Internasional jebolan Universitas Padjajaran ini mengatakan, dengan begitu ia bisa membuktikan pada para penggemarnya bahwa dirinya bukan hanya identik dengan Kahitna, tapi bisa juga bermain di ‘areal’ lain.

Janji Diatas Ingkar yang menjadi hits singel pertama band itu mendapat sambutan meriah dari para pencinta musik. Kesuksesan itu menjadikan Yovie Widianto sebagai musisi yang paling banyak menerima royalti sepanjang tahun 2000.

Tiga tahun kemudian, Yovie & Nuno berganti nama menjadi Yovie & The Nuno serta merilis album baru bertajuk Kemenangan Cinta di tahun 2004. Di album kedua ini, band itu mengalami perubahan formasi dengan masuknya Ersta (bass), Gail (vokal), Diat (gitar), dan Dudi Oris (vokal).

Totalitas Yovie dalam bermusik yang banyak membuahkan prestasi dan penghargaan memang layak mendapat acungan jempol. Dalam ajang AMI Awards 2009, ia berhasil meraih nominasi terbanyak, sebanyak 7 nominasi, dalam kategori duo/kolaborasi/grup terbaik, penata musik terbaik, pendatang baru terbaik dari yang terbaik, album terbaik dari yang terbaik, karya produksi terbaik dari yang terbaik.

Pada penghujung 2007, Yovie mengeluarkan album lagi, kali ini kembali dengan nama Yovie & Nuno pasca hengkangnya Gail, Ersta dan Rere. Yovie kemudian merekrut Dikta pada vokal untuk mendampingi Dudi dan Diat. Di tahun yang sama, untuk menandai kemunculan Yovie & Nuno, mereka meluncurkan album bertajuk The Special One, yang terinspirasi dari penggalan lirik Janji Putih, salah satu lagu ciptaan Yovie yang pernah dipopulerkan Bening.

Sejak saat itu, setiap kali meluncurkan album, Yovie & Nuno banyak dihujani penghargaan. Tahun 2011, berkat album terbarunya, Winning Eleven yang mengusung Manusia Biasa sebagai tembang andalannya, grup band itu meraih 10 platinum dari negeri Jiran, Malaysia. Diakui Yovie, ini adalah prestasi terbesar yang diraih Yovie and Nuno. Bahkan di Indonesia sendiri, mereka tidak pernah mendapat penghargaan seperti ini. Tentunya, perasaan senang dan bahagia melanda para personil Yovie and Nuno.

Berkat torehan prestasi yang luar biasa itu, Yovie & Nuno mendapat undangan dari Sony Malaysia di Hard Rock Cafe Kuala Lumpur pada 25 Maret 2011. Selain menerima penghargaan, Yovie dkk memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan promo album Winning Eleven.

Selain bersama Kahitna dan Yovie & Nuno, mantan juri Indonesian Idol ini sebenarnya pernah bersolo karir dengan meluncurkan album berjudul A Potrait of Yovie di 2005. Album tersebut berisi kumpulan lagu-lagu terbaiknya yang dibawakan oleh para penyanyi berbakat, seperti Astrid yang didaulat membawakan lagu Tak 100%, serta runner up Indonesian Idol, Delon yang menyanyikan lagu berjudul Terjaga di Setiap Mimpiku. Sebagai single unggulan, ia menjagokan lagu Salahi Aku (Ku Jatuh Cinta Lagi) yang dibawakan dengan apik oleh penyanyi Rio Febrian. Sementara untuk proses penggarapan albumnya, Yovie banyak dibantu oleh Stephen Santoso dan Tohpati.

Pada 14 September 2006 bertempat di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Yovie sukses menggelar konser solonya yang bertajuk The Magical Journey of Yovie Widianto. Konser tersebut bertepatan dengan peringatan 23 tahun karirnya di dunia musik. Dua tahun sebelumnya, tepatnya 25 Januari 2004, Yovie juga pernah menggelar konser ‘kecil’ bertempat di Zoom Resto & Lounge atas pencapaian kariernya di dunia musik selama 21 tahun.

Setelah sukses menggelar konser, tahun 2007 Yovie kembali hadir dengan album solo berjudul Kemenangan Hati yang diambil dari judul lagu andalan di album tersebut. Kemenangan Hati dinyanyikan bersama duo jebolan Indonesia Idol, Dearly Dave Sompie dan Ghea Dahliana Oktarin.

Totalitas Yovie dalam bermusik yang banyak membuahkan prestasi dan penghargaan memang layak mendapat acungan jempol. Dalam ajang AMI Awards 2009, ia berhasil meraih nominasi terbanyak, sebanyak 7 nominasi, dalam kategori duo/kolaborasi/grup terbaik, penata musik terbaik, pendatang baru terbaik dari yang terbaik, album terbaik dari yang terbaik, karya produksi terbaik dari yang terbaik.

Meski disibukkan dengan band barunya serta kegiatannya membesut penyanyi lain, bukan berarti ia menomorduakan Kahitna. Jika tak ada aral melintang, Kahitna akan menggelar konser ulang tahun ke-25 pada 15 September 2011. Peringatan seperempat abad tersebut sekaligus menandai momen prestasi dan jalinan persaudaraan di antara mereka. Di mata Yovie, prestasi terbesar Kahitna bukan karena memenangkan beberapa penghargaan dari festival-festival musik, namun merupakan kebahagiaan yang luar biasa untuk dapat bertahan sampai 25 tahun dengan persahabatan dan persaudaraan diantara masing-masing personil.

Yang spesial dalam konsernya kali ini, Kahitna juga akan berkolaborasi dengan Yovie & Nuno yang juga digawangi oleh Yovie Widianto. Semoga kami bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan kolaborasi ini bisa membawa gairah yang bagus dan membawa wabah keberagaman musik Indonesia dan musik Indonesia maju dengan membanggakan. Makanya kita akan melakukannya dengan konser bareng di 100 kota, ujar Yovie seperti dikutip situs kapanlagi.com.

Walau tergolong band ‘jadul’, para personil Kahitna merasa bersyukur karena mereka masih mendapat tempat di hati para penggemarnya. Hal itu dapat dilihat dari penjualan tiket konser yang sudah diburu melalui ajang pre sale. Alhamdulilah saya bersyukur, saya adalah bagian dari Kahitna, dan saya yakin sekali bahwa penggemar Kahitna tidak sadar juga bahwa kita sudah bergaul begitu lama, fans kita ada ibu-ibu dan anak kecil, ujar penggemar sepakbola ini.

Selain konser pemanasan bersama Yovie & Nuno ke 100 kota, Kahitna juga meluncurkan kumpulan cerpen dari judul-judul lagu Kahitna yang salah satunya ditulis oleh pembawa acara Indra Herlambang. eti | muli, red

Data Singkat
Yovie Widianto, Pencipta lagu, Musisi / Pencipta Lagu Hits | Selebriti | musisi, Pencipta Lagu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here