Seni Berbicara ala CBS

[ Charles Bonar Sirait ]
 
0
93
Charles Bonar Sirait
Charles Bonar Sirait | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Kepiawaiannya berbicara membawa dia menjadi presenter, MC, eksekutif perusahaan, pengajar hingga penulis buku. Kegemilangannya sebagai presenter pernah diganjar penghargaan bergengsi Panasonic Award di tahun 1999 dan 2003.

Wajahnya tampan, tubuhnya atletis, penampilannya pun senantiasa rapi dan kelimis. Belum lagi wibawa dan kharismanya kala memandu sebuah acara membuat siapa pun yang memandangnya terpesona. Tapi bukan penampilan fisik yang menjadi nilai jual Charles Bonar Sirait di dunia presenter melainkan penguasaannya pada seni berbicara.

Sebelum dikenal sebagai presenter, Charles memulai karirnya di dunia modeling serta pernah menjajal kemampuannya di bidang akting. Namun dua profesi itu bukan pilihan hidupnya. Charles baru menemukan pekerjaan yang sesuai minat dan bakatnya setelah menyelesaikan kuliah di Universitas Katholik Atma Jaya dan pernah bekerja di beberapa perusahaan di antaranya menjadi Vice President Marketing Communication Bank Permata,Tbk, Senior Marketing Manager PT. Jakarta Setiabudi International, Tbk, dan Jr. Account Executive and Account Executive PT. Lingkom Ad. Gelar sarjana ekonomi yang disandangnya membuat Charles banyak bergelut dalam industri keuangan perbankan.

Karir eksekutifnya kemudian sementara ditinggalkan untuk menekuni minatnya di bidang kehumasan yakni dengan menjadi presenter atau apa saja yang mengandalkan kemampuan berkomunikasi. “Berbicara itu memerlukan seni,” kata pria kelahiran Jakarta 19 Maret 1971 itu. Kepiawaiannya berbicara mendatangkan kepercayaan dari berbagai perusahaan ternama yang mendaulat Charles menjadi presenter. Sampai akhirnya sebutan MC spesialis coorporate melekat padanya. Kegemilangan Charles sebagai presenter bahkan pernah diganjar penghargaan bergengsi Panasonic Award di tahun 1999 dan 2003.

Seiring semakin meningkatnya jam terbang Charles di dunia presenter, pengagum Oprah Winfrey ini mulai tergugah untuk menularkan ilmunya. Pada tahun 2001, ia berjumpa dengan Lolita Malaiholo dari IP Entertainment. Lolita yang pertama kali menangkap bakat Charles dalam mengajar, akhirnya memberikan ayah dua anak itu kepercayaan untuk menjadi pengajar komunikasi di lembaga itu. Selain di IP Entertainment, Charles juga tercatat menjadi pengajar di sekolah public speaking Tantowi Yahya, John Robert Powers, MIC (Master In Communication) dan CBS School of Communications.

Sebagai pengajar sudah banyak bakat-bakat muda di dunia hiburan yang merasakan tangan dinginnya. Sebut saja presenter Indra Herlambang, Lucy Wiryono, aktris Caroline Mendeng, hingga model cantik Davina Veronica.

Charles memang tergolong orang yang suka berbagi ilmu. Meski profesi sebagai pengajar masih dipandang sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan keuntungan materi, namun anggapan itu tak menyurutkan semangat Charles untuk menjadi pengajar yang baik. Terbukti, setelah ia menjalaninya, pandangan itu tak sepenuhnya benar. “Buat saya, life is goals, tidak cuma bekerja. Tuhan sudah men-setting arah hidup manusia,” kata Charles seperti dikutip dari majalah Male Emporium. Intinya, bagi Charles adalah bagaimana kita mengemasnya kemudian dari situ kita akan diberikan harga yang pantas.

Tak puas hanya mengajar, Charles kemudian menuangkan ilmu dan teknik berbicara yang baik dalam sebuah buku berjudul The Power of Public Speaking. Buku yang terbit tahun 2007 itu telah mengalami masa penggondokan hingga lima tahun lamanya. Dari mulai mengumpulkan naskah hingga menulisnya secara keseluruhan. Untuk proses penyusunannya, Charles dibantu beberapa orang yang tergabung dalam tim penulis.

Charles memulai karirnya di dunia modeling serta pernah menjajal kemampuannya di bidang akting. Namun dua profesi itu bukan pilihan hidupnya. Charles baru menemukan pekerjaan yang sesuai minat dan bakatnya setelah menyelesaikan kuliah di Universitas Katholik Atma Jaya dan pernah bekerja di beberapa perusahaan.

Melalui buku The Power of Public Speaking, Charles Bonar Sirait berbagi tips, kiat, saran dan petunjuk untuk menambah khazanah pengetahuan public speaking yang baik bagi masyarakat awam yang bersiap-siap menekuni profesi public speaking, mereka yang sedang menekuni, ataupun mereka yang sudah mahir.

Kontribusi Charles juga ditunjukkan dalam sejumlah kegiatan berbau misi sosial, seperti penggalangan dana untuk penderita thalasemia, duta lingkungan hidup, aksi donor darah, sampai nasib anak-anak yatim piatu.

Dua tahun berselang, tepatnya akhir Maret 2009, Charles kembali mempublikasikan karya tulisnya yang diberi judul Kiat Cerdas Berkampanye di Depan Publik. Diharapkan, buku itu bisa jadi panduan bagi para generasi penerus bangsa yang ingin menjadi seorang pemimpin yang memiliki pemahaman yang kuat dan menguasai dasar-dasar berkampanye yang cerdas.

Menulis buat Charles tak hanya sekadar berbagi pengalaman dan ilmu tapi juga merupakan bagian dari proses belajar. Buku-buku itu merupakan sumbangannya kepada publik, khususnya kepada orang yang memang mau belajar.

Sejak tahun 2010, suami dari Maria Lusia Manik itu sudah jarang tampil di layar kaca. Charles memang tengah memfokuskan karirnya sebagai pengajar. Selain itu, ia juga tengah disibukkan dengan rutinitasnya sebagai Direktur PT Saji Indonesia. Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1991 itu bergerak dalam bidang Marketing Support Services. Kemudian, sepuluh tahun berselang, mulai dibentuk divisi artist management dan entertainment. Konsepnya, melayani, membantu artis yang dikelola agar secepatnya naik ke puncak karir dan dibina agar bertahan selama mungkin di puncak karirnya. Selanjutnya, pada masa pasca produktif, hasil tabungan dan investasi yang berhasil dikumpulkan, dibantu pengaturannya oleh Saji Indonesia sehingga mampu memberikan “passive income” bagi artis, atau menciptakan kegiatan usaha baru sesuai minat dan kompetensi artis tersebut.

Meski sudah mendayagunakan potensinya sebagai model, eksekutif, presenter, pengajar, hingga penulis, Charles bukan orang yang cepat merasa puas. Ia masih memiliki mimpi yang suatu saat ia harap bisa terealisasi. Impian tersebut adalah dapat mempromosikan Indonesia di dunia internasional, sama seperti yang pernah ia lakukan di tahun 1985 di Jepang. Melalui program pertukaran remaja Indonesia-Jepang, Charles bersama 20 remaja terbaik Indonesia dari berbagai daerah terpilih untuk mewakili Indonesia. Program itu diprakarsai oleh Departemen Pendidikan Nasional dan PERSADA (Persatuan Alumni dari Jepang).

“Saya yakin, lewat beragam budaya masyarakatnya, termasuk lewat budaya berbicaranya, Indonesia adalah negara yang memiliki potensi alam, potensi sumber daya manusia yang luar biasa serta memiliki peranan strategis dalam memajukan peradaban dunia mendatang,” tutur anak sulung pasangan A.L. Sirait. MBA dan Martha Napitupulu itu mengungkapkan harapannya. eti | muli, red

Data Singkat
Charles Bonar Sirait, Professional Master Of Ceremony dan Public Speaker / Seni Berbicara ala CBS | Selebriti | Profesional, sinetron, penulis, presenter, ganteng, humas, pembicara

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here