Tidak Terbawa Arus

[ Ikke Nurjanah ]
 
0
172
Ikke Nurjanah
Ikke Nurjanah | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Penyanyi Dangdut Wanita Terbaik versi AMI Award (1997, 1999, 2004) ini bisa melantunkan berbagai lagu dangdut dari yang bertempo mendayu hingga yang riang gembira. Ia turut memperkenalkan dangdut hingga mancanegara seperti Jepang, Korsel, Australia, Inggris dan Amerika Serikat. Tembangnya berjudul Terlena sangat terkenal dan masih sering dibawakan penyanyi lain.

Pedangdut bernama asli Hartini Erpi Nurjanah ini lahir di Jakarta, 18 Mei 1974. Meski tak pernah bercita-cita meniti karir di jalur musik dangdut, menyanyi sudah menjadi hobinya sejak kecil. Kapan pun dan di mana pun ia berada, putri pasangan Abdul Pihar Tanjung dan Junaerti ini selalu senang bila mendapat kesempatan untuk memamerkan bakatnya.

Darah seni yang mengalir dalam dirinya boleh jadi diwarisinya dari sang kakek yang seorang musisi Melayu Deli, atau mungkin juga dari ayahnya yang memang gemar menyanyi lagu-lagu Melayu Deli. Kepada kedua orang inilah, Ikke kecil kerap berlatih menyanyi. Lagu-lagu Melayu bukan sesuatu yang asing lagi di telinganya.

Ikke tumbuh di lingkungan keluarga sederhana di bilangan Pademangan, Jakarta Utara, sebuah pemukiman padat dimana musik dangdut telah menjelma menjadi salah satu idola masyarakat sekitar. Tak jarang panggung-panggung pertunjukan musik dangdut digelar masyarakat di sana. Baik dalam memeriahkan acara hajatan keluarga atau memperingati hari besar. Ikke kecil pun turut larut di antara massa pencinta musik dangdut.

Pernah suatu kali ketika masyarakat sekitar tengah menggelar panggung dangdut dalam rangka perayaan 17 Agustus-an, dengan masih mengenakan celana pendek, Ikke kecil dipaksa tantenya untuk menyanyi di atas panggung. Ikke yang memang hobi menyanyi, tanpa malu-malu mendendangkan lagu Bunga Dahlia milik Ida Laela yang saat itu amat populer.

Lagu yang dikenal memiliki kesulitan tinggi karena cengkok dangdut yang meliuk-liuk itu mampu dibawakan Ikke dengan sempurna. Sehingga sejak penampilannya yang cukup memukau itu, warga Pademangan seolah telah memiliki “penyanyi” kebanggaan mereka sendiri. Tiap kali ada pagelaran acara musik dangdut, Ikke pasti diminta untuk menyanyi.

Dengan semakin seringnya Ikke tampil menyanyi, tuntutan untuk tampil sedikit lebih profesional pun muncul. Ikke dituntut memiliki baju menyanyi dan alat make-upnya sendiri. Sang tante, yang sejak awal memang amat mendukung Ikke, dengan semangat mendandani Ikke kecil selayaknya penyanyi sungguhan. Meski hal itu kadang bertentangan dengan hati kecil Ikke.

Sampai suatu ketika, tantangan untuk menjadi seorang penyanyi yang lebih serius datang saat seorang pencari bakat bernama Imam Badawi melihat talenta yang dimiliki Ikke. Imam-lah yang akhirnya memperkenalkan Ikke pada seorang produser rekaman. Dari sinilah, perjalanan karirnya sebagai pedangdut profesional dimulai. Agar terdengar lebih komersil, nama Hartini Erpi Nurjanah diganti menjadi Ikke Nurjanah. Selanjutnya, ia kerap tampil di berbagai acara musik dangdut dari daerah ke daerah.

Ikke merilis album perdananya yang berjudul Gelimang Duka di tahun 1987. Di tahun yang sama, ia sempat berduet dengan musisi jazz Mus Mulyadi dalam singel Semangkok Bersama Sesendok Berdua. Namanya baru mencuri perhatian publik dua tahun setelah debutnya, tepatnya di tahun 1989 setelah meluncurkan album bertajuk Ojo Lali. Hingga saat ini, ia telah menelurkan belasan album rekaman.

Dunia dangdut mengenal Ikke sebagai penyanyi yang bisa melantunkan berbagai lagu dangdut dari yang bertempo mendayu hingga yang riang gembira. Dari sekian hits yang berhasil dicetaknya, tembang berjudul Terlena merupakan lagu milik Ikke yang paling terkenal bahkan kerap dibawakan penyanyi lain hingga saat ini.

Memasuki tahun 2000-an, dunia dangdut diguncang fenomena baru dengan maraknya pendatang baru yang menyuguhkan goyangan erotis. Namun hal tersebut tak sedikit pun mempengaruhi Ikke untuk ikut terbawa arus. Ia tetap dengan ciri khasnya, gaya berbusana yang manis dan sopan, setidaknya untuk ukuran penyanyi dangdut. Ikke membuktikan tanpa harus mengumbar aurat, ia masih dapat tetap eksis di blantika musik dangdut. Sejak awal kemunculannya, Ikke memang menghindari menggunakan pakaian yang norak, goyangan yang seronok, lirikan nakal, serta desahan yang menggoda.

Malahan di saat banyak biduan yang hanya mengandalkan daya tarik fisik itu tak terdengar gaungnya lagi, Ikke justru semakin menunjukkan kualitasnya. Hal itu dibuktikannya dengan sederet penghargaan bergengsi yang berhasil dikoleksinya. Setelah tiga tahun berturut (1997-1999) menyabet predikat sebagai Penyanyi Dangdut Wanita Terbaik dalam ajang penghargaan AMI Award, nama Ikke kembali menjadi pusat perhatian saat dinobatkan sebagai Penyanyi Dangdut Paling Ngetop versi SCTV Award 2002. Tiga tahun kemudian, ia berhasil membawa pulang Piala Suling Emas dalam ajang Anugerah Dangdut TPI untuk kategori Penyanyi Wanita Tersohor. Saat itu, ia berhasil menyisihkan para pesaingnya seperti Elvy Sukaesih, Inul Daratista, Ira Swara dan Nita Thalia.

Ikke termasuk salah satu pedangdut yang dianggap berhasil mengangkat citra dangdut di Tanah Air hingga mancanegara. Ikke pernah tampil di Asia Live Dream pada 22 Februari 1998 atas undangan stasiun televisi NHK Jepang. Selain Jepang dan sejumlah negara di Asia Tenggara, ia pernah menyambangi Korea Selatan, Australia, Belanda, dan Inggris. Tahun 2010, Ikke kembali mendapat tawaran tampil di mancanegara, kali ini di Amerika Serikat atas undangan Sireedee Entertainment sebuah Event Organizer di Washington DC.

Mengikuti jejak seniornya, Rhoma Irama, dalam memperkenalkan dangdut di Negeri Paman Sam, Ikke terbang ke Washington DC untuk menjadi pembicara seminar tentang dangdut di Pittsburgh University dan John Hopkins University. Tak hanya didaulat menjadi pembicara, ia juga tampil memperdengarkan suara merdunya dalam sebuah pagelaran konser musik dangdut bersama band dangdut bernama Cowboys bentukan Prof. Andrew Weintraub dari Pittsburgh University.

Ikke termasuk salah satu pedangdut yang dianggap berhasil mengangkat citra dangdut di Tanah Air hingga mancanegara. Ikke pernah tampil di Asia Live Dream pada 22 Februari 1998 atas undangan stasiun televisi NHK Jepang. Selain Jepang dan sejumlah negara di Asia Tenggara, ia pernah menyambangi Korea Selatan, Australia, Belanda, dan Inggris. Tahun 2010, Ikke kembali mendapat tawaran tampil di mancanegara, kali ini di Amerika Serikat atas undangan Sireedee Entertainment sebuah Event Organizer di Washington DC.

Meski sejak kecil telah disibukkan dengan naik turun panggung, Ikke tetap menyadari bahwa pendidikan itu sangatlah penting. Itulah kenapa setelah lulus dari SMAN 40 Jakarta, di sela-sela kepadatan jadwal menyanyi, ia tetap bertekad meneruskan studinya. Awalnya Ikke mengambil program D3 Akademi Manajemen Perusahaan Universitas Jayabaya kemudian ia melanjutkan ke jenjang sarjana. Ikke berhasil menyandang gelar sarjana ekonomi manajemen di tahun 1998.

Ikke juga aktif di berbagai kegiatan kampus. Ia tercatat pernah menjadi bendahara Senat Mahasiswa Akademi Manajemen perusahaan tahun 1994-1995. Dari kegiatan kampus pulalah, Ikke bertemu Renaldi Hutomo Wahab, vokalis grup band pop, Bragi, yang kelak menjadi teman hidupnya. Ikke dipersunting pria yang akrab disapa Aldi itu pada 16 Oktober 1998. Kebahagiaan pasangan muda itu kian bertambah lengkap dengan kehadiran seorang putri bernama Siti Adira Kinaya. Sayangnya, kebahagiaan keluarga kecil itu hanya bertahan kurang dari sepuluh tahun. Pada 3 April 2007, Ikke resmi bercerai dari Aldi.

Perpisahan dua musisi itu cukup mengejutkan sebab keduanya hampir selalu terlihat kompak. Bukan hanya dalam membina rumah tangga, namun juga dalam hal pekerjaan. Meski Ikke dan Aldi berkarya di jalur musik yang berbeda, mereka mampu ‘mengawinkan’ musik pop dan dangdut menjadi tembang yang enak didengar dan digemari banyak kalangan. Misalnya lewat tembang “Senyum dan Hatimu” dan “Memandangmu”.

Berpisah dari pelukan Aldi, Ikke yang pernah tampil dalam film Berbagi Suami arahan Nia Dinata ini diketahui tengah dekat dengan seorang pria yang usianya lebih muda bernama Farlansyah Bermana. Pria yang akrab disapa Farlan itu merupakan salah satu personel boyband F-Mayor.

Setelah menyandang status janda, Ikke semakin leluasa mengembangkan karirnya. Di tengah gempuran musik pop dengan menjamurnya grup band, Ikke tetap berusaha melestarikan dangdut, genre musik yang telah membesarkan namanya. Bintang sinetron Kampung Dangdut ini terus eksis dengan berkolaborasi dengan rekan-rekan seperjuangannya seperti Cici Paramida, Evie Tamala, Eri Susan, Iis Dahlia, Ine Cynthia, Iyeth Bustami, dan Kristina yang tergabung dalam d’Duta. Delapan biduan cantik bersuara emas itu membuat gebrakan dengan meluncurkan album perdana kompilasi d’Duta, 8 Duta Dangdut Indonesia.

Suara merdu penyiar Radio Dangdut TPI ini juga dapat dinikmati dalam grup vokal Tiga Kembang. Grup yang terdiri dari Cici Paramida, Kristina, dan Ikke Nurjanah itu mengeluarkan sebuah singel berjudul Goyang Sayang. Lagu yang merupakan perpaduan antara musik dangdut dan pop itu merupakan hasil ciptaan musisi Anang Hermansyah. eti | muli, red

Data Singkat
Ikke Nurjanah, Penyanyi Dangdut, Presenter / Tidak Terbawa Arus | Selebriti | presenter, bintang iklan, Penyanyi dangdut, Universitas Jaya baya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here