Politisi Perempuan Muda Potensial

[ Anis Khoirunnisa ]
 
0
206
Anis Khoirunnisa
Anis Khoirunnisa | Tokoh.ID

[WIKI-TOKOH] Anis Khoirunnisa, STh.I, seorang politisi perempuan muda potensial kelahiran Jakarta, 25 Mei 1980, yang diajukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai calon legislatif DPR-RI nomor urut 1 dari Dapil 8 Jawa Barat (Cirebon dan Indramayu).

Indonesia menghendaki munculnya para politisi perempuan yang mumpuni demi terwujudnya prinsip kesetaraan kesempatan (equality opportunity) bagi perempuan di berbagai bidang terutama jabatan-jabatan publik strategis, termasuk presiden dan anggota legislatif.

Kehendak kesetaraan ini diamanatkan dalam Pasal 55, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang menyaratkan bahwa dalam mengajukan Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, Parpol peserta Pemilu harus mengajukan paling sedikit 30% (tiga puluh persen) keterwakilan perempuan untuk setiap daerah pemilihan (Yo Pasal 24 ayat 1 huruf c Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013).

Semangat kesetaraan yang disyaratkan ini telah mendorong partai politik mencari dan mempersiapkan kader-kader perempuan agar ikut berkompetisi dalam kesetaraan dengan kader pria untuk menduduki jabatan-jabatan strategis, termasuk menjadi anggota legislatif di semua tingkatan.

Prinsip kesetaraan kesempatan (equality opportunity) ini pula yang mendorong Anis Khoirunnisa STh. I, membulatkan tekad untuk mengabdikan diri dalam dunia politik sejak 2008. Pada Pemilu 2009, dia terpilih menjadi Anggota DPRD Kabupaten Indramayu. Alumni Tsanawiyah (1992-1995), dan Aliyah (1995-1998) dari Ponpes Darussalam Gontor Putri Mantingan, Jawa Timur, serta S1 (Sarjana Theologia Islam) Ushuluddin (Perbandingan Agama) dari Universitas Islam Negeri Hidayatullah Jakarta, ini pun aktif menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, termasuk sering melakukan kegiatan bersama masyarakat Indramayu.

Sebelum menjadi Anggota DPRD, Anis aktif sebagai Trainer Assistant in Basic Life Skill “Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan” Marwah Daud Ibrahim pada tahun 2003-2007. Dia pun selalu tekun mengasah diri untuk menjadi seorang politisi perempuan yang mumpuni. Selain giat mendengar, menampung, mengapresiasi dan menyalurkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, Anis Khoirunnisa juga berupaya meningkatkan pengetahuan akademisnya dengan mengikuti Program S2 Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta.

Selain itu, sejak mahasiswa Anis Khoirunnisa telah aktif dalam organisasi. Dia aktif sebagai Pengurus HMI Cabang Ciputat (1999-2002); Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Ciputat (2000-2002); Pengurus Teater Syahid Jakarta (2002-2004); dan Ketua Umum Pengurus Cabang Olah taga Hockey Indramayu (2010–sekarang).

Berbekal pengalaman dan pengasahan diri tersebut, Anis Khoirunnisa menyambut ajakan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Drs. Suryadharma Ali melalui ayahandanya Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang yang juga memotivasinya untuk memperluas lingkup pengabdian, menjadi Calon Legislatif DPR-RI dari Partai Persatuan Pembangunan sebagai rumah besar umat Islam.

Berbekal pengalaman dan pengasahan diri tersebut, Anis Khoirunnisa menyambut ajakan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Drs. Suryadharma Ali melalui ayahandanya Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang yang juga memotivasinya untuk memperluas lingkup pengabdian, menjadi Calon Legislatif DPR-RI dari Partai Persatuan Pembangunan sebagai rumah besar umat Islam.

DPP Partai Persatuan Pembangunan pun kemudian menempatkan Anis Khoirunnisa sebagai Caleg Nomor Urut 1 di Dapil 8 Jawa Barat (meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Indramayu) dari Partai Persatuan Pembangunan (Parpol Nomor Urut 9). Dari 12 partai peserta Pemilu 2014, hanya dua politisi perempuan yang diposisikan partainya di urutan pertama di Dapil 8 Jawa Barat.

Kepercayaan partai (PPP) yang menempatkannya di urutan satu tersebut memotivasi Anis Khoirunnisa, ibunda dari Green Haverim Khalilurrahman, ini untuk lebih mumpuni dalam menggalang dukungan suara sekaligus mendalami aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, Cirebon dan Indramayu.

Dia melihat salah satu fenomena sosial yang terjadi di daerah Cirebon dan Indramayu adalah timbulnya masalah-masalah sosial dalam kehidupan keluarga dan masyarakat terkait dengan masalah pengiriman Tenaga Kerja Wanita ke luar negeri. Di satu sisi para TKW itu dikenal sebagai pahlawan devisa. Tapi, dalam pengamatan Anisa, banyak gejala, peristiwa dan masalah sosial yang timbul sehingga memerlukan penanganan atau solusi untuk mengatasinya.

Menurut Anis Khoirunnisa, salah satu masalah adalah menyangkut pendidikan dan keterampilan para TKW yang dikirim ke luar negeri. Tingkat pendidikannya rata-rata SMP, bahkan ada yang tidak tamat SMP serta tanpa keterampilan khusus pula. Sementara, kata Khoirunnisa, dengan tingkat pendidikan dan keterampilan yang sangat kurang memadai itu, mindset masyarakat di daerah ini telah menggejala keinginan mesti bekerja di luar negeri. Kendati mereka umumnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan kurang berkemampuan memahami hak-haknya. Akibatnya, banyak di antara mereka yang mengalami perlakuan kurang pantas, bahkan mengalami penyiksaan dan diperlakukan sebagai budak.

Pemecahan masalah inilah yang menjadi salah satu yang ingin diperjuangkannya sehingga terdorong menjadi Caleg DPR-RI dan berharap (optimis) terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019. Dengan terpilih menjadi Anggota DPR, akan membuka kesempatan baginya untuk ikut aktif membuat solusi pemecahan masalah TKW tersebut. Dia melihat perlunya pengaturan lebih baik dalam Undang-Undang tentang tenaga kerja, termasuk TKI ke luar negeri.

Anis Khoirunnisa memandang perlu penegasan ketentuan tingkat pendidikan dan keterampilan yang harus dimiliki para calon TKI. Bahkan, dia memandang Indonesia semestinya tidak lagi mengandalkan mengirim tenaga kerja untuk sektor rumah tangga. Tetapi semestinya memprioritaskan pengiriman tenaga kerja terampil dan professional. “Artinya yang tidak hanya didominasi sektor rumah tangga saja, tetapi juga di sektor-sektor lain. Sehingga kita mendapat penghormatan dari negara-negara di mana tenaga kerja kita bekerja,” kata Anis Khoirunnisa.

Tentu hal ini tidak bisa serta-merta diberlakukan sedemikian rupa dan secara tiba-tiba, tetapi harus diawali dengan memberi kesempatan yang luas bagi para calon TKI untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan khusus dalam berbagai sektor.

Di samping itu, Khoirunnisa juga memandang perlu mengubah mindset masyarakat yang mesti bekerja di luar negeri kendati hanya sebagai pembantu rumah tangga. Solusinya mengakselerasi pembangunan desa antara lain dengan memotivasi dan melibatkan masyarakat untuk bekerja mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki daerah ini. “Jadi itu hal kursial, sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi,” katanya. Dia melihat masih banyak lagi potensi yang bisa dikembangkan dari keunggulan lokal dari daerah ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu pulalah antara lain yang memotivasinya untuk terjun dalam dunia politik. “Problem sosial seperti itu yang mendorong pribadi saya bersemangat berkiprah di dunia politik, meskipun saya ini masih harus banyak belajar, tetapi semangat yang saya tekankan adalah semangat pengabdian yang berguna untuk bangsa dan negara,” jelas Anis Khoirunnisa yang didampingi suaminya Eji Anugrah Romadhon, aktivis Green Peace, saat wawancara dengan Reporter TokohIndonesia.com (Selasa, 5/11/2013).

Tentang program lain, Anis Khoirunnisa mengatakan selanjutnya nanti disesuaikan dengan program-program yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Nanti melalui usulan-usulan yang dibutuhkan masyarakat, akan ada semangat untuk diperjuangkan sebagai anggota legistatif,” kata Khoirunnisa. Penulis: Bantu Hotsan dan Arys | Bio TokohIndonesia.com

Data Singkat
Anis Khoirunnisa, Caleg DPR-RI dari PPP / Politisi Perempuan Muda Potensial | Wiki-tokoh | Politisi, PPP, DPR, Perempuan, muda, Caleg

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here