Menggapai Sukses dengan Mimpi

Berbekal tekad, kemauan serta kerja keras, Merry Riana dalam usia masih muda bisa mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan, pengusaha sukses. Atas buah kerja kerasnya, wanita kelahiran Jakarta, 29 Mei 1980 ini,  dinobatkan sebagai salah satu wanita paling sukses dan inspiratif oleh majalah bulanan Inspirational Woman Magazine (2011). Menjadi miliader muda dan mapan dalam finansial tidak membuat wanita pemilik kulit putih ini, lekas berpuas diri. Sebagai motivator, ia berhasrat untuk membagi pengalamannya kepada orang lain dalam meraih kesuksesan. 

Lolos dari Pusaran Tudingan

Kisah hidup doktor bidang hukum dari Universitas Padjajaran Bandung ini cukup berwarna dan tak pantas ditiru. Ia pernah melakoni hidup sebagai tukang semir, loper koran, supir, bahkan sempat hampir putus sekolah. Namun berkat keuletannya, ia sempat berhasil menjadi seorang pendekar hukum di lembaga penegak konstitusi di Indonesia. Namun, dia ternyata bermental busuk. Dia dipecat dari jabatan Ketua MK karena tertangkap tangan menerima suap dan kemudian divonis penjara seumur hidup.

Relawan, Pendidik, Jurnalis dan Politisi

H.Imam Prawoto, MBA, putera Gresik, Jawa Timur, kelahiran Menes, 4 Juli 1971, ini seorang pendidik, relawan, jurnalis, motivator dan negosiator yang handal dengan pengalaman di dalam dan luar negeri. Lulusan MBA di bidang Bisnis Internasional dari AIS St.Helen, Auckland, New Zealand dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia, ini kini diajukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai Caleg DPR-RI Nomor Urut 3 Dapil Jawa Timur X Lamongan-Gresik.

Ayah bagi Anak Yatim dan Tunakarya

Abah adalah panggilan akrab bagi Cecep Maman Suherman, lelaki kelahiran Cirebon, 72 tahun silam ini. Dia menjadi ayah bagi seratusan lebih anak yatim piatu dan tunakarya. Lewat tangannya, para penganggur diajarkan untuk hidup mandiri dan anak yatim piatu bisa tetap bersekolah.

Ibu (Mantan) Penderita Kusta

Ketika penderita kusta dimarjinalkan, dokter Diana Liben justru dengan telaten menghampiri orang-orang yang oleh sebagian masyarakat dinilai sebagai pembawa penyakit. Bahkan, dia tidak hanya merawat, tetapi juga memberdayakan para penderita kusta agar bisa hidup mandiri.

Dunia Gelap yang Memberi Terang

Dia merasa kerasan sebagai tunanetra karena dia bisa menemukan keberartian hidup di tengah gelapnya dunia. Meski ia hanya bisa melihat sosok hitam orang di hadapannya, aktivitas Fitri Nugrahaningrum tak kalah dibandingkan orang lain. Tunanetra yang disandangnya tak menghalangi Fitri mewujudkan mimpinya.

‘Duta Besar’ Jasa Logistik

Sekitar 25 tahun sudah dia membesarkan usaha di bidang jasa logistik. Harsha E Joesoef relatif berhasil membawa Republic Express atau RPX menjadi salah satu usaha jasa logistik yang diperhitungkan. Dia melengkapinya dengan menggandeng FedEx untuk "bermain" di kawasan internasional.

Pelestari ‘Dolanan’ di Lereng Ungaran

"Arum lan kuncaraning bangsa gumantung marang budi pekerti lan kabudayane" (Keharuman dan kemilau bangsa terletak pada budi pekerti dan kebudayaannya)

Melestarikan Batik Bakaran

Sejak kecil Bukhari Wiryo Satmoko sudah akrab dengan batik. Berbekal kemampuan membatiknya, usaha batik bakaran yang dikelolanya sempat mengalami kemajuan. Namun tidak berlangsung lama, terpaan krisis moneter 1998 memaksanya harus tutup selama dua tahun. Tapi ia tidak kehabisan akal agar batik bakaran kebanggaan daerahnya tetap dilestarikan. Atas usulnya pada tahun 2006 dengan bantuan pemerintah, batik bakaran mulai menggeliat. Permintaan batik semakin meningkat bahkan pemasarannya semakin luas kebeberapa kota hingga ke mancanegara. 

Programer Aksara Bali Simbar

Berawal dari rasa penasaran I Made Suatjana yang awalnya berprofesi sebagai konsultan bangunan. Berkat kesabarannya mengutak-atik program aksara Bali dengan komputer. Karya pria kelahiran Gadungan, Tabanan, Bali 14 Mei 1947 ini, mengetik aksara Bali menjadi lebih mudah dan praktis. Program yang sudah beredar sejak 2009 dengan label Bali Simbar Dwijendra itu sudah terdaftar dalam Unicode, sehingga penggunaannya baku secara internasional. 

Terpopuler

Kejahatan Transnasional dalam Peta Politik Global

Prof. Dr. Romli Atmasasmita, SH, LLM | Globalisasi saat ini sudah merupakan keyakinan (dogma) yang kuat bahwa keberhasilan ekonomi di satu negara akan berimbas di negara lain, begitu pula sebaliknya. Inti arah globalisasi adalah mencapai kesejahteraan dunia tanpa kecuali tanpa ada pembedaan lagi negara kaya, miskin, negara maju dan berkembang.

Maya Hasan

Ikuti Kami

27,929FansSuka
725PengikutMengikuti
Advertisement