Penutup Manis dari Sinta Darmariani

Olahraga memang penuh kejutan. Apa yang tak mungkin atau mungkin terjadi selama proses latihan justru bisa terjadi atau berubah selama pertandingan. Itu pula yang dialami Ni Luh Sinta Darmariani.

Kepala Pelayan Warga

Dia bisa disebut sebagai satu dari tak banyak pemimpin yang relatif bekerja sungguh-sungguh membangun daerahnya. Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto juga berusaha menjauhkan diri dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Berani Bersuara dan Berbuat

Ketua Umum PP Himpunan Mahasiswa & Sarjana Tridharma Indonesia 1996-2001, ini mengaku menjadi berani karena dididik di kampus yang memang berani. Di kampus itu, Institut Sains & Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, ia mengaku dididik memikirkan demokrasi, menjadi hebat dan berani bersuara. Aktivis yang kini Kandidat Program Doktor Bidang Ekonomi ini mengatakan bukan lagi waktunya untuk turun ke jalan, tetapi langkah perbaikan yang konkrit.

Puti ‘Blusak-blusuk’ ke Gunung

Sabtu (5/9/2009) menjelang tengah hari, ketika dihubungi melalui telepon Puti Guntur Soekarno mengatakan sedang di Ciamis, Jawa Barat. Ini adalah tanggung jawab kepada warga kabupaten itu yang telah memilih Puti sehingga lolos menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014.

Berdayakan Ekonomi Maritim

Kecintaannya pada laut sudah tertanam sejak kecil. Sebagai seorang anak nelayan Laode Masihu Kamaluddin kelahiran Kaledupa, Wakatobi, 17 Agustus 1949 ini memiliki gagasan tentang sabuk ekonomi maritim. Ia juga salah satu tokoh penggagas terbentuknya Departemen Kelautan dan Perikanan. Berkat gagasannya laut dan daerah kepulauan semakin lebih diperhatikan. "Barangsiapa menguasai gelombang, dialah yang akan menguasai perdagangan. Barangsiapa menguasai perdagangan, dialah yang akan menguasai dunia!" 

Doktor Pemulung Botol di Jerman

Demi menyelesaikan studi jenjang doktoral di Brandenburgische Technische Universität Cottbus, Jerman, Dor. Ing. Suhendra berusaha mencukupi kekurangan uangnya dengan memulung botol di Berlin. Kemandiriannya berbuah pada penguasaan kemampuan spesifik hingga menjadikan dia satu-satunya doktor dari negara lain yang dibutuhkan sebuah institusi Pemerintah Jerman.

Yusuf dan Pendidikan Maluku Utara

Di tangan Muhammad Yusuf Abdulrahman, Maluku Utara mengukir kisah paradoksal dalam kancah pendidikan. Universitas Khairun yang susah payah dihidupkan melalui yayasan diserahkan kepada negara. Langkah yang bisa dikatakan bertentangan dengan kecenderungan umum pengelola yayasan pendidikan yang ingin menguasai asetnya.

Asep dan Propaganda Sejarah

"Untuk menghancurkan suatu bangsa, hancurkanlah ingatan sejarah generasi mudanya." Asep Kambali memahami kebenaran kalimat itu. Dengan gigih, pendiri Komunitas Historia Indonesia ini melakukan propaganda sejarah, membuka mata generasi muda akan pentingnya pemahaman terhadap sejarah bangsa.

Pendekar ‘Sekolah Kampung’ Papua

Melalui "sekolah kampung" yang didirikannya tahun 2007, John Rahail (44) telah mengantarkan 85 anak usia dini di pedalaman Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, duduk di bangku SD. Pendidikan itu dijalankan tanpa biaya dan kurikulum baku. Semua berasal dari warga, oleh warga, dan untuk warga.

Sunaryadi dan Rasa Nyeri Penderita Kanker

Selain penyakit yang sulit disembuhkan, hal yang paling ditakuti pasien kanker adalah kesendirian. Nyeri yang muncul juga membuat proses penyembuhan atau penerimaan diri semakin sulit.

Terpopuler

Whistleblower yang Ditelan Bumi

Dipecat (dikorbankan) walau merasa bukan dia yang salah, dalam kasus kriminalisasi pimpinan KPK dan Bank Century, Komjen Pol. Drs. Susno Duadji, SH, MSc, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri (24 Oktober 2008 hingga 24 November 2009), sempat menunjukkan keberanian membuka tabir (whistleblower) makelar kasus di Mabes Polri. Sehingga sempat membuka mata publik bahwa mantan Kapolda Jawa Barat, kelahiran Pagar Alam, Sumatera Selatan, 1 Juli 1954, itu berpotensi menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ikuti Kami

27,542FansSuka
700PengikutMengikuti
Advertisement