Baptisan Batak Pertama

Pada perayaan Paskah 31 Maret 1861 di Sipirok, sebelum Rheinische MissionsGesellschaft (RMG) Jerman, resmi mengawali misinya di Tanah Batak, 7 Oktober 1861, Van Asselt...

Perspektif dan Pemalsuan Nilai Luhur Batak

Sudah lumayan banyak tulisan mengenai suku bangsa Batak, yang ditulis oleh orang asing, yang tentu dalam perspektif asing. Maka untuk melengkapi dan pemperkayanya sangat...

Transformasi Nilai Kebatakan

Leluhur Batak mengamanatkan (metafora): Lambiakmi ma galmit! (Cubitlah perut sendiri). Bermakna: Bila kelakuan anak kurang baik, sadarilah bahwa itu karena kekurangan orangtua sendiri sebagai...

Ketika Hita Batak Mencubit Diri Sendiri

Pengungkapan kebenaran sejarah misi itu laksana api panas bisa membakar dan menyakitkan, tetapi juga menerangi (mencerahkan, mencerdaskan, menginspirasi dan memotivasi). Ketika kita mengungkap kebenaran...

Stigmatisasi Late, Elat dan Teal

Late, elat dan hosom (iri, dengki, sirik, benci, cemburu, envy, envious, jealousy) dan teal (sok hebat, angkuh, sombong bercampur dengki) adalah sifat manusia universal...

Modernisasi Duniawi dan Sekularisme Batak

Ciri yang paling mencolok dari kehidupan religius modern, termasuk Gereja-gereja Batak, adalah hancur-leburnya pemahaman pemisahan antara yang sakral dan sekuler, agama dan sekularisme, Gereja...

Tolu Pinta Batak (Tricita Batak)

Salah satu, nilai-nilai luhur klasik Batak yang terus hidup, mengalir dan menggeliat dalam eksistensi intersubjektif Hita Batak, adalah Tolu Pinta Batak, tiga cita-cita hidup...

Awal dari Akhir Era SBY

Oleh Soegeng Sarjadi | Bagi Yudhoyono dan Partai Demokrat, sekarang adalah the beginning of the end of an era. Dengan semua skandal yang informasinya digelontorkan oleh Nazaruddin, ibarat serangan virus Guillain-Barre syndrome yang ganas, tidak tertutup kemungkinan Yudhoyono dan Partai Demokrat secara perlahan akan lumpuh. Kalau masih mau selamat, amputasi perlu segera dilakukan.

Kepemimpinan Bermental Kecil

Oleh Yudi Latif, Ph.D | Dengan kepemimpinan yang bermental kecil, sulit membayangkan bangsa besar ini bisa meraih keagungan. Bahasa politik menjadi siasat untuk membuat kebohongan terkesan benar, kelambanan terkesan hati-hati, ketidakbertanggungjawaban terkesan ketidakintervensian, ketidakseriusan terkesan kesabaran, ketidakmampuan terkesan ketergangguan, dan pengkhianatan terkesan sebagai korban.

Realitas Hukum

Oleh Prof. Dr. Romli Atmasasmita: Hui-mui sebaik apa pun penyusunannya, sepanjang dilakukan manusia, tetap saja hilang kesempurnaan dan nilai kemanusiaannya ketika dijalankan dalam praktik- Hal ini sudah tentu di luar jangkauan persepsi dan pemikiran para pembentuk undang-undang dan para ahli teori hukum yang tak pernah menyelami realitas hukum dalam kehidupan sehari-hari.
Advertisement
Pre-Order Buku Hita Batak A Cultural Strategy

Terbaru

Pengaduan Kepada Gubernur DKI Jakarta

Petugas TPU Pondok Kelapa yang dikelola Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta membakar dan ‘membunuh’ pohon-pohon di Taman Pemakaman Umum tersebut. Puluhan pohon...
Advertisement

Follow Us on Facebook

26,568FansSuka