Perjuangan demi meraih kemerdekaan dilakukannya dengan berpartisipasi aktif dalam keanggotaan partai politik. Ia selalu menekankan pentingnya persatuan dan dialog dalam memajukan bangsa.
Kerajaan Mataram di bawah kepemimpinannya mencapai zaman keemasan. Hampir seluruh pulau Jawa dari Pasuruan sampai Cirebon berhasil dikuasai. Di bawah kepemimpinannya pula, Belanda di Jakarta beberapa kali diserbu habis-habisan.
Prof Mr. R. H. Iwa Kusuma Sumantri, Menteri Sosial dalam kabinet presidensial pertama / Pejuang Multi Bidang | 31 Mei 1899 - 27 Nov 1971 | Pahlawan | I | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, pahlawan nasional, Pahlawan, Menteri, Rektor, DPA
Sungguh tak terhitung sumbangsihnya bagi bangsa Indonesia. Ia pernah beberapa kali menjabat sebagai menteri, terlibat dalam sejumlah organisasi memperjuangkan kemerdekaan RI, aktif menulis di surat kabar membela kaum buruh dan turut mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia.
Prof. DR. Mr. Soepomo, Menteri Kehakiman dalam Kabinet Hatta / Salah Satu Perumus UUD 1945 | 22 Jan 1903 - 12 Sept 1958 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Pahlawan, Guru Besar, UGM, Dosen, Rektor, UI, Pahlawan Kemerdekaan Nasional
Seorang raja kerap kali diidentikkan dengan feodalisme. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI ini. Sebagai seorang pemimpin keraton, ia adalah seorang demokrat yang mengabdikan diri sepenuhnya kepada rakyat.
Brigadir Jenderal TNI Anumerta Katamso, Komandan Resort Militer Korem 072, Kodam VII/Diponegoro di Yogyakarta / Prajurit Anti Komunis | 5 Feb 1923 - 1 Okt 1965 | Pahlawan | K | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Pahlawan Revolusi, Pembela pancasila
Pangeran Antasari, Pemimpin Perang Banjar / Bertempur Hingga Ajal Menjemput | 1809 - 11 Okt 1962 | Pahlawan | P | Laki-laki, Islam, Kalimantan Selatan, Pahlawan, banjar, Pahlawan Kemerdekaan Nasional
Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Kerajaan Mataram / Menyerbu Belanda Habis-Habisan | 1951 - 1645 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, pahlawan nasional, Pahlawan, raja
Sebagai seorang prajurit yang sangat anti ideologi komunis, PKI menjadikannya salah satu sasaran penculikan dan pembunuhan dalam Gerakan 30 September 1965.
Pangeran yang dibesarkan di tengah-tengah rakyat ini bertempur mengusir Belanda dari kerajaan Banjar. Pertempuran itu kemudian dikenal dengan Perang Banjar.