Meski suasana sedang sulit dan genting, ia terus berjuang mempertahankan keberadaan pemerintah sipil di kota Padang. Perjuangannya terhenti setelah Belanda menjebak lalu membunuhnya.
Tokoh Paderi ini sangat ditakuti oleh Belanda karena memporak-porandakan pasukan Belanda dalam rentang 15 tahun. Pasukan Belandapun menyebutnya harimau Paderi dari Rokan.
Supeno, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam kabinet Hatta / Politisi Berpendirian Teguh | 12 Jul 1916 - 24 Feb 1950 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, , pahlawan nasional, Pahlawan, AMS
Otto Iskandardinata, Menteri Negara pada Kabinet Presidensiil pertama / Dari Guru, Wartawan, hingga Menteri | 31 Mar 1897 - 20 Des 1945 | Pahlawan | O | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, pahlawan nasional, Wartawan, Pahlawan, Menteri, Guru
Hj. Fatmawati, Istri Presiden I RI (Ir. Soekarno) / Penjahit Bendera Pusaka | 15 Feb 1923 - 14 Mei 1980 | Pahlawan | F | Perempuan, Islam, Bengkulu, pahlawan nasional, Pahlawan, istri presiden, HIS
Ia adalah sosok yang disegani dan dikagumi baik oleh kawan maupun lawannya karena keberanian dan ketegarannya. Saat dalam perlawanan gerilya, Menteri Pembangunan dan Pemuda ini ditangkap Belanda lalu ditembak mati.
Dari hasil karya tangannyalah tercipta bendera merah putih yang dikibarkan pertama kali pada saat proklamasi kemerdekaan. Ia pula yang menjadi pendamping perjuangan Soekarno membawa bangsa ini menuju kemerdekaan.
Perjuangan demi meraih kemerdekaan dilakukannya dengan berpartisipasi aktif dalam keanggotaan partai politik. Ia selalu menekankan pentingnya persatuan dan dialog dalam memajukan bangsa.
Kerajaan Mataram di bawah kepemimpinannya mencapai zaman keemasan. Hampir seluruh pulau Jawa dari Pasuruan sampai Cirebon berhasil dikuasai. Di bawah kepemimpinannya pula, Belanda di Jakarta beberapa kali diserbu habis-habisan.
Prof Mr. R. H. Iwa Kusuma Sumantri, Menteri Sosial dalam kabinet presidensial pertama / Pejuang Multi Bidang | 31 Mei 1899 - 27 Nov 1971 | Pahlawan | I | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, pahlawan nasional, Pahlawan, Menteri, Rektor, DPA
Sungguh tak terhitung sumbangsihnya bagi bangsa Indonesia. Ia pernah beberapa kali menjabat sebagai menteri, terlibat dalam sejumlah organisasi memperjuangkan kemerdekaan RI, aktif menulis di surat kabar membela kaum buruh dan turut mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia.