Jabatannya sebagai Wakil Tetap Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) digunakannya untuk mempengaruhi negara-negara lain agar membantu perjuangan Indonesia membebaskan Irian Barat dari penjajahan Belanda.
Akhir hidup pemuda patriotik ini sangat dramatis. Di hadapan regu penembak Belanda, ia menolak matanya ditutup dengan kain. Sebelum butiran peluru menembus dadanya, ia memekikkan teriak "Merdeka!"
Sultan Ageng Tirtayasa, Pemimpin Perang dari Banten (1682) / Melawan Monopoli Belanda | - | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Banten, pahlawan nasional, Pahlawan, voc
Perjuangannya berawal dari ketidaksukaannya dengan Belanda yang hendak memonopoli perdagangan di Banten. Namun, akibat penghianatan putranya, ia ditangkap lalu meninggal di penjara.
Pong Tiku alias Ne'baso, Pejuang dari Sulawesi / Pejuang Kebanggaan Rakyat Toraja | 1846 - | Pahlawan | P | Laki-laki, Islam, Sulawesi Selatan, pahlawan nasional, Pahlawan, toraja, perang kopi
Andi Djemma, Kepala Pemerintahan Swapraja Luwu / Raja yang Cinta Republik | 15 Jan 1901 - | Pahlawan | A | Laki-laki, Islam, Sulawesi Selatan, pahlawan nasional, Pahlawan
Setelah proklamasi kemerdekaan, ia menyatakan bahwa kerajaannya merupakan bagian dari negara RI. Bahkan untuk menyatukan sikap menentang kembalinya kekuasaan Belanda, ia memprakarsai pertemuan raja-raja Sulawesi Selatan di Watampone pada September 1945.
I Gusti Ketut Jelantik, Patih Agung Kerajaan Buleleng Bali (1828) / Patih Pembela Kehormatan Bali | - 1849 | Pahlawan | I | Laki-laki, Hindu, , pahlawan nasional, Pahlawan, kerajaan, patih agung, buleleng
Melalui organisasi wanita Aisyiah, Siti Walidah atau Nyi Ahmad Dahlan sangat membantu perjuangan kemerdekaan. Di awal revolusi, ia menganjurkan kaum wanita untuk mendirikan dapur umum. Ia juga rajin bertukar pikiran tentang perjuangan dengan Presiden Soekarno dan Jenderal Sudirman.