Diplomat Pembebas Irian Barat

[ Sukarjo Wiryopranoto ]
 
0
645
Sukarjo Wiryopranoto
Sukarjo Wiryopranoto | Tokoh.ID

[PAHLAWAN] Jabatannya sebagai Wakil Tetap Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) digunakannya untuk mempengaruhi negara-negara lain agar membantu perjuangan Indonesia membebaskan Irian Barat dari penjajahan Belanda.

Berlatar belakang pendidikan sekolah hukum dan sempat aktif sebagai praktisi hukum dengan bekerja di pengadilan dan pengacara menambah kemahirannya dalam melakukan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui jalur politik dan diplomat.

Perjuangan Sukarjo Wiryopranoto diawali ketika putra bangsa kelahiran Kesugihan Cilacap ini kemudian aktif di berbagai organisasi politik. Di zaman pendudukan Jepang, ia sempat memimpin beberapa media massa. Setelah kemerdekaan, ia menjadi Duta Besar RI di beberapa negara. Ia terakhir bertugas sebagai wakil tetap Republik Indonesia di PBB.

Tokoh nasional kelahiran Kesugihan, Cilacap, tanggal 5 Juni 1903, ini sempat bekerja di pengadilan negeri yang selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Bekerja di pengadilan digelutinya setelah tamat dari sekolah hukum pada tahun 1923. Setelah enam tahun bekerja sebagai pegawai di pengadilan negeri, pada tahun 1929 ia memutuskan berhenti, kemudian bermaksud mandiri dengan membuka kantor pengacara.

Sukarjo Wiryopranoto pun mendirikan kantor pengacara di Malang yang dinamainya Kantor Pengacara Wisnu. Sejak itu, perjalanan kariernya dengan cepat menanjak. Ia menjadi Wakil Walikota Malang sekaligus sebagai anggota Dewan Provinsi, sekaligus diangkat menjadi pengacara pada Pengadilan Tinggi Surabaya.

Peningkatan karier Sukarjo selanjutnya adalah di bidang politik. Pada tahun 1931, ia mulai aktif di bidang politik dengan menjadi anggota Volksraad. Di kemudian hari, bersama dr. Sutomo, ia mendirikan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI).

Aktif di bidang politik membuatnya semakin dekat dengan masyarakat. Melihat banyak pemuda yang tidak punya keahlian, maka untuk membina para pemuda, pada tahun 1934 ia membuat suatu gagasan dengan mendirikan Perkampungan Kerja. Dalam perkampungan itu, para pemuda dilatih menjadi ahli kayu, ahli besi, ahli pertanian, dan lain-lain.

Kegiatan di bidang politik meningkat sejak tahun 1936 setelah ia menjadi anggota Partai Indonesia Raya (Parindra). Sebagai anggota Parindra, ia sering berkunjung ke daerah-daerah, antara lain ke beberapa kota di Sumatera. Dalam sidang Volksraad tahun 1937, ia mengajukan mosi agar orang-orang Indonesia diberi kesempatan untuk menjadi walikota. Mosi itu didukung oleh sebagian besar anggota Volksraad, tetapi ditolak oleh Pemerintah Belanda.

Di samping aktif dalam Parindra, ia aktif pula sebagai sekretaris Gabungan Politik Indonesia (Gapi). Pada 22 Agustus 1940, Sukarjo menyampaikan seruan Gapi yang menuntut agar di Indonesia dibentuk parlemen, dan pemerintah bertanggung jawab kepada parlemen. Pada masa pendudukan Jepang, ia giat bergerak di bidang kewartawanan, memimpin surat kabar Asia Raya. Kegiatan itu dilanjutkan sesudah Indonesia merdeka dengan turut membina majalah Mimbar Indonesia.

Kegiatan di bidang politik dimulai kembali sesudah pengakuan kedaulatan. Ia pernah menduduki jabatan sebagai Duta Besar Rl di Vatikan, Duta Besar Luar Biasa untuk Italia dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Rakyat Cina. Pada tahun 1962 ia diangkat menjadi Wakil Tetap Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam jabatan itu ia berusaha mempengaruhi negara-negara lain agar membantu perjuangan Indonesia membebaskan Irian Barat dari penjajahan Belanda. Kala itu, ia juga sangat berjasa membantu pemerintahan Indonesia mencari dukungan negara lain dalam rangka pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda.

Ia meninggal dunia di New York 23 Oktober 1962. Jenazahnya dibawa ke Tanah Air dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Atas jasa-jasanya kepada negara, Sukarjo Wiryopranoto dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 342 Tahun 1962, tanggal 29 Oktober 1962. e-ti

Data Singkat
Sukarjo Wiryopranoto, Pengacara pada Pengadilan Tinggi di Surabaya / Diplomat Pembebas Irian Barat | Pahlawan | Pahlawan, Duta Besar, pengacara, Pahlawan Kemerdekaan Nasional

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here