Data Singkat
Willibrordus Surendra Broto Rendra, Sastrawan / Kepiawaian Si Burung Merak | 7 Nov 1935 – 6 Agts 2009 | Ensiklopedi | W | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, penyair, UGM, Sastrawan
Sunarti Suwandi (Nikah 31 Maret 1959 dikaruniai lima anak: Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta. Cerai 1981)
Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat (Nikah 12 Agustus 1970, dikaruniai empat anak: Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati. Cerai 1979)
Ken Zuraida (dikaruniai dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba).
Pendidikan:
American Academy of Dramatical Art, New York, USA (1967)
Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
SMA St. Josef, Solo
Karya-Karya:
Drama:
Orang-orang di Tikungan Jalan
SEKDA dan Mastodon dan Burung Kondor
Oedipus Rex
Kasidah Barzanji
Perang Troya tidak Akan Meletus
dll
Sajak/Puisi:
Jangan Takut Ibu
Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)
Empat Kumpulan Sajak
Rick dari Corona
Potret Pembangunan Dalam Puisi
Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta
Pesan Pencopet kepada Pacarnya
Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan)
Perjuangan Suku Naga
Blues untuk Bonnie
Pamphleten van een Dichter
State of Emergency
Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api
Mencari Bapak
Rumpun Alang-alang
Surat Cinta
dll
Kegiatan lain:
Anggota Persilatan PGB Bangau Putih
Penghargaan:
Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (1957)
1950: Pemerintah Indonesia menetapkan lambang negara Garuda Pancasila.
1981: Presiden AS Ronald Reagan ditembak dalam upaya pembunuhan di Washington D.C.
1856: Perang Krimea berakhir dengan penandatanganan Traktat Paris.
30 Maret
Orang pribumi yang pertama kali menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913, ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau. Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk "Indonesia") juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander ("pribumi") diganti dengan Indonesier ("orang Indonesia").