BIOGRAFI TERBARU

Continue to the category
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
More
    28.4 C
    Jakarta
    Trending Hari Ini
    Populer Minggu Ini
    Populer (All Time)
    Ultah Minggu Ini
    Lama Membaca: 3 menit
    Lama Membaca: 3 menit
    Lama Membaca: 3 menit
    Lama Membaca: 3 menit
    Beranda Berita Catatan Kilas Impian Roadmap Kongsi Misi Batak Global dan Silabus Teologi

    Impian Roadmap Kongsi Misi Batak Global dan Silabus Teologi

    Tantangan Gereja Batak Masa Depan (Penutup)

    0
    Murid Kelas Anugerah
    Lama Membaca: 3 menit

    Tantangan Gereja Batak Masa Depan (Penutup)

    Bagian penutup ini adalah penyusunan impian roadmap strategis lintas denominasi Gereja Batak dan formulasi silabus pendidikan tinggi teologi sebagai dua instrumen eksekutif yang diharapkan akan membumikan seluruh gagasan filosofis (visioner) Misi Balik Gereja Batak ke Barat ini ke dalam realitas kelembagaan dan operasional membumi.

    Impian ini secara nalar horisontal, melihat kondisi realitas Gereja-Gereja Batak hari ini, mungkin masih dipandang absurd, mustahil, hanya khayal, belum feasible, belum realistis. Tapi mungkin beberapa tahun ke depan, dalam perspektif supranalar, Gereja-Gereja Batak secara sungguh-sungguh akan berbenah diri melakukan lompatan impian dan lompatan iman, transformasi yang bisa mungkin terjadi atas anugerah dan kehendak Sang Immanuel, sehingga impian ini jadi kenyataan. Berikut impian idealnya (Keberanian dan kecerdasan iman untuk bermimpi dengan melek):

     

    Pertama, Roadmap Taktis 10 Tahun: Kongsi Misi Batak Global

    Belajar dari semangat Kongsi Misi Batak 1899 untuk menjangkau saudara-saudara di luar pusat Tanah Batak. 

     

    Fase I: Konsolidasi & Kelembagaan (Tahun 1–2) 

    • Pembentukan Konsorsium: Deklarasi bersama antar-pimpinan gereja “denominasi Batak” (HKBP, GBKP, HKI, GKPS, GKPI, GKPA, dsb.) untuk membentuk Kongsi Misi Batak Global (Batak Global Mission Board). Meneladani semangat Kongsi Misi Batak tempo dulu (1899).
    • Sensus & Mapping Diaspora: Pendataan menyeluruh terhadap akademisi, profesional, mahasiswa, dan keluarga diaspora Batak di Eropa dan Amerika Utara sebagai basis jaringan marketplace mission.
    • Reorientasi Kurikulum: Pembaruan kurikulum di STT/Universitas milik gereja-gereja Batak menuju paradigma Injil Perjanjian Baru, dan studi pengudusan budaya, serta studi masyarakat sekular,

     

    Fase II: Pilot Project & Inkubasi (Tahun 3–5)

    • Pusat Pelatihan Misi Global (Global Mission Center): Pembentukan lembaga sertifikasi dan inkubasi misionaris (pendeta dan awam/ruas) dengan fokus penguasaan bahasa, budaya, filsafat sekular, filsafat teologi dan konseling batin.
    • Pengutusan Perdana (Pilot Model): Pengiriman tim kolaboratif (1 pendeta/teolog + 2–3 profesional diaspora) ke pusat-pusat kota ter-sekularisasi di Eropa (misal: Amsterdam, Berlin, atau Frankfurt).
    • Aktivasi Ruang Perjumpaan Kultural: Penyelenggaraan forum seni, diskusi kebudayaan, dan dialog sains-iman di kota-kota tujuan.

     

    Fase III: Ekspansi & Sustainabilitas (Tahun 6–10)

    • Jaringan Gereja Komunitas Inklusif: Pelembagaan titik-titik persekutuan yang bersifat inklusif-multikultural (tidak eksklusif untuk suku Batak) di Barat.
    • Evaluasi & Reverse Mission Berkelanjutan: Pertukaran teolog, seniman, dan misionaris secara berkala yang didanai secara mandiri melalui jaringan tentmaking kaum awam (ruas) – Kongsi Misi Batak Global.

     

    Kedua, Draft Silabus: Sekularisme Barat & Dialektika Injil (3 SKS)

    Deskripsi Mata Kuliah: Mata kuliah ini dirancang untuk membekali calon pelayan Gereja Batak dengan pemahaman kritis-filosofis mengenai genesis, perkembangan, dan dampak sekularisme di dunia Barat. Mahasiswa didorong untuk mengartikulasi Injil Perjanjian Baru yang memerdekakan melalui dialektika spiritualitas batin Batak di tengah masyarakat Barat pasca-era Kekristenan. Bermakna dia mesti lebih dulu berkemampuan mengartikulasi Injil melalui dialektika spiritualitas batin dan nilai luhur Batak, supaya dia tau menghormati batin dan budaya orang lain. Sekali lagi, jangan mengulangi kesalahan misionaris Eropa di Tanah Batak.

     

    Capaian Pembelajaran:

    1. Mampu menganalisis akar sejarah dan filosofis pasca-Kekristenan (post-Christian era) di Barat.
    2. Mampu mengkritisi paradigma Taurat/legalistik internal dan merevitalisasi nilai Injil yang pasifis.
    3. Mampu merancang model pendekatan misi kontekstual, dialogis, dan berbasis pendekatan batin/hati.

     

    Advertisement

    Matriks Pokok Bahasan (16 Pertemuan):

     

    • Minggu 1–3: Genesis Sekularisme & De-Christianization Barat

      • Dari Era Pencerahan (Enlightenment) hingga Death of God Philosophy.
    • Sosiologi Agama: Mengapa gereja-gereja di Eropa kosong? (Analisis Charles Taylor & Just Havelaar).

     

    • Minggu 4–6: Anatomi Manusia Sekular & Krisis Eksistensial

      • Rasionalisme dingin, individualism, dan wabah kesepian (loneliness epidemic) masyarakat modern.
    • Batas-batas logika linier: Mengapa pendekatan apologetika dogmatis-konvensional gagal.

     

    • Minggu 7–8: Evaluasi Kritis Sejarah Misi di Tanah Batak
    • Dekompresi pengultusan figur misi; membedakan Paradigma Taurat vs Paradigma Injil.
    • Studi komparatif: Pendekatan kelembagaan formal vs keteladanan batin (Miss Hester Needham).

     

    • Minggu 9–11: Dialektika Teologis & Spiritualitas Batin Batak
    • Reorganisasi pemikiran dari Legalistik (PL) ke Keselamatan Kasih (PB).
    • Pengintegrasian spiritualitas batin, tondi, dan kekitaan intersubjektif sebagai tawaran pemulihan bagi jiwa yang dahaga.

     

    • Minggu 12–14: Metodologi & Hermeneutika Reverse Mission
      Marketplace Mission: Peran Ruas, sains, dan profesional di ruang publik.
    • Komunikasi dialogis, seni kultural, dan konseling eksistensial tanpa nada menggurui.

     

    • Minggu 15–16: Penyusunan Proyek Strategi Misi

      • Presentasi rancangan model pelayanan kontekstual untuk satu kota sekular di Eropa/Amerika.

     

    Ikhtiar: Itulah gagasan konsep idealnya “Mimpi” Misi Balik (Reverse Mission) Gereja Batak ke Dunia Barat yang terinspirasi dari khotbah Ephorus HKBP pada Kebaktian Raya dan Perjamuan Kudus 165 Tahun HKBP di GBK Senayan, Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026.

    Apakah gagasan Reverse Mission ini bisa terjadi? Rasanya melihat realitas kondisi hari ini masih sangat jauh panggang dari api. Namun bisa mungkin saja itu terjadi jika Gereja-Gereja Batak, khususnya HKBP, terlebih dahulu secara sungguh-sungguh dan berhasil menyelesaikan pergumulan internalnya, yang antara lain, masih terjebak pada pengultusan sejarah, konflik kelembagaan, dan masih berparadigma Taurat yang legalistik, serta masih suam-suam dalam penjunan iman yang teruji, merdeka, dan sungguh-sungguh berparadigma Injil Perjanjian Baru.

    Namun di atas semua kondisi realitas dan impian itu – supranalar – ada power penyerahan diri total sebagai antena penerima sinyal siaran anugerah Api Roh Kudus yang turun dari Surga, Langit ni Langitan, yang tidak terjangkau nalar horisontal dunia. (Tamat)

     

    Ch. Robin Simanullang, penulis buku “Hita Batak: A Cultural Strategy” –  Buku Trilogi Omnibus Kebatakan, Penegak Citra Hulu Eksistensial Batak dalam Orde Hidup Baru; dan buku “Supranalar Melampaui Batas Langit Logika”; serta buku “Supranalar: Karakteristik dalam Alkitab”.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini