Konfiden, Ganjar Menang Satu Putaran

Realistis atau Suatu Gertakan Gombal?

[ Petugas Partai Ideologis ] [ Walikota Terbaik Dunia ] [ Fenomena Sang Pelayan ] [ Ganjar Pranowo ] [ Joko Widodo ] [ Mbak Pendiam itu Emas ]
 
0
167
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Capres Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo: Ayo menangkan Pemilu 2024

Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang

Ganjar Pranowo, bakal calon presiden (Capres) dari PDIP berkeyakinan akan memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 hanya dalam satu putaran. Hal itu disampaikan Ganjar dengan sangat konfiden setelah mendapat dukungan resmi dari Partai Perindo Jumat 9 Juni 2024. Apa yang mendasari keyakinan Ganjar tersebut?. Apakah itu realistis? Atau hanya suatu gertakan gombal?

Semula saya berpandangan, masih tidak mudah mengatakan keyakinan Ganjar akan memenangkan Pilpres dalam satu putaran itu realistis. Setidaknya hal tersebut terindikasi dari hasil beberapa lembaga survei yang belum menunjukkan elektabilitas Ganjar telah menempati keunggulan signifikan. Bahkan dalam bulan Mei 2023 ada kecenderungan elektabilitas Ganjar sedikit menurun, sementara elektabilitas Prabowo Subianto (Bacapres Gerindra) cenderung naik. Sementara, Anies Baswedan (Bacapres Nasdem) tidak mudah untuk disepelekan kendati elektabilitasnya semakin rendah.

Lalu mengapa Ganjar begitu percaya diri menyatakan akan memenangkan Pilpres satu putaran? Jawaban pertanyaan ini sedikit diungkapkan Ganjar dalam pernyataan singkatnya ketika mendapat dukungan resmi dari Perindo. Dukungan Perindo itu ditandatangani secara resmi oleh Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam dokumen kerjasama politik PDIP dan Perindo di hadapan para elit kedua Parpol di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Jumat 9 Juni 2024.

Saat itu Ganjar mengatakan, bahwa PDIP telah membuat peta jalan strategi menuju pemenangan Pilpres 2024. Tentu, peta itu bisa digunakan oleh semua partai pendukung. “Kalau itu terjadi, mimpi pendiri bangsa, Bung Karno akan terjadi. Dan ini butuh kekuatan besar di antara partai-partai untuk bisa bekerja sama seperti hari ini antara PDI Perjuangan dengan Perindo,” jelas Ganjar.

Ganjar tidak menjelaskan seperti apa roadmap strategi menuju pemenangan Pilpres 2024 PDIP itu. Namun dari sumber A1 membocorkan bahwa Presiden Jokowi sebagai kader mumpuni PDIP mengemban peran penting dalam percaturan strategi pemenangan Pilpres satu putaran tersebut.

STRATEGI PILPRES 2024 Ketua Umum PDIP Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu empat mata selama tiga jam di Istana Merdeka Sabtu 1832023

Diawali diskusi empat mata Megawati-Jokowi di Istana Batu Tulis, Bogor, Sabtu (8/10/2022), dan dimantapkan dalam pertemuan empat mata di Istana Merdeka, Sabtu (18/3/2023), satu bulan sebelum pendeklarasian secara resmi Capres Ganjar Pranowo di Istana Batu Tulis, Jumat (21/4/2023). Dalam dua pertemuan sebelum deklarasi itu, Jokowi dan Megawati saling berusaha meyakinkan bahwa PDIP akan hatrick jika mencalonkan Ganjar dengan berbagai alasan dan perhitungan realistis. Setelah sepakat, konon Megawati dan Jokowi pun bersalaman dan secara terbuka foto berdua. Suatu simbol diawalinya percaturan strategi PDIP pemenangan Pilpres 2024, dengan peran strategis masing-masing. Dimana hal itu menjadi bagian pokok strategi roadmap pemenangan yang sedikit diungkap oleh Ganjar dalam pidatonya tersebut.

Seperti apa ditail strategi itu adalah menjadi rahasia Jokowi dan Megawati sebagai ‘petugas partai’ PDIP. Namun, salah satu yang akan terbuka, disebut seorang sahabat di lingkungan PDIP, bahwa pada waktunya yang tepat, PDIP akan menugaskan Jokowi sebagai salah seorang kader mumpuni menjadi Juru Kampanye Pemenangan Pemilu (Pilpres dan Pileg) serentak 2024. Di antaranya, Jokowi akan berkampanye di Stadion Bung Karno Senayan, Jakarta.

Wah, tentu hal tersebut akan menjadi suatu strategi yang dahsyat, mengingat tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden Jokowi yang telah mencapai rekor 82 persen.

Informasi strategi PDIP dalam pemenangan Pemilu 2024 tersebut berkorelasi dengan penegasan Presiden Jokowi kepada para pemimpin redaksi dan konten kreator di Istana Negara, Senin, 29 Mei 2023; yang menegaskan bahwa dia sebagai pejabat politik akan cawe-cawe dan tidak akan netral dalam Pilpres 2024 demi keberlanjutan kepemimpinan nasional. Dia menegaskan langkah itu dilakukan untuk kepentingan negara, bukan untuk kepentingan praktis, pribadi atau golongan. Dalam kaitan itu, diia pun berkeyakinan aparat negara tidak akan salah menafsirkan pernyataannya untuk bertindak mendukung salah satu calon. Hal itu sudah terbukti ketika Jokowi sendiri tampil sebagai Capres pada Pilpres 2019.

Advertisement

Itu adalah penegasan secara terbuka. Sementara, secara tertutup, di balik layar, disebut Presiden Jokowi akan cawe-cawe dalam mempengaruhi para pimpinan Parpol dalam memberi dukungan kepada Capres Ganjar Pranowo. Termasuk dukungan Perindo, sangat sulit memisahkannya dari adanya faktor Presiden Jokowi. Demikian juga PPP dan Hanura; dan mungkin dua-tiga Parpol lainnya yang akan segera menyusul, di antaranya ‘partai hijau’ yang mengindikasikan PKB, sebagaimana diungkap oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Sementara satu Parpol lagi yakni PSI sudah mendahului PDIP menyatakan dukungan kepada Ganjar, walaupun belum menandatanganinya secara resmi bersama PDIP. PSI tampaknya masih terlalu muda untuk melakukan manuver politik.

Maka jika menyelisik strategi di atas, kepercayaan diri Ganjar akan memenangkan Pilpres 2024 satu putaran tidaklah berlebihan, bahkan boleh dikatakan berada dalam lajur realistis. Juga tidak sekadar gertakan gombal, melainkan bermakna suatu gertakan multimakna. Baik kepada parpol yang belum secara resmi menyatakan dukungan kepada salah satu bakal Capres maupun kepada Parpol yang sudah membentuk koalisi untuk berpikir ulang; juga gertakan kepada Bacapres kompetitor Prabowo Subianto maupun Anies Baswedan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here