Catatan Kilas

Populer (All Time)

Sesakit Apapun, Tetap Kawal Jokowi

Spanduk 'Turunkan Jokowi Sekarang Juga' sempat bertebaran di Solo...

Surat Kepada Presiden

Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang Saya mendapat kesan bahwa Menkopolhukam...

Menikmati Sholat Id di Al-Zaytun

Sudah duapuluh tahun saya selalu menghadiri, mengikuti dan menikmati...

Syaykh Al-Zaytun: Cek Kosong, Negara Tanpa GBHN

Saat ini, Presiden Republik Indonesia memimpin negara laksana seorang...

Kampus Kecerdasan Iman

Al-Zaytun menggelar kuliah umum bertajuk: “The Protestant Reformation: What...

Populer Minggu ini

Al-Zaytun Incompatible NII

Catatan Kilas Ch Robin Simanullang Sesungguhnya, sejak awal saya tidak...

NII Sempalan Bentukan CIA-BAKIN dan Golkar

Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang Tapi anehnya (menariknya), di lain...

Al-Zaytun dan Pusaran Kontroversi

Oleh Ch. Robin Simanullang: Sholat Id 1444 H di...

Sesakit Apapun, Tetap Kawal Jokowi

Spanduk 'Turunkan Jokowi Sekarang Juga' sempat bertebaran di Solo...

Omdo WBK Kementan

Sejak 2008, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyatakan diri sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan sekaligus melakukan Aksi Pakta Integritas. KPK pun mendukung dan bahkan memberi 'penghargaan' sebagai peringkat pertama kementerian berintegritas terbaik pada 2009-2010. Ternyata, WBK dan pakta integritas itu bodong, alias Omdo (Omong Doang). Oleh Ch. Robin Simanullang

Trending Hari Ini

Rekor Unik PDI Perjuangan

Catatan kilas jalan perjuangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)...

Terimakasih Mbak Mega

Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang Matur Nuwun, Mauliate Mbak Mega,...

Paradigma Think Win/Win: Budi Gunawan Berkhidmat Pusaran Aliran Air

Oleh Ch. Robin Simanullang Pandangan para filsuf, cendekia dan orang-orang...

Sesakit Apapun, Tetap Kawal Jokowi

Spanduk 'Turunkan Jokowi Sekarang Juga' sempat bertebaran di Solo...

Presiden SBY Lecehkan DPR

Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang (05/03/2010): Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Kamis malam 4 Maret 2010, terasa sangat melecehkan Keputusan Rapat Paripurna DPR tentang hasil akhir Pansus Hak Angket Bank Century. Pidato itu disampaikan dengan bahasa yang terkesan halus dan sopan tetapi sesungguhnya secara substantif sangat kasar dan melecehkan.

DAFTAR ARTIKEL

AHY, Pemimpin Masa Depan

Apakah Anda sudah mengenal Agus Harimurti Yudhoyono yang akrab disapa AHY? Mungkin dari nama belakang­nya, Anda...

Syaykh Al-Zaytun: Cek Kosong, Negara Tanpa GBHN

Saat ini, Presiden Republik Indonesia memimpin negara laksana seorang yang dipercayai dan diberikan cek kosong. Terserah...

SBY dan Peluang Prabowo

Capres Gerindra, Prabowo Subianto, membuka peluang menjadi pesaing sepadan petahana Jokowi setelah SBY menyatakan dukungannya. Dukungan...

Alot, Siapa Cawapres!

Jokowi dan Prabowo hampir dipastikan akan maju sebagai Capres 2019. Yang alot adalah siapa Cawapres pendamping...

Tokoh Hebat Pesaing Jokowi

Ulasan ringan dan singkat ini sebuah prediksi bukan fiksi. Kebalikan dari novel Armada Hantu (Ghost Fleet)...

Prabowo Merujuk Novel Armada Hantu

Betapa lugunya kita, jika merujuk buku novel fiksi berjudul 'Armada Hantu: Novel Perang Dunia Berikutnya' (Ghost...

Kampus Kecerdasan Iman

Al-Zaytun menggelar kuliah umum bertajuk: “The Protestant Reformation: What Was It About and Why Is It...

Indonesia, Mestinya Adidaya

Indonesia mestinya menjadi negara adidaya. Posisi geografisnya strategis, tanahnya subur, kekayaan alamnya melimpah, dan potensi penduduknya...

KPK Berpotensi Abuse of Power

Catatan Kilas: Ada 11 temuan sementara DPR melalui Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus...

E-KTP, Korupsi Sistemik

Kali ini, KPK secara parsial1] mulai mengungkap korupsi sistemik. Membongkar kasus mega korupsi e-KTP yang cukup ‘sempurna’sebagai model korupsi sistemik yang telah lama menggurita di negeri ini.Catatan: Ch. Robin Simanullang

Suara Pemilih Kebhinnekaan

Siapa pemilih Ahok-Djarot? Mereka umumnya adalah para pemilih (rakyat) yang toleran dan menghargai kemajemukan (Pancasila). Sementara mereka yang intoleran dan bersikap anti atau ambivalen terhadap kemajemukan (Pancasila) sangat kecil kemungkinannya memilih Ahok-Djarot.

Menanti Vonis yang Adil dan Saintifik

Proses peradilan kasus dugaan penistaan agama yang didakwakan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta (cuti), menyita perhatian publik. Bagaimana prinsip equality before the law ditegakkan dalam proses peradilan ini? Akankah ada keputusan yang adil dan saintifik? Catatan: Ch. Robin Simanullang Wartawan TokohIndonesia.com

Advertisement

spot_img