Haedar Nashir Rilis Buku “Jalan Baru Moderasi Beragama”

 
0
38
Haedar Nashir 66 Tahun
Haedar Nashir dan Jusuf Kalla saat peluncuran buku berjudul ”Jalan Baru Moderasi Beragama: Mensyukuri 66 Tahun Haedar Nashir”, yang dirilis di Auditorium Perpustakaan Nasional, Senin, 4 Maret 2024 (Foto: IG @haedarnashirofficial)

Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, secara resmi meluncurkan sebuah buku yang menggambarkan pemikirannya yang melibatkan 23 penulis. Acara peluncuran buku yang berjudul “Jalan Baru Moderasi Beragama: Mensyukuri 66 Tahun Haedar Nashir” berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, pada Senin (4/3/2024) malam.

Fajar Riza Ul Haq, Ketua LKKS PP Muhammadiyah dan editor buku tersebut, menjelaskan bahwa buku ini ditulis oleh para pakar dan penulis lintas agama sebagai respons terhadap dinamika politik menjelang Pemilu 2024. Menurut Fajar, Haedar Nashir muncul sebagai tokoh yang mengusung pemikiran politik kebangsaan moderat, atau yang sering disebut sebagai jalan tengah.

Fajar menyebutkan bahwa Haedar Nashir telah aktif memelihara moderasi di tengah gejolak politik masyarakat, terutama menjelang Pemilu 2024. Dia menyoroti bagaimana Haedar Nashir berhasil menjaga agar Muhammadiyah tetap netral dalam urusan politik elektoral sementara. Pemikiran Haedar juga menginspirasi agar organisasi tersebut berperan sebagai jangkar untuk menjaga kesatuan masyarakat, meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-66 Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta peluncuran buku yang berisi gagasannya. Jokowi memuji Haedar sebagai tokoh yang mempromosikan semangat moderasi di tengah keragaman agama di Indonesia.

Jokowi menekankan bahwa pemikiran Haedar Nashir dalam menyikapi masalah kebangsaan adalah contoh yang patut diteladani. Dia menggambarkan semangat moderasi yang dimiliki Haedar sebagai upaya mencari keseimbangan dan solusi tengah, yang sangat diperlukan dalam merawat persatuan dan persaudaraan di Indonesia yang majemuk.

Selain Jokowi, acara peluncuran buku ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh terkemuka seperti Jusuf Kalla, Susi Pudjiastuti, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya seperti Kapolri Listyo Sigit, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Ada juga Uskup Agung Jakarta Kardinal Suharyo, Ketua Umum PGI Pdt Gomar Gultom, CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama, wartawan senior Kompas Budiman Tanuredjo, dan sebagainya. Keberadaan tokoh-tokoh tersebut menegaskan pentingnya pemikiran Haedar Nashir dalam konteks kebangsaan dan agama di Indonesia. (pan, red)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini