Moeldoko: UU Ciptaker untuk Wujudkan Indonesia Maju

Must Read

Selamat Jalan Pak Jakob Oetama!

Jakarta - Keluarga besar pers Indonesia sedang mengalami kehilangan yang sangat besar. Jurnalis senior dan tokoh pers nasional Jakob...

Budiman Sudjatmiko Tawarkan Konsep Trisakti ABC

Jakarta - Politisi Budiman Sudjatmiko mengusulkan satu gagasan dalam menyambut 100 tahun Indonesia merdeka di tahun 2045. Gagasan ini...

Kisah Islam Masuk Tanah Batak

Oleh: Ch. Robin Simanullang Agama Islam sudah lebih dulu masuk ke Tanah Batak sebelum misionaris Kristen dan penjajah Belanda. Perihal...

Jakarta – Di tengah berbagai pro kontra tentang Undang-Undang Cipta Kerja, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menekankan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja diarahkan untuk menghadapi kompetisi global dan sudah sejalan dengan janji Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan Indonesia Maju.

Menurut Moeldoko, Presiden ingin membangun sumber daya manusia sebagai prioritas. Kedua, menyiapkan infrastruktur berkelanjutan untuk menjamin konektivitas antarwilayah agar menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat. Ketiga, mempercepat reformasi birokrasi, Keempat, membenahi regulasi di bidang perizinan. Kelima, mempercepat transformasi ekonomi.

UU Cipta Kerja ini hadir untuk menjawab semua tantangan tersebut termasuk untuk menghadapi kompetisi global. Hal ini disampaikan Moeldoko dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Dia mengatakan masyarakat sering mengeluhkan pelayanan birokrasi yang lamban, berbelit, menyebalkan, serta banyaknya regulasi yang tumpang-tindih. Hal ini turut membuat tidak adanya kepastian bagi siapa pun, termasuk investor.

Dia menekankan peringkat kompetitif Indonesia ada di bawah Malaysia dan Thailand. Menurut Moeldoko, Presiden malu melihat kondisi ini, dan Presiden menginginkan Indonesia bisa maju dalam kompetisi global.

Itulah sebabnya, Moeldoko menyayangkan banyak tokoh belum memahami isi Undang-Undang Cipta Kerja, namun sudah menolak undang-undang tersebut.

“Saya lihat banyak tokoh yang sesungguhnya belum memahami isi sepenuhnya, tapi keburu menolak. Padahal saat ini yang dibutuhkan adalah sebuah persatuan,” ujar Moeldoko.

Moeldoko mengatakan UU Cipta Kerja ini bukan untuk menyingkirkan pemikiran tertentu. Dia menekankan banyak orang berpandangan UU Cipta Kerja merugikan, padahal undang-undang ini membuka kesempatan yang luar biasa bagi pengusaha kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi.

“Mereka yang tadinya mengurus perizinan panjang dan berbelit, nanti cukup lewat satu pintu saja. Sekali saja. Jadi jangan buru-buru komplain berlebihan padahal belum memahami penuh, isi dan substansi dari versi terakhir UU Cipta Kerja ini,” ucap dia menegaskan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Selamat Jalan Pak Jakob Oetama!

Jakarta - Keluarga besar pers Indonesia sedang mengalami kehilangan yang sangat besar. Jurnalis senior dan tokoh pers nasional Jakob...

Budiman Sudjatmiko Tawarkan Konsep Trisakti ABC

Jakarta - Politisi Budiman Sudjatmiko mengusulkan satu gagasan dalam menyambut 100 tahun Indonesia merdeka di tahun 2045. Gagasan ini ditujukan bagi kaum muda masa...

Kisah Islam Masuk Tanah Batak

Oleh: Ch. Robin Simanullang Agama Islam sudah lebih dulu masuk ke Tanah Batak sebelum misionaris Kristen dan penjajah Belanda. Perihal kapan (waktu) dan siapa yang...

Adik Gus Dur, KH Hasyim Wahid Wafat

Jakarta - Adik bungsu almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Wahid, meninggal dunia, Sabtu, pukul 04.18 WIB di RS Mayapada, Jakarta. Wakil Ketua...

Sastrawan dan Budayawan Ajip Rosidi Tutup Usia

Magelang - Sastrawan dan budayawan Ajip Rodisi berpulang pada usia 82 tahun, Rabu, sekitar pukul 22.30 WIB. Suami dari Nani Wijaya ini meninggal setelah...

Follow Us on Facebook

26,817FansSuka

More Articles Like This