Berharap mendapat hadiah Nobel Perdamaian, atau setidaknya untuk mendapat pujian internasional, Presiden BJ Habibie melepas Timor Timur dari pangkuan Ibu Pertiwi dengan memberi opsi merdeka kepada rakyat Timtim melalui jajak pendapat.
Anomali dukungan partai politik (parpol) kepada calon perseorangan (independen) dalam Pilkada tidak terlarang. Walaupun hal itu akan menimbulkan pertanyaan tentang eksistensi parpol tersebut, baik secara ideologis, tujuan dan terutama basis massanya.Catatan: Ch. Robin SimanullangWartawan TokohIndonesia.com
Survei Pilkada DKI Jakarta yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) pada 2-7 April 2012, yang juga hasilnya diragukan beberapa pihak menempatkan pasangan incumbent Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli (Foke-Nara) masih mengungguli lima pasangan lainnya.
Yogyakarta 3/5/2011: Pancasila sebagai ideologi negara kini tengah mendapat ujian. Timbul pertanyaan apakah kita ini masih ber-Pancasila atau tidak? Bahkan sekarang kita sepertinya sudah kehilangan pemimpin yang Pancasilais.
Enam partai politik (parpol) bergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014. Mereka mengikatkan diri dengan kesepakatan kontrak dan tata etika yang ditandatangani pada 15 Oktober 2009 dan diperbarui pada 23 Mei 2011.
TI 18/10/2011 | Setelah lelah menyaksikan drama politik wacana dan pemanggilan calon menteri dan calon wakil menteri di Puri Cikeas Indah, Bogor dan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, selama hampir satu bulan, publik akhirnya disuguhi pengumuman susunan Kabinet Indonesia Bersatu II hasil reshufle oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyonodi Istana Merdeka, Jakarta, pukul 20.00, Selasa (18/10/2011).
Demi membuka peluang terpilih, pasangan Capres-Cawapres yang diusung Gerindra, PPP, PAN, PKS, Golkar dan PBB (Koalisi Merah Putih) Prabowo Subianto - Hatta Rajasa juga menggalang dukungan dari berbagai ormas, di antaranya Forum Ormas Bersatu (FOB) yang terdiri dari FBR, FPI, dan PP.
Remontada From Within, Novum Gradum: Trilogi Revolusi Pendidikan. 79 Tahun Syaykh Al-Zaytun
KEARIFAN 'MENGIMANI' PANCASILA
Apa kearifan-kearifan yang...