Teten Masduki: UMKM Perlu Go Digital

Must Read

Selamat Jalan Pak Jakob Oetama!

Jakarta - Keluarga besar pers Indonesia sedang mengalami kehilangan yang sangat besar. Jurnalis senior dan tokoh pers nasional Jakob...

Budiman Sudjatmiko Tawarkan Konsep Trisakti ABC

Jakarta - Politisi Budiman Sudjatmiko mengusulkan satu gagasan dalam menyambut 100 tahun Indonesia merdeka di tahun 2045. Gagasan ini...

Kisah Islam Masuk Tanah Batak

Oleh: Ch. Robin Simanullang Agama Islam sudah lebih dulu masuk ke Tanah Batak sebelum misionaris Kristen dan penjajah Belanda. Perihal...

Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa OECD memprediksi 50 persen UMKM terancam kolaps dalam dua bulan ke depan. Hal itu ia sampaikan dalam acara Webinar UMKM bertema Transformasi Digital UMKM, Kamis, 9 Juli 2020.

“Hal ini perlu kita waspadai bersama, dengan mempersiapkan diri menghadapi The New Normal. Kami memperoleh gambaran dari beberapa e-commerce bahwa UMKM yang mampu bertahan di masa pandemi adalah UMKM yang melakukan re-purposing product dalam kegiatan usahanya,” kata Teten Masduki. UMKM juga mesti memanfaatkan momentum saat ini untuk masuk ke dunia digital.

Dia mengaku sudah mendapatkan arahan dari Presiden Jokowi agar pada 2020 bisa tercapai 10 juta UMKM Go Online atau ada penambahan 2 juta dari kondisi awal 2020.

Ini artinya, kata Teten, digitalisasi adalah langkah antisipasi yang tepat dalam menghadapi proyeksi akan kolapsnya bisnis UMKM.

Sejauh ini, strategi Kementerian Koperasi dan UKM dalam menghadapi pandemi dibagi menjadi fase-fase seperti pandemi, normal baru, dan keberlanjutan.

“Diperlukan kolaborasi semua pihak baik kementerian/lembaga, dunia usaha, akademisi agar seluruh inisiasi dapat dilakukan secara komprehensif dan memastikan produk UMKM menguasai pasar nasional dan global,” kata Teten Masduki.

Berkat berbagai upaya yang sudah dilakukan oleh pihaknya, sejak 14 Mei 2020 ada penambahan 789.116 unit UMKM yang masuk ke ekosistem digital dari target 2 juta UMKM.

Menurut Teten, ada dua hal penting dalam digitalisasi yaitu memperluas akses pasar serta memperbaiki proses bisnis.

“Tentu pemerintah perlu berperan dalam akselerasi kedua aspek tersebut. Baik melalui penyiapan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas SDM-nya, hingga aspek promosi dan pemasaran serta kegiatan lainnya,” kata Teten Masduki.

Beberapa di antara program peningkatan kapasitas SDM antara lain EDUKUKM, Pelatihan e-commerce, seri webinar dan SPARC Campus serta Pahlawan Digital UKM. (Ant)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Selamat Jalan Pak Jakob Oetama!

Jakarta - Keluarga besar pers Indonesia sedang mengalami kehilangan yang sangat besar. Jurnalis senior dan tokoh pers nasional Jakob...

Budiman Sudjatmiko Tawarkan Konsep Trisakti ABC

Jakarta - Politisi Budiman Sudjatmiko mengusulkan satu gagasan dalam menyambut 100 tahun Indonesia merdeka di tahun 2045. Gagasan ini ditujukan bagi kaum muda masa...

Kisah Islam Masuk Tanah Batak

Oleh: Ch. Robin Simanullang Agama Islam sudah lebih dulu masuk ke Tanah Batak sebelum misionaris Kristen dan penjajah Belanda. Perihal kapan (waktu) dan siapa yang...

Adik Gus Dur, KH Hasyim Wahid Wafat

Jakarta - Adik bungsu almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Wahid, meninggal dunia, Sabtu, pukul 04.18 WIB di RS Mayapada, Jakarta. Wakil Ketua...

Sastrawan dan Budayawan Ajip Rosidi Tutup Usia

Magelang - Sastrawan dan budayawan Ajip Rodisi berpulang pada usia 82 tahun, Rabu, sekitar pukul 22.30 WIB. Suami dari Nani Wijaya ini meninggal setelah...

Follow Us on Facebook

26,818FansSuka

More Articles Like This