Hentikan Fitnah Al-Zaytun

 
0
207

Hentikan Fitnah Al-Zaytun

[TOPIK PILIHAN] – KEADILAN Aksi Damai MIM – Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) yang melakukan aksi damai di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 14/7/2011 meminta penghentian fitnah kepada Panji Gumilang sebagai pimpinan Ponpes Al-Zaytun. Koordinator aksi, Eko Prayitno mengatakan pemberitaan yang menyudutkan Panji Gumilang sebagai pimpinan Ponpes Al-Zaytun dan para santri yang kini belajar di pesantren itu selama ini sangat tidak adil.

Eko mengatakan hal ini perlu diluruskan dan jangan sampai ada fitnah. “Hari ini saya difitnah. Perlu ditegaskan bahwa tidak ada kaitannya NII dengan MIM dan aksi ini,” ucap Eko kepada pers di lokasi berkumpulnya massa, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Kamis (13/7/2011).

Eko menjelaskan bahwa MIM merupakan kumpulan organisasi dan masyarakat Indonesia yang ingin dan sedang membangun bangsa Indonesia. Mereka terdiri dari simpatisan di luar Pondok Pesantren Al-Zaytun dan ada juga para santri dan wali santri yang merasa disudutkan dengan dikaitkan dengan gerakn NII. Wali santri di Ponpes Al-Zaytun, Indramayu, itu mempertanyakan mau dibawa kemana kerangka berpikir bangsa ini? “Kami tidak ada kaitannya dengan NII,” tegas Eko.

Eko Prayitno, mengatakan, informasi yang mengaitkan Pondok Pesantren Al-Zaytun dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 adalah tidak benar. Sebagai wali santri, Eko mengatakan anaknya dididik sama seperti pesantren pada umumnya. “Proses belajar mengajar di Al-Zaytun sama dengan tempat lainnya,” ujar Eko. Dia mengatakan, sebagai wali santri yang anaknya juga turut mengenyam proses pendidikan di Al-Zaytun, melihat sendiri bahwa proses belajar dilakukan sesuai dengan yang diamanatkan Kementerian Pendidikan Nasional.

“Saya tidak ingin anak saya lulus dari sana dan dicap negatif masyarakat dan akhirnya nasibnya nggak jelas. Aksi kami ini demi anak bangsa, saya bela demi anak bangsa, jangan sampai rusak (oleh) kabar-kabar yang tidak jelas,” katanya.

Eko Prayitno, mengatakan, informasi yang mengaitkan Pondok Pesantren Al-Zaytun dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 adalah tidak benar. Sebagai wali santri, Eko mengatakan anaknya dididik sama seperti pesantren pada umumnya. “Proses belajar mengajar di Al-Zaytun sama dengan tempat lainnya,” ujar Eko. Dia mengatakan, sebagai wali santri yang anaknya juga turut mengenyam proses pendidikan di Al-Zaytun, melihat sendiri bahwa proses belajar dilakukan sesuai dengan yang diamanatkan Kementerian Pendidikan Nasional.

“Mereka belajar mengikuti pemerintah. Tidak ada perbedaan. Dan tidak ada¬† radikalisme yang diajarkan, tidak ada pula satu pun alumnus Al-Zaytun yang menjadi teroris,” tegas Eko. Dia menjamin bahwa proses pendidikan agama di Al-Zaytun juga mengikuti agama Islam pada umumnya. “Saya berani menjamin. Dia (santri) adalah anak bangsa yang akan membangun bangsa ini. Mohon diluruskan,” ujarnya.

Menurut Eko, pemberitaan yang mengaitkan Al-Zaytun dengan gerakan NII KW 9 telah merugikan peserta didik Al-Zaytun dan berpengaruh pada proses belajar mengajar di dalamnya. “Kami semua ingin meluruskan pandangan-pandangan yang salah terhadap kami di sini. Kami selalu sesuai dengan pemerintah, kami tunduk dengan pemerintah dan kepada presiden,” ujarnya.

Sekitar 50.000 massa yang tergabung dalam Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) melakukan aksi damai di Jakarta, Kamis (14/7/2011) menuntut penghentian Pendzaliman Terhadap Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang dan juga Ustaz Abdul Halim. Mereka membawa spanduk berisikan pesan, antara lain: “Berikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Zaytun Keadilan dan Jangan Terus Difitnah karena Mereka Sedang Mengemban Amanah Bangsa dan Negara, Mendidik dan Mencerdaskan Bangsa”.

Orasi di Mabes Polri
Setelah melakukan long march dari Lapangan Parkir Timur Senayan, puluhan ribuan massa Masyarakat Indonesia Membangun (MIM), Kamis (14/7/2011), tiba di lapangan Bhayangkara, Mabes Polri. Di tempat itu mereka berorasi menuntut keadilan terhadap Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Syaykh Panji Gumilang dan juga Ustaz Abdul Halim. Mereka menyampaikan tuntutan penangguhan penahanan Ustaz Abdul Halim dan rehabilitasi terhadap Panji Gumilang.

Akibat banyaknya massa MIM, tidak tertampung di lapangan Bhayangkara sehingga sampai luber ke luar Jalan Trunojoyo. Akibatnya, polisi menutup sepanjang Jalan Trunojoyo baik dari arah Kejaksaan Agung maupun dari arah Blok M.

Pihak kepolisian tampak melakukan pengawalan ketat dengan membuat pagar manusia mengelilingi lapangan Bhayangkara, tempat para demonstran berkumpul. Begitu pula di depan Mabes Polri, yang terletak persis di depan lapangan Bhayangkara, para personel Brimob juga berjaga dengan membawa tameng. Kepolisian juga sudah menyiapkan kendaraan taktis (rantis) di sekitar lokasi demonstrasi. Tampak kawat berduri dan nobil barakuda bertengger di dekat lapangan. Berita TokohIndonesia.com | rbh

ENSIKONESIA – ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA

 

Tokoh Terkait: AS Panji Gumilang, Timur Pradopo, | Kategori: Topik Pilihan – KEADILAN | Tags: al-zaytun, polisi, Keadilan, MIM

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here