Bulat, Capres atau Cawapres PPP

[ Suryadharma Ali ]
 
0
103
Suryadharma Ali
Suryadharma Ali | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Musyawarah Kerja Nasional II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Bandung memancarkan strategi politik tingkat tinggi. Mukernas PPP tersebut dengan cerdas menetapkan secara bulat kader terbaiknya (Ketua Umumnya) Suryadharma Ali (SDA) sebagai sebagai satu-satunya Capres atau Cawapres 2014. Serta dengan bijak menilai enam nama tokoh lainnya pantas dan patut sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019. Ada sembilan alasan memilih SDA untuk memimpin Indonesia yang rahmatan lil alamin.

Dalam pemberitaan pers, Mukernas II PPP di Hotel Gran Preanger, Bandung, 7-9/2/2014, berlangsung amat alot, terutama dalam agenda penetapan dan pendeklarasian bakal Capres/Cawapres. Hal ini bermula, saat sebanyak 26 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengadakan rapat internal pada Sabtu (8/2/2014) dini hari serta menandatangani kesepakatan menolak pendeklarasian calon Presiden dan Wapres dalam forum Mukeras II tersebut.

Kepada pers, Sabtu siang (8/2), Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan Amir Uskara menyatakan mayoritas (sebanyak 26) DPW PPP, kecuali Bengkulu, Aceh, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bali, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara, menolak rencana pendeklarasian Ketua Umum PPP Suryadharma Ali sebagai calon tunggal presiden pada saat ini. “Kami sepakat untuk tidak ada deklarasi dan fokus pada bagaimana pemenangan Pileg,” ujar Amir.

Karena, menurut Amir, pendeklarasian capres PPP saat ini dinilai akan menyulitkan PPP saat memutuskan untuk berkoalisi, jika tidak memeroleh ambang batas presidential threshhold sampai 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional. “Kalau nanti terpaksa koalisi, dan hasil bargaining tidak sesuai dengan apa yang dideklarasikan, berarti mementahkan Mukernas. Ini tidak baik,” ucap Amir memberi alasan.

Dalam pandangan Syaykh Panji Gumilang, SDA seorang pemimpin yang religius nasionalis, memiliki integritas tinggi, pembawa perubahan, teguh pada prinsip, kapabel, taat asas (konstitusi dan nilai-nilai dasar negara), menjunjung tinggi demokrasi, toleransi dan perdamaian. Dia pemimpin yang sudah teruji, cerdas, berani berjuang demi kebenaran, berpihak kepada rakyat, bersahaja dan ikhlas. “Dia pemimpin yang bisa dan berani mengantarkan Indonesia menjadi kuat,” kata Syaykh Panji Gumilang.

Maka, sebagai alternatif, mereka semula mengajukan sembilan nama sebagai bakal capres PPP. Kesembilan nama itu adalah Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Bupati Kutai Timur Isran Noor, Ketua Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru Yenny Wahid, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshiddiqie, dan politisi Partai Kebangkitan Bangsa Khofifah Indar Parawansa.

Namun, sebagian DPW, departemen-departemen PPP dan DPP MSKP3I (Majelis Silaturrahim Kiyai dan Pengasuh Pondok Pesantren Se-Indonesia) yang dipimpin (ketua umum) Dr. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ, berpendapat tetap melakukan pendeklarasian Capres di mana SDA sebagai Capres atau Cawapres tunggal dari internal PPP.

Menanggapi kedua pandangan itu, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, di sela Mukernas tersebut menyatakan menghormati apa pun keputusan Mukernas II yang tengah berlangsung. “Saya menghormati apa pun keputusan yang ditetapkan dalam Mukernas, karena forum ini memang forum yang representatif untuk mengambil keputusan besar. Termasuk kalau Mukernas memutuskan ada sembilan nama yang akan dicalonkan, saya akan menghormati,” ujar Suryadharma Ali.

Kemudian, pada Sabtu malam, Mukernas dilanjutkan dengan rapat pleno, di mana semua DPW dan departemen menyampaikan pandangan, dan dilanjutkan pleno pengambilan keputusan. Rapat pleno yang berlangsung hingga dini hari (Minggu, 9/2) tersebut berhasil menetapkan tiga keputusan penting, cerdas, strategis dan taktis.

Hasil Mukernas II PPP
Keputusan Mukernas II PPP tersebut diumumkan pada acara resepsi Harlah ke-41 PPP di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Bandung, Minggu siang (9/2/2014). Acara itu dihadiri para peserta Mukernas yang datang dari seluruh Indonesia, kader dan simpatisan PPP di Bandung dan sekitarnya.

Ketua SC Mukernas II PPP, Lukman Hakim Saifuddin membacakan keputusan Mukernas II PPP tersebut, sebagai berikut:

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah berlangsung pada tanggal 7-9 Februari 2014. Dua agenda utama yang menjadi pokok pembahasan adalah: Pertama, pemantapan strategi pemenangan Partai Persatuan Pembangunan dalam Pemilu Legislatif 2014. Kedua, penetapan calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 dari Partai Persatuan Pembangunan.

Terkait dengan agenda pertama, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II telah menghasilkan 12 kesepakatan yang akan menjadi pedoman dan harus segera dilaksanakan oleh seluruh pengurus, fungsionaris dan kader PPP di semua jajaran dan jenjang tingkatan dalam perjuangan pemenangan PPP pada Pemilu Legislatif 9 April 2014.

Adapun mengenai agenda kedua terkait dengan penetapan calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 dari Partai Persatuan Pembangunan, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II telah menghasilkan tiga butir rumusan sebagai berikut:

Pertama, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Partai Persatuan Pembangunan dengan bulat mengamanatkan kepada kader terbaiknya Bapak Dr. H. Suryadharma Ali, M.Si untuk menerima penetapan sebagai bakal calon Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019.

Kedua, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Partai Persatuan Pembangunan mengikuti dan mencermati dengan seksama berbagai aspirasi rakyat yang berkembang yang disuarakan para peserta terkait dengan figur kepemimpinan nasional. Sejumlah nama yang muncul yang kemudian disepakati sebagai putra-putri Indonesia terbaik sesuai dengan rekam jejak mereka masing-masing itu adalah Jusuf Kalla, Joko Widodo (Jokowi), Muhammad Din Syamsuddin, Khofifah Indar Parawansa, Isran Noor dan Jimly Asshiddiqie. Nama-nama tersebut juga dinilai patut dan pantas dicalonkan sebagai Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019.

Ketiga, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Partai Persatuan Pembangunan mengamanatkan kepada Rapat Pimpinan Nasional bersama ketua majelis-majelis dan Mahkamah Partai Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan untuk menetapkan dan memutuskan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 setelah pelaksanaan Pemilu Legislatif 9 April 2014. Ditetapkan di Bandung, 9 Februari 2014.

Saat Ketua SC Mukernas II PPP, Lukman Hakim Saifuddin membacakan keputusan Mukernas II PPP tersebut, beberapa kali disambut tepuk tangan riuh dan yel-yel PPP dari semua hadirin. Setelah pembacaan hasil Mukernas tersebut, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menyampaikan pidato politik yang antara lain berupa pernyataan menerima penetapan sebagai bakal calon Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019.

Seusai acara, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali didampingi Ketua SC Mukernas II PPP, Lukman Hakim Saifuddin melayani wartawan dalam tanya jawab. Lukman Hakim menjelaskan tentang tidak dicantumkannya beberapa nama yang semula disebut-sebut pantas dan patut dicalonkan jadi Presiden atau Wakil Presiden. Seperti Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Ketua KPK Abraham Samad dan Ketua Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru Yenny Wahid. Dijelaskan, disepakati secara bijaksana untuk tidak mencantumkan nama Jenderal Moeldoko dan Abraham Samad karena keduanya masih aktif dalam jabatan yang sebaiknya tidak ditarik-tarik ke ranah politik. Sedangkan Yenny Wahid meminta untuk tidak dicantumkan.

Sementara itu, Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali menyatakan mengapresiasi sejumlah nama-nama yang disebut merupakan orang yang pantas dan patut menjadi pemimpin nasional untuk mewujudkan Indonesia yang unggul di masa yang akan datang. Dia menyatakan, hal ini menunjukkan partainya membuka pintu seluas-luasnya kepada putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi calon presiden ataupun calon wakil presiden.

“Pintu itu terbuka untuk seluruh putra-putri terbaik bangsa. Adapun siapa yang terpilih, kita serahkan kepada seluruh rakyat Indonesia,” kata Suryadharma Ali. Menurutnya, dibukanya pintu bagi kader terbaik bangsa ini, tak lain karena PPP adalah partai yang konstitusional. “PPP membuktikan bahwa fungsi parpol sebagai satu-satunya pintu konstitusional, pencalonan presiden bukan hanya milik warga PPP,” kata SDA. Dia menyatakan deklarasi nama-nama calon presiden dan wakil presiden merupakan deklarasi dengan rakyat, deklarasi persaudaraan yang menginginkan perubahan.
“Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin yang tegas dan penuh keberanian. Juga pemimpin yang amanah, mandiri dari kepentingan pribadi dalam pengambilan keputusan,” kata SDA.

Beberapa pemberitaan pers tidak sepenuhnya mencermati pengumuman (deklarasi) bakal Capres atau Cawapres PPP tersebut. Seolah-olah Mukernas II PPP menetapkan tujuh bakal Capres atau Cawapres dari PPP. Padahal butir pertama rumusan hasil keputusan Mukernas tersebut dengan bulat mengamanatkan kepada kader terbaiknya Bapak Dr. H. Suryadharma Ali, M.Si untuk menerima penetapan sebagai bakal calon Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019.

Sedangkan untuk enam putera bangsa terbaik lainnya (Jusuf Kalla, Joko Widodo (Jokowi), Muhammad Din Syamsuddin, Khofifah Indar Parawansa, Isran Noor dan Jimly Asshiddiqie) disebut dinilai patut dan pantas dicalonkan sebagai Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019.

Rumusan yang cerdas tersebut, dalam analisa Berita Indonesia, sesungguhnya telah menunjukkan kesepakatan bulat Mukernas untuk mengusung SDA sebagai satu-satunya bakal Capres atau Cawapres dari PPP. Sedangkan keenam nama lainnya adalah patut dan pantas dicalonkan. Hal ini, merupakan rumusan strategis dan taktis komunikasi politik dalam rangka koalisi dengan partai lainnya.

9 Alasan Pilih SDA

Secara terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal PPP Syaifullah Tamliha menjelaskan, sesungguhnya sudah tertutup peluang bagi calon presiden atau wakil presiden dari luar partai (PPP). Dia menjelaskan dalam keputusan Mukernas II PPP, semua bulat meminta agar Suryadharma Ali (SDA) menjadi bakal capres atau cawapres. Dan itu dipenuhi dan diterima oleh SDA. Maka, kata Syaifullah Tamliha, sekarang calon presiden PPP adalah Suryadharma Ali. Jadi tidak ada alternatif lain. Ngapain kita ngusung capres lain,” kata Syaifullah Tamliha di Bandung, Minggu (9/2).

Menurutnya, dengan telah menjadi bakal calon presiden, maka ada kegairahan baru di PPP. “Para kader dan pengurus serta calon legislatif akan menyosialisasikan keputusan Mukernas II. Tentu ini akan menjadi hal yang positif, PPP di tingkat bawah semakin bergairah menyosialisasikan PPP dan SDA,” ujar anggota Komisi I DPR RI itu.

Hal senada dikemukan Syaykh Al-Zaytun Dr. AS Panji Gumilang yang juga menghadiri acara tersebut. “Sekarang PPP telah mempunyai satu-satunya Capres, yakni Suryadharma Ali,” kata Syaykh Panji Gumilang yang mengaku jauh sebelumnya telah menyampaikan dorongan kepada SDA untuk dengan yakin berani tampil sebagai Capres, bukan Cawapres, dan yakin akan memenangkannya. “Jangan terpaku pada elektabilitas hasil survei hari ini,” kata Syaykh Panji Gumilang yang juga mantan Ketua Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Pemimpin pondok pesantren modern Al-Zaytun bermoto toleransi dan perdamaian itu menilai SDA sebagai pemimpin yang mumpuni untuk memimpin Republik Indonesia yang rahmatan lil alamin. Dalam pandangan Syaykh Panji Gumilang, SDA seorang pemimpin yang religius nasionalis, memiliki integritas tinggi, pembawa perubahan, teguh pada prinsip, kapabel, taat asas (konstitusi dan nilai-nilai dasar negara), menjunjung tinggi demokrasi, toleransi dan perdamaian. Dia pemimpin yang sudah teruji, cerdas, berani berjuang demi kebenaran, berpihak kepada rakyat, bersahaja dan ikhlas. “Dia pemimpin yang bisa dan berani mengantarkan Indonesia menjadi kuat,” kata Syaykh Panji Gumilang.

Sementara itu, Ketua Umum DPP MSKP3I (Majelis Silaturrahim Kiyai dan Pengasuh Pondok Pesantren Se-Indonesia) Dr. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ, menjelaskan ada 9 (sembilan) alasan memilih SDA:

Pertama, SDA Pemimpin Visioner. SDA memiliki visi kebangsaan yang jelas, utuh dan terdepan. Dia pemimpin yang teguh prinsip, seorang pemimpin pembawa perubahan, bukan yang dibawa oleh arus kejumudan dan kerusakan.

Kedua, SDA pemimpin bersih dan ikhlas. Dengan marak tersiarnya perilaku memalukan yang melibatkan banyak pihak, SDA telah mampu menegaskan jati dirinya sebagai tokoh partai politik yang bersih dari aroma perilaku yang tidak sedap.

Ketiga, SDA memiliki reputasi kepemimpinan yang baik dan berprestasi. Dia dinilai sebagai menteri yang memiliki kinerja paling sukses. Dia pun dianugerahi tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana yang diberikan langsung Presiden SBY, 13 Agustus 2013. Kementerian Agama yang dipimpinnya pun dinilai bersih dan akuntabel, dua tahun berturut-turut memperoleh opini WTP dari BPK.

Keempat, SDA berjiwa religius nasionalis dan dengan ulama. SDA seorang religius sejati yang sangat nasionalis dengan menjaga integritas dan akhlaknya. Dia taat konstitusi, sekaligus taat beragama.

Kelima, SDA pro ekonomi kerakyatan. Dia telah membuktikannya, terutama ketika menjabat Menteri Koperasi dan UMKM 2004-2009. Bagi SDA, ketahanan ekonomi dan pangan nasional serta kesejahteraan rakyat hanya dapat terwujud dengan memberdayakan pelaku ekonomi skala mikro, kecil dan menengah yang merupakan pelaku utama ekonomi Indonesia.

Keenam, SDA, penyelenggara haji terbaik. Untuk pertama kali Indonesia tercatat sebagai penyelenggara haji terbaik tahun 2013. Itu baru terjadi dalam kepemimpinannya sebagai Menteri Agama.

Ketujuh, SDA berjiwa demokratis dan moderat. Kepemimpinannya kental dengan spirit demokrasi dan moderasi sehingga mampu menjaga berbagai kepentingan, keseimbangan antar berbagai pihak, mampu mendengar dan menghargai segala aspirasi yang berkembang dan terutama memfokuskan manfaat demokrasi bagi kepentingan bangsa dan negara.

Kedelapan, SDA pekerja keras, cerdas, disiplin dan terbuka. Sebagai pemimpin, meskipun tampil biasa-biasa saja dan jauh dari kesan menggebu-gebu, SDA memiliki karakter kedisplinan tinggi yang mewarnai setiap kebijakannya yang cepat, efektif dan konsisten.

Kesembilan, SDA berjiwa reformasi. Sejak awal SDA telah menggelorakan semangat reformasi dan ikut serta mengawal proses reformasi damai dan demokratis yang terjadi sejak tumbangnya Orde Baru 1998. Majalah Berita Indonesia (BERINDO) Edisi 92 | TokohIndonesia.com

Data Singkat
Suryadharma Ali, Menteri Agama RI (2009-sekarang) / Bulat, Capres atau Cawapres PPP | Ensiklopedi | PPP, Cawapres, Capres, pemilu, Pilpres, Mukernas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here