Jadikan DPR ‘Rumah Rakyat’

[ Agung Laksono ]
 
0
104
Agung Laksono
Agung Laksono | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Ketua DPP Partai Golkar Korbid Organisasi, Keanggotaan, dan Kader (OKK) dan mantan Menpora, ini terpilih sebagai Ketua DPR-RI periode 2004-2009. Dia terpilih satu paket (Paket A) dengan empat Wakil Ketua DPR yakni Soetardjo Soerjogoeritno (PDI-P), Muhaimin Iskandar (PKB) dan Zaenal Ma’arif (PBR) yang dicalonkan Koalisi Kebangsaan (Partai Golkar, PDIP, PBR dan PDS).

Paket A ini mengalahkan calon Paket B yakni Endin AJ Soefihara (PPP) bersama EE Mangindaan (Partai Demokrat), Ahmad Farhan Hamid (PAN), dan Ali Masykur Musa (PKB) dicalonkan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (Partai Bulan Bintang, Partai Persatuan Demokrasi dan Kebangsaan, Partai Pelopor, Partai Penegak Demokrasi Indonesia, dan PNI Marhaenisme).

Dalam rapat paripurna pemungutan suara yang dipimpin Pimpinan Sementara DPR Agung Laksono dan Yakobus Kamarlo Mayangpadang (PDI-P), yang berlangsung sejak pukul 19.00 Wib Jumat 1 Oktober hingga dini hari Sabtu 2 Oktober 2004, itu Paket A mendapat 280 suara, mengalahkan Paket B Endin yang mendapat 257 suara. Empat suara abstain dan enam suara tidak sah. Total suara 547. Dipercaya m,enjadi saksi perhitungan suara Marisa Haque dari Paket A dan Angelina Sondakh dari Paket B. Kedua saksi beberapa kali sempat berdebat soal keabsahan surat suara dalam proses perhitungan suara yang terasa tegang berhubung perbedaan perolehan suara yang sempat tipis dan saling berlomba.

Ketatnya perbedaan perolehan suara itu tak terlepas dari menyeberangnya F-PPP dari Koalisi Kebangsaan yang ditawari menjadi calon ketua DPR oleh partai-partai ‘Koalisi Kerakyatan’ pendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden. Menyeberangnya PPP ke kubu Koalisi Kerakyatan mengurangi kekuatan Koalisi Kebangsaan, yang dalam pembahasan Tata Tertib (Tatib) DPR sebelumnya kompak.

Namun Koalisi kebangsaan tampak tidak kehilangan akal dengan mencalonkan Muhaimin Iskandar dari PKB, kendati F-PKB secara resmi justru mencalonkan Ali Masykur Musa dalam Paket B. Strategi ini yang tampaknya mendapat dukungan dari Ketua Dewan Syuro PKB KH Abdurrahman Wahid telah memperkuat posisi Koalisi Kebangsaan (Paket A).

Agung Laksono, yang akrab dipanggi Agung, dalam pidato selepas pelantikan (pengambilan sumpah) dihadapan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, dini hari 2 Oktober 2004, mengatakan akan berupaya menjadikan DPR sebagai ‘rumah rakyat’.

Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 (Periode 2002-2007) yang berpenampilan kalem ini memang tak asing lagi dalam percaturan politik nasional. Tokoh politik yang cukup berpengaruh di Partai Golkar ini sudah menjabat Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Reformasi Pembangunan (1998 – 1999) dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Pembangunan VII (1998).

Dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar tahun 1998, kelahiran Semarang 23 Maret 1949, ini terpilih menduduki jabatan strategis dalam struktur DPP Partai Golkar, sebagai Ketua DPP Partai Golkar Korbid Organisasi, Keanggotaan, dan Kader (OKK).

Suami dari Sylvia Amelia Wenas dan ayah dari Shelly Kencanasari Laksono-Silalahi, Dave Akbarshah Laksono dan Alia Noorayu Laksono, ini adalah jebolan Sarjana Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) tahun 1972. Dia menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) tahun 1960 dan Sekolah Menegah Pertama “Perguruan Cikini” tahun 1963 di Jakarta serta Sekolah Menengah Atas (SMA) di Medan, Sumatra Utara.

Dia juga telah mengikuti Penataran P-4 Type A, BP-7 Pusat, Jakarta (1980), Terpadnas di Lemhanas (1983) dan Manggala Tingkat Nasional Angkatan XXV di Istana Bogor. Juga mengikuti Pendidikan Eisenhower Programme di Amerika Serikat selama 4 (empat) bulan atas undangan pemerintah Amerika Serikat (990).

Mantan Ketua Umum DPP AMPI (1983-1988), ini juga sudah makan asam garam dalam berorganisasi. Agung telah menjabat Ketua BPD HIPMI JAYA (1975 – 1977). Kemudian, memimpin sejumlah organisasi, di antaranya DPP Angkatan Muda Jayakarta, Wakil Sekertaris Jenderal DPD AMPI Tingkat I DKI (1977 – 1978), Wakil Sekertaris DPD AMPI Tingkat I DKI Jakarta (1978 – 1979), Ketua Biro Pengarahan Sarana dan Dana DPD Golkar Tingkat I DKI Jakarta (1979 – 1984), Wakil Bendahara PDK I Kosgoro DKI Jakarta (1979 – 1983), dan Ketua Umum BPP HIPMI (1983 – 1986).

Sebelum terpilih menjadi Ketua DPR (2004-2009) dia juga sudah berpengalaman di legislatif: Dia menjabat Sekertaris FKP MPR-RI (1993-1997), Wakil Ketua FKP MPR-RI (1997-1998), Anggota DPR/MPR-RI tiga periode (1997-1998 dan 1987-1997) dan Anggota MPR-RI Utusan Daerah Sulawesi Tenggara (1999-2004).

Dalam dunia usaha, Agung juga aktif memegang jabatan penting antara lain, Wakil Komisaris Utama PT. Spinindo Mitradaya/PT. East Jakarta Industrial Park (EJIP) (1996 –1998), Pimpinan Umum Majalah Info Bisnis (1994-1998), Direktur Utama PT. Cakrawala Andalas Televisi (AN-TEVE) (1993-1998), Komisaris Utama PT. Mapalus Makawanua Charcoal Industry (PMDN) di Bitung, Sulawesi Utara (1987 –1998).

Dalam perjalanan hidupnya, Agung telah menerima beberapa penghargaan. Di antaranya, Adimanggalya Krida – Pembina Olah Raga (2000), Bintang Maha Putera Adipradana (1999) dan Doctor Honoris Causa in International Business, Pittsburgh State University, USA (1989).

Agung juga beberapa kali menghadiri pertemua internasional. Di antaranya Conference on Small Scale Business at Winnipeg, Canada (19984), “The 10th International Small Business Congress” di Singapore (1983), “The XXXVIII JCI World (Junior Chamber International)” di Taipei (1983) dan sebagai Anggota Steering Committee Indonesian Executive Fund Departemen Keuangan RI (1984-1987). Selain itu, dia juga pernah diundang pemerintah Amerika Serikat (USA) untuk visitation ke New York, California, Ohio, Philadelphia, Washington DC dan Texas selama 1 bulan (1986). Tsl

Data Singkat
Agung Laksono, Menko Kesra RI 2009-2014 / Jadikan DPR ‘Rumah Rakyat’ | Ensiklopedi | golkar, DPR, MPR, Menteri, KADIN, Dirut, komisaris

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here