Terkaya Indonesia, Low Profile

[ Robert Budi Hartono ]
 
0
412
Robert Budi Hartono
Robert Budi Hartono | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Robert Budi Hartono (Oei Hwie Tjhong), lahir di Semarang 28 April 1940, CEO Djarum Grup, generasi kedua pabrik kretek merek Djarum, yang kemudian merambah ke berbagai sektor bisnis lainnya, di antaranya sektor perbankan (BCA), properti (Grand Indonesia), agribisnis (Hartono Plantations Indonesia), elektronik dan multimedia (Polytron), dan bisnis online (Global Digital Prima Venture). Dia adalah orang terkaya Indonesia dengan kekayaan 8,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 82,4 triliun versi Forbes 2013.

Sementara kakaknya, Michael Bambang Hartono (Oei Hwie Siang) berada di urutan kedua terkaya di Indonesia dan urutan 138 terkaya dunia dengan kekayaan 8,2 miliar dollar AS. Tahun 2012, Michael juga berada di urutan 138 orang terkaya di dunia dengan kekayaan 6,3 miliar dollar AS.

Kakak beradik ini adalah penerus (generasi kedua) bisnis rokok kretek Djarum yang dirintis sang ayah, Oei Wie Gwan, di bawah bendera PT Djarum yang didirikan pada 21 April 1951 di kawasan Bitingan Kudus, Jawa Tengah. Kini perusahaan tersebut telah menjadi salah satu perusahaan kretek besar di Indonesia yang didukung lebih dari 75.000 orang karyawan.

Djarum sebelumnya merupakan usaha kecil yang bernama Djarum Gramophon yang kemudian dibeli oleh Oei Wie Gwan pada tahun 1951 dan mengubah namanya menjadi PT. Djarum. Setelah Sang Ayah Oei Wie Gwan meninggal dunia, Robert Budi Hartono yang saat itu baru berusia 22 tahun, bersama kakaknya Michael Bambang Hartono mewarisi pengendalian perusahaan ini. Padahal saat itu, pabrik Djarum ini baru terbakar dan mengalami kondisi yang tidak stabil.

Djarum sebelumnya merupakan usaha kecil yang bernama Djarum Gramophon yang kemudian dibeli oleh Oei Wie Gwan pada tahun 1951 dan mengubah namanya menjadi PT. Djarum. Setelah Sang Ayah Oei Wie Gwan meninggal dunia, Robert Budi Hartono yang saat itu baru berusia 22 tahun, bersama kakaknya Michael Bambang Hartono mewarisi pengendalian perusahaan ini. Padahal saat itu, pabrik Djarum ini baru terbakar dan mengalami kondisi yang tidak stabil.

Namun, di tangan generasi kedua ini, kesulitan itu dapat dilalui bahkan PT Djarum berkembang menjadi imperium bisnis yang merambah berbagai sektor. Robert Budi Hartono bertindak sebagai CEO Group Djarum melebarkan kepak sayapnya ke berbagai sektor, antara lain perbankan, properti, agrobisnis, elektronik dan multimedia.

Di sektor perbankan, sejak tahun 2007 menjadi pemegang saham utama (pengendali) dengan memiliki 51% saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA), sebuah bank swasta terbesar di Indonesia. Data Bank Indonesia pada Desember 2011, nilai aset BCA sebesar Rp 380,927 triliun. BCA memiliki lebih dari 10 juta rekening nasabah yang dilayani oleh 946 cabang dan 8.836 ATM, serta lebih dari 100 ribu Electronic Data Capture (EDC) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pada akhir tahun 2011, BCA mencatat total pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp 24,1 triliun, meningkat 18,6% dibanding tahun 2010 (Rp 20,3 triliun). Pada periode yang sama laba bersih meningkat 27,6% menjadi Rp 10,8 triliun. Pada triwulan I 2012, BCA telah mencatat laba bersih Rp 2,3 triliun atau meningkat 14,3 persen YoY dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, dalam sektor properti, Grup Djarum antara lain memiliki Grand Indonesia yang dikuasai dan dibangun sejak tahun 2004 dan selesai tahun 2008. Grand Indonesia ini, dengan Menara BCA, mencakup hotel (renovasi dari Hotel Indonesia), pusat belanja, gedung perkantoran 57 lantai dan apartemen. Total nilai investasinya 1,3 triliun rupiah.

Di sektor agribisnis, di bawah payung Hartono Plantations Indonesia, mereka memiliki perkebunan sawit lebih 65.000 hektar di provinsi Kalimantan Barat. Juga merambah ke sektor elektronik dan multimedia dengan mengambil-alih Polytron yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Polytron memproduksi ponsel, AC, kulkas, produk video dan audio dan dispenser. Bahkan juga memasuki bisnis online di bawah bendera Global Digital Prima Venture.

Robert Budi Hartono menikah dengan Widowati Hartono yang juga akrab dipanggil Giok Hartono. Mereka dikaruniai tiga orang putra yakni Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono. Kendati amat kaya raya, keluarga ini dikenal low profile dan banyak berkecimpung dalam lembaga amal, terutama melalui Djarum Foundation, antara lain bergerak dalam pemberian beasiswa (Djarum Beasiswa Plus).

Sejak tahun 1984, Djarum Beasiswa Plus secara konsisten berperan aktif memajukan pendidikan melalui pembudayaan dan pemberdayaan mahasiswa berprestasi tinggi, dalam berbagai pelatihan soft skills untuk membentuk manusia Indonesia yang disiplin, mandiri dan berwawasan masa depan serta menjadi pemimpin yang cakap intelektual, emosional dan spiritual. Para calon penerima Djarum Beasiswa Plus tersebut diseleksi secara ketat dan harus memenuhi persyaratan IQ dan EQ sehingga mereka memiliki kecerdasan emosional dalam proses meraih prestasi.

Selain mendapat bantuan biaya pendidikan, para penerima Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) juga menerima manfaat lain berupa program pelatihan soft skills, yang merupakan kelebihan dari Program Djarum Beasiswa Plus, yaitu dengan mengikuti kegiatan Nation Building, Character Building, Leadership Development, Competition Challenges, International Exposure dan Community Empowerment. Sejak program dijalankan, sudah ada 7777 mahasiswa-mahasiswi dari 98 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia telah menerima Djarum Beasiswa Plus.

Selain itu, mereka juga aktif membina olahraga terutama bulu tangkis. Sejak 1969, mereka telah membentuk Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum. Pada saat itu (1969), brak (tempat karyawan melinting rokok) di jalan Bitingan Lama (sekarang jalan Lukmonohadi) No. 35, Kudus, pada sore hari digunakan sebagai tempat berlatih bulu tangkis. Awalnya perkumpulan ini didirikan hanya sebagai kegiatan penyaluran hobi bagi karyawan pabrik rokok Djarum di Kudus. Namun, pada tahun 1970, yang ikut berlatih bukan hanya karyawan, tetapi juga pemain dari luar.

Telah banyak atlet bulutangkis Indonesia yang lahir dari PB Djarum ini. Di antaranya, atlet muda berbakat, Liem Swie King yang meraih prestasi demi prestasi secara gemilang. Hal ini semakin mendorong Budi Hartono untuk serius mengembangkan bulutangkis melalui PB Djarum. PB Djarum memberi sumbangsih gemilang ketika Indonesia merebut Piala Thomas pada 1984 di Kuala Lumpur, Malaysia. Di mana saat itu, dari delapan pemain, tujuh di antaranya berasal dari PB Djarum yaitu Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo. Hanya Icuk Sugiarto dari luar PB Djarum. Penulis: Ch. Robin Simanullang | Bio TokohIndonesia.com

Data Singkat
Robert Budi Hartono, CEO Djarum Grup / Terkaya Indonesia, Low Profile | Ensiklopedi | CEO, Pengusaha, bisnis, kaya, Djarum, Kretek

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here