Punya Lagu Wajib

[ Rita Butar-butar ]
 
0
146
Rita Butar-butar
Rita Butar-butar | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Kemanapun Rita Butar-butar diundang manggung, lagu “Didia Rokkap Hi” yang melambungkan namanya di tahun 80-an, wajib ia nyanyikan. Di sela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, ia masih tampil dalam berbagai acara Batak dan berkolaborasi dengan penyanyi-penyanyi Batak saat membuat album.

Awal karir Rita di dunia olah vokal bermula pada tahun 1980-an. Rita yang saat itu masih muda belia dipertemukan dengan Rinto Harahap, pemilik Lolypop Records. Musisi yang dikenal jago menulis lagu cengeng itu kemudian menciptakan sebuah lagu berjudul Seandainya Aku Punya Sayap untuk dinyanyikan Rita Butar-butar. Lagu yang dimuat dalam album pop Indonesia itu kemudian dikenal luas oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di kawasan Indonesia bagian timur.

Saat itu, lagu tersebut juga kerap diputar di beberapa radio di Jakarta dan kota-kota lainnya. Nama Rita Butar-butar pun kemudian semakin dikenal. Setelah sukses membawakan lagu pop, almarhumah ibundanya yang kala itu setia mendampingi kemanapun ia pergi, ingin menerbitkan album Batak untuk sang putri. Rita kemudian dipertemukan dengan pencipta lagu batak Dakka Hutagalung. Kebetulan saat itu Dakka sedang menggarap beberapa album Batak pesanan salah satu produser di Ibukota.

Hingga terciptalah lagu Didia Rokkap Hi, yang menandai debut Rita dalam menyanyikan lagu berbahasa Batak. Lagu yang cukup populer di tengah penikmat musik Batak itu dibawakan Rita dengan penghayatan yang baik. Alunan suaranya yang terkesan datar pada intro lagu itu seakan menambah kesyahduan lagu tersebut. Didia Rokkap Hi mengisahkan seorang wanita yang menanyakan ibunya yang selalu gelisah karena melihat putrinya tidak kunjung menikah padahal umur semakin tua.

Setelah alinea pertama dan kedua selesai dengan datar, pada bagian reff lagu tersebut, Rita mulai menunjukkan ciri khasnya yakni lengkingan suaranya yang berkarakter. Disebut berkarakter karena dalam setiap penampilannya, Rita tak sekadar sembarangan meninggikan suaranya namun membutuhkan teknik khusus yang tak dapat dilakukan oleh setiap penyanyi.

Bersamaan dengan meledaknya lagu tersebut, ia pun menjelma menjadi idola baru di kalangan pecinta musik Batak. Setiap kali tampil di beberapa pertunjukan acara Batak, Rita Butar-butar selalu mendapat sambutan hangat dan teriakan histeris dari para penggemarnya. Bahkan lagu “Didia Rokkap Hi” sudah disematkan menjadi nama tengahnya. Sedikitnya, lagu tersebut sudah 3 kali direkam ulang, baik dalam bentuk kaset maupun video compact disk (VCD). Para penggemarnya pun seakan tak pernah jenuh dengan lagu itu. Tiap kali Rita tampil dalam acara tertentu bernuansa Batak, mereka tak segan-segan memintanya untuk membawakan lagu itu.

Demikian halnya dengan Rita, meski kerap diminta menyanyikan lagu yang sama, ia tetap menyanyikannya dengan senang hati. Hal itu pernah diungkapkannya saat mengisi sebuah acara di Taman Ismail Marzuki di tahun 2001. “Ini adalah bagaikan lagu wajib bagi saya,” katanya di atas pentas.

Di awal tahun 1990-an, Bragiri Records menduetkan Rita Butar-butar dengan Johny S Manurung. Kolaborasi dua penyanyi Batak itu sempat merajai peredaran kaset lagu Batak, di samping kepopuleran Trio Maduma yang saat itu sedang berada di masa keemasannya. Sejak saat itu, Rita pun sering disandingkan berduet dengan penyanyi-penyanyi Batak yang cukup tersohor diantaranya Joel Simorangkir, Charles Simbolon dan Bunthora Situmorang.

Setelah alinea pertama dan kedua selesai dengan datar, pada bagian reff lagu tersebut, Rita mulai menunjukkan ciri khasnya yakni lengkingan suaranya yang berkarakter. Disebut berkarakter karena dalam setiap penampilannya, Rita tak sekadar sembarangan meninggikan suaranya namun membutuhkan teknik khusus yang tak dapat dilakukan oleh setiap penyanyi.

Selain itu, Rita juga sempat bergabung dalam Ladies Trio bersama dua diva Batak lainnya yakni Herty Sitorus dan Rina Sidabutar. Pembentukan trio itu digagas oleh Silogan Records. Sayangnya, keberadaan kelompok vokal tersebut tak bertahan lama. Ladies Trio bubar setelah sebelumnya hanya berhasil menelurkan sebuah album Batak. Padahal waktu itu, banyak sekali sponsor yang ingin mendanai album rekaman mereka apabila mereka bersedia untuk bersama-sama kembali. Namun kelihatannya Rina Sidabutar yang saat itu sedang banyak tawaran manggung di beberapa cafe, tidak dapat membagi waktunya untuk Ladies Trio. Meski sudah tidak tergabung dalam sebuah trio, hubungan Rita dengan salah satu personil Ladies Trio, Herty Sitorus, masih terjalin baik hingga saat ini. Bahkan mereka sempat menghasilkan sebuah album duet berjudul Holong.

Rita menyadari, walaupun album pop Indonesia pertamanya sukses di pasaran, ia tidak banyak berharap untuk melanjutkan karir dalam blantika musik pop Indonesia. Meski demikian, bukan berarti ia benar-benar mundur sepenuhnya dari kegiatan menyanyinya. Ia masih kerap memperdengarkan suaranya dalam berbagai acara Batak di seluruh nusantara. Ia juga tak mau ketinggalan berpartisipasi dalam sejumlah acara sosial keagamaan seperti dalam acara pembangunan gereja. Ia juga kerap diminta panitia gereja untuk menyumbangkan suaranya untuk dilelang dalam acara penggalangan dana.

Seiring berjalannya waktu, istri dari Leo Simanjuntak ini memang terkesan mengurangi aktivitasnya dalam dunia rekaman. Namun dalam setahun, ia masih mengeluarkan minimal sebuah album dari produser yang berbeda.

Kini, hari-harinya lebih banyak diisi dengan kegiatan sebagai ibu rumah tangga bagi anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa. Meski demikian, bila ada acara yang ingin menyertakannya, ia jarang menolak apalagi dengan alasan keterbatasan honor. Ia merupakan penyanyi yang jarang mempermasalahkan berapa honor yang akan diterimanya.

Setelah lama tak muncul di hadapan publik, pada pertengahan Maret 2011, Rita menjawab kerinduan para penggemarnya dalam acara konser Horas 3 Generasi di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Di konser besar tersebut, ia tampil bersama para juniornya seperti Hutahuruk Sister, Ramona Purba, dan Judika. Keempat penyanyi itu berasal dari era yang berbeda-beda, mulai dari 70-an hingga 2000-an. Mereka memadukan kekhasan masing-masing dalam konser yang bertujuan untuk mengenalkan budaya Batak pada masyarakat luas tersebut. eti | muli, red

Data Singkat
Rita Butar-butar, Penyanyi / Punya Lagu Wajib | Selebriti | Batak, Penyanyi, pop

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here