Tokoh Pembauran Bangsa

[ Kristoforus Sindhunata ]
 
1
170
Kristoforus Sindhunata
Kristoforus Sindhunata | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Aktivitasnya semasa menjabat Ketua Umum Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa (Bakom-PKB), menempatkannya sebagai salah seorang tokoh pembauran bangsa. Kristoforus Sindhunata yang terlahir di Jakarta 20 Maret 1933 dengan nama Ong Tjong Hay, meninggal dunia Selasa 16 Agustus 2005, pukul 09.00, di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta.

Pendiri dan Ketua Umum Yayasan Trisakti, ini meninggal akibat kanker paru-paru serta komplikasi penyakit lain, seperti sakit jantung, hipertensi dan diabetes. Menurut anak keduanya Martina Dharmesti, beberapa jam sebelumnya almarhum sempat koma di kediamannya di Jalan Patal Senayan 23, Jakarta Pusat.

Penyakitnya baru terdiognosa sekitar empat bulan sebelumnya. Dia sempat dirawat beberapa kali di China. Selasa dini hari (16/8) sekitar pukul 02.00 sempat koma dan segera dibawa ke RS Mitra Keluarga. Namun, sekitar pukul 09.00 menghembuskan nafas terakhir.

Jenazahnya mantan Ketua Bakom PKB dan mantan Ketua DPP Partai Amanat Nasional itu disemayamkan di Jalan Patal Senayan 23. Misa rekuiem dipimpin Uskup Agung Jakarta Julius Kardinal Darmaatmadja SJ, Kamis 18/8 sekitar pukul 19.00. Kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jumat 19/8, pukul 09.00.

Dia meninggalkan seorang istri, Hudiani Sutikna, dan tiga anak, yakni Marya Pryanti, Martina Dharmesti, dan Paulus Widya.

Lususan HBS A, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1961) dan Pendidikan Wajib Militer TNI-AL (1962), ini ketika mahasiswa, aktif dalam organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), bahkan sempat menjabat wakil ketua. Di situ dia banyak bergaul dengan aktivis organisasi pemuda lainnya. Sejak muda dia sudah sangat konsern pada masalah pembauran, nasionalisme dan integrasi bangsa.

Dia melihat ABRI sebagai simbol nasionalisme yang paling kuat, sehingga setelah lulus dari FHUI ia ingin masuk TNI-AL. Dia pun mengikuti Pendidikan Wajib Militer TNI-AL (1962). Dia memulai karir militernya sebagai Perwira Staf Jawatan Hukum TNI-AL (1961-1971). Kemudian menjabat Perwira Staf G-V KOTI, dan Sekum Komando Pertahanan Maritim Nasional.

Setelah sepuluh tahun berdinas di TNI-AL, dia berhenti dan aktif di PT Indulexo (1975), perusahaan yang bergerak dalam jasa konsultan. Sebelumnya, saat berdinas militer, dia juga aktif sebagai Ketua LPKB (Lembaga Pembina Kesatuan Bangsa), 1963-1967 dan Ketua Umum Bakom PKB (Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa), 1977-1997.

Sejak 1963, gerakan pembauran menjadi politik resmi pemerintah. Untuk itulah didirikanlah Lembaga Pembinaan Kesatuan Bangsa (LPKB), dan Sindhunata terpilih sebagai ketua. Namun, lembaga ini dibubarkan pada 1967. Kemudian tahun 1977 dibentuk Bakom PKB, dimana dia juga terpilih sebagai ketua umum.

Selain itu, Sindhunata juga salah seorang pendiri Yayasan Trisakti yang mengelola Universitas Trisakti. Sebelum menjabat Ketua Umum, dia menjabat Wakil Ketua Yayasan Trisakti.

Kemudian dia juga aktif sebaga wakil ketua Perhimpunan Indonesia – Prancis. Atas jasanya membina persahabatan kedua bangsa, oleh pemerintah Prancis, dia pun dianugerahi medali kehormatan Prancis: Chevalier de l’Ordre National du Merite.

Mantan Sekretaris Ikatan Sarjana Katolik Indonesia ini ketika berusia empat tahun sudah ditinggal ayahnya (seorang dokter) bersama dua saudara laki-lakinya. Mereka dibesarkan oleh ibunya. Hal ini membuat pria energetik yang gemar berolah raga dan membaca, ini lebih terlatih mandiri. ti/tian son lang

Data Singkat
Kristoforus Sindhunata, Pendiri Universitas Trisakti / Tokoh Pembauran Bangsa | Ensiklopedi | UI, pendiri, FHUI, LPKB

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here