Menggalang Sahabat Walhi

[ Chalid Muhammad ]
 
0
139
Chalid Muhammad
Chalid Muhammad | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Chalid Muhammad yang dilahirkan di kota kecil Parigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), 1966, ini tengah giat menggalang Sahabat Walhi. Sudah ada sekitar 2.000 anggota Sahabat Walhi dan di antaranya sekitar 700 anggota menjadi donatur tetap. Sebagai donatur cukup dengan Rp 10.000 per bulan dan maksimum Rp 50 juta.

Ia menyelesaikan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Palu, Sulteng, dengan beasiswa dari pemerintah. Konsekuensinya, setelah lulus ia harus menjalani ikatan dinas, minimal dua tahun. Kalau tidak ia harus mengembalikan dua kali lipat dana beasiswa yang diterimanya.

Sejak mahasiswa, ia aktif di organisasi nonpemerintah (ornop) dan bergabung dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulteng pada 1989. Setelah memimpin Walhi Sulteng selama tiga tahun, pria yang mengaku tidak suka menjadi pegawai negeri ini, harus menghabisi masa ikatan dinasnya menjadi pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Selama di Banjarmasin, selain mengajar, ia giat di berbagai kegiatan ornop dan ikut menggerakkan Walhi Kalsel. Kemudian, pada 1994, ia bergabung dengan Walhi Nasional di Jakarta. Ia dipercaya menjadi Koordinator Nasional Jaringan Tambang (Jatam) selama lima tahun (1999-2004). Di bawah koordinasinya, Jatam dikenal sangat galak terhadap perusahaan-perusahaan yang merusak atau mencemari lingkungan.

Walhi memang keras mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak prolingkungan atau bertentangan dengan pembangunan berkelanjutan. Organisasi nirlaba itu menghimpun 430 lembaga yang tersebar di 26 provinsi. Para pemimpin lembaga itu bersidang setiap tiga tahun sekali untuk mengevaluasi dan memilih direktur eksekutif Walhi yang hanya bisa dipilih dua kali.

Chalid yang dikaruniai dua anak, Sakila Faliha (4) dan Ahmad Hisyam (2) ini, pada tahun 2005 diminta oleh lebih dari 400 anggota Walhi nasional untuk memimpin organisasi lingkungan hidup terbesar di Indonesia itu. Ia menjadi Direktur Eksekutif Walhi Nasional menggantikan Longgena Ginting.

Kendati sibuk di Walhi, suami dari Riena Luciana ini, masih memendam keinginan meneruskan kuliah. “Nanti, setelah masa jabatan saya di Walhi selesai tahun 2008. Saya mungkin ngambil politik lingkungan hidup,” kata pria berpenampilan sederhana itu.

Sahabat Walhi
Selain mengeluarkan imbauan halus hingga pernyataan keras menyangkut perusakan dan pencemaran lingkungan, Walhi juga melakukan advokasi pengetahuan dan penyadaran lingkungan hidup.

Kini telah dikembangkan Sahabat Walhi. Sekitar 2.000 warga dari berbagai usia, pendidikan, suku, dan agama, bergabung dalam Sahabat Walhi, yang terkecil berusia lima tahun. Mereka antara lain dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Jawa Timur, Riau, dan Sumatera Utara.

Sekitar 700 anggota Sahabat Walhi menjadi donatur tetap. Sebagai donatur tidak harus orang kaya-raya, karena cukup dengan Rp 10.000 per bulan sudah menunjukkan iktikad baik terhadap gerakan sosial itu. Bahkan, Walhi membatasi sumbangan paling banyak Rp 50 juta. Bukan sok kaya, tapi jika terjadi sesuatu terhadap donatur, misalnya terbukti korupsi, uang itu bisa dikembalikan utuh oleh Walhi kepada yang bersangkutan.

Organisasi yang sudah berusia 25 tahun ini dengan tegas menolak sumbangan dalam bentuk apa pun dari perusahaan atau individu yang bekerja di perusahaan yang merusak atau mencemari lingkungan. Sumbangan dari perorangan pun akan diseleksi agar tidak menjadi tempat pencucian uang hasil korupsi atau tindak kejahatan lainnya.

Walhi pernah mengembalikan dan menolak bantuan dari beberapa lembaga di Amerika Serikat yang nilainya mencapai Rp 30 miliar, karena AS menyerbu Irak. Sejumlah organisasi publik di Eropa masih aktif membantu. Ia menegaskan komitmen Walhi sebagai organisasi yang terbuka, independen, dan konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat yang tertindas dari perbuatan jahat, terutama dari para pencemar dan perusak lingkungan. (S-26/A-15) e-ti/tsl, dari berbagai sumber, di antaranya Suara Pembaruan, 12 Februari 2006

Data Singkat
Chalid Muhammad, Direktur Eksekutif Walhi (2005-2008) / Menggalang Sahabat Walhi | Direktori | Universitas Tadulako, WALHI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here