Yudi Latif
Yudi Latif | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Yudi Latif, Ph.D seorang cendekiawan muda, pemikir keagamaan dan kenegaraan. Penulis buku “Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila” itu lahir di Sukabumi, 26 Agustus 1964. – Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) dan Direktur Eksekutif, Reform Institute, ini juga aktif sebagai dosen tamu di sejumlah Pendidikan Tinggi.

Suami dari Linda Natalia Rahma dan ayah dari empat anak (Matahari Kesadaran, Cerlang Gemintang, Bening Aura Qalby, dan Binar Aqlia Semesta), ini menamatkan S1 pada Fakultas Ilmu Komunikasi Padjajaran (1990), S2 dalam Sosiologi Politik dari Australian National University (1999), dan S3 dalam Sosiologi Politik dan Komunikasi dari Australian National University (2004).

Selain aktif sebagai Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia), Yudi juga aktif sebagai anggota ahli Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID), 2009-sekarang. Dia juga termasuk Anggota Dewan Pendiri Nurcholish Madjid Society, 2008-sekarang. Juga membagi waktunya sebagai Pimpinan, Pesantren Ilmu Kemanusiaan dan Kenegaraan (PeKiK-Indonesia), 2008-Sekarang. Direktur Eksekutif, Reform Institute, ini juga menjabat Pemimpin Redaksi, “Biografi Politik”, 2008-sekarang dan Pemimpin Redaksi Majalah ‘Kandidat’, 2004.

Dia telah menulis sejumlah buku. Buku terbarunya, “Negara Paripurna; Historisitas, Rasionalitas dan Aktualitas” diluncurkan di Ruang Rapat Nusantara V Gedung MPR RI, pada Senin 11 April 2011. Perihal buku ini, dengan rendah hati Yudi Latif menyatakan, ini merupakan upaya dirinya untuk membalas budi dan membayar hutang bagi bangsa kita karena utangnya masih banyak kepada bangsa ini. Menurutnya, para pendiri bangsa sudah membuat fondasi bangunan kebangsaan Indonesia yang kokoh. Mereka membangun Indonesia dengan nilai-nilai ideal.

Dosen Tamu Sejumlah Pendidikan Tinggi, termasuk UI, UIN, LAN,ICAS-Paramadina, Universitas Padjadjaran, 2004-sekarang, ini juga sering menjadi nara sumber untuk sejumlah institusi publik, termasuk Lemhanas dan DPD, 2005-sekarang. Mantan Wakil Rektor, Universitas Paramadina, 2005-2007, ini juga pernah menjadi Kepala, Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK), Universitas Paramadina, 2006-2007.

Pada tahun 2004, dia aktif sebagai Konsultan, ‘McLeader’ (Political Marketing). Dia juga pernah menjabat Direktur, Center for the Studies of Islam and Democracy (PSID), Universitas Paramadina (2000); Peneliti Senior, Center for Presidential and Parliamentary Studies (CPPS), 2003; Perencana Strategis Pendirian Universitas Paramadina, 1995-1997; Editor Buku, Center for Information and Development Studies (CIDES), 1994-1995; Peneliti, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 1993-2000; Dosen, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Pasundan (UNPAS), 1992-1993; Dosen, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Nusantara (UNINUS), 1991-1992.

Yudi juga aktif di berbagai organisasi. Presidium Pergerakan Kaum Muda Indonesia (PKMI), 2007-sekarang; Dewan Pakar, Yayasan Nabil (Nation Building), 2008-sekarang; Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Canberra, Australia, 1998/1999; Sekretaris Jenderal, Senat Gabungan Universitas Padjadjaran, 1988/89; Koordinator Gelanggang Seni Sastra, Teater dan Film (GSSTF), Universitas Padjadjaran,1987/88; dan Ketua Ikatan Pemuda Masjid Agung Bandung (IKAPMA), 1984/1095

Dia seorang penulis yang subur dan kreatif. Disertasi PhD-nya: The Muslim Intelligentsia of Indonesia: A Genealogy of Its Emergence in the 20th Century. Tesis Masters-nya: On Securalisation and Islamisation in Indonesia: A Sociological Interpretation (to be published soon); Tesis Bachelor: The Politics of Communication in the New Order State of Indonesia.

Dia telah menulis sejumlah buku. Buku terbarunya, “Negara Paripurna; Historisitas, Rasionalitas dan Aktualitas” diluncurkan di Ruang Rapat Nusantara V Gedung MPR RI, pada Senin 11 April 2011. Perihal buku ini, dengan rendah hati Yudi Latif menyatakan, ini merupakan upaya dirinya untuk membalas budi dan membayar hutang bagi bangsa kita karena utangnya masih banyak kepada bangsa ini. Menurutnya, para pendiri bangsa sudah membuat fondasi bangunan kebangsaan Indonesia yang kokoh. Mereka membangun Indonesia dengan nilai-nilai ideal.

Dalam buku Negara Paripurna ini, Yudi Latif mengurai sejarah, menafsir rasionalitas, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Pancasila, kata Yudi, merupakan dasar-dasar untuk membangun negara paripurna. Yudi Latif menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian bukunya. Yudi, yang sejak dari kecil bercita-cita jadi penulis buku, itu mengatakan penyelesaiaan buku ‘Negara Paripurna’ dikerjakan selama dua tahun di tengah kesibukannya yang lain.

Dia memaparkan bahwa buku ‘Negara Paripurna’ itu merupakan pertanggungjawaban akademisnya, setelah sekian lama melakukan pengamatan dan analisa terhadap situasi di Indonesia. Sekaligus merupakan ungkapan pribadinya terhadap berbagai macam masalah yang meliputi bangsa ini.

Sebelumnya, dia telah menulis sejumlah buku. Di antaranya: Sastra Menyemai Peradaban Bangsa, Akan terbit, Kompas Publisher, 2009; Yang Laju dan Yang Layu, Akan Terbit, 2009; Negara Utama: Fundamen Rancangbangun Indonesia, Akan Terbit, 2009; Indonesian Muslim Intelligentsia and Power, ISEAS, Singapore, 2008; Dialektika Islam: Sekularisasi dan Islamisasi di Indonesia, Jalasutra, Yogyakarta (2007); Muslim Inteligensia dan Kuasa (The Muslim Intelligentsia and Power in the 20th Century Indonesia), Mizan, Bandung, 2005; Menuju Revolusi Demokratik: Mandat untuk Perubahan Indoneisa (Towards a Democratic Revolution: Mandate for Indonesian Changes), Djambatan, Jakarta, 2004; Bahasa dan Kekuasaan: Politik Wacana di Panggung Orde Baru (Language and Power: The Politics of Discourse in the New Order Period of Indonesia), Mizan, Bandung, 1996; Masa Lalu yang Membunuh Masa Depan (The Past that Kills the Future), Mizan, Bandung, 1999; dan, Hegemoni Budaya dan Alternatif Media Tanding (Cultural Hegemony and Counter-Media Alternatives), MASIKA, Jakarta, 1993.

Selain itu, dia juga ikut menulis dalam bagian sejumlah buku lainnya. Di antaranya, Sekularisasi Masyarakat dan Negara Indonesia (Secularising the Indonesian State and Society), in K. Hidayat and A. Gaus (eds), Islam, Negara dan Civil Society, Paramadina, Jakarta, 2005; Kembara dan Kembali (Advanture and Reversal), in Achdiat K. Mihardja’s novel, Manifesto Khalifatullah, Mizan, 2005; Gerak Pembaruan Politik yang Tertawan (The Captivated Political Reform), in Gerak Politik yang Tertawan: Menggagas Ulang Prinsip-prinsip Lembaga Kepresidenan, CPPS, Jakarta, 2004; dan, Internet di Indonesia: Dari Cyberdemocracy hingga Cyberporn (Internet in Indonesia: From Cyberdemocracy to Cyberporn), in M. Dawam Rahardjo (ed), The Indonesian Yearbook 1996, CIDES, Jakarta, 1996.

Juga dalam buku: Orde Baru, Ideologi, dan Hegemoni (The New Order State, Ideology, and Hegemony), in Lukman Hakiem et.al (ed), Melangkah ke Masa Depan (To Step to The Future), APN Pustaka, Jakarta, 1996; Televisi dan Dampak Sosial-budayanya (Television and Its Socio-cultural Impacts), in Nasir Tamara (ed), Televisi dan Dampak Kebudayaannya (Television and its Cultural Impacts), Yayasan Dialog Bangsa, Jakarta, 1996; Added Value: A Leading Concept, in Adi Sasono et.al. (Ed.), Human Resources Development and The Mastery of Technology, CIDES, Jakarta, 1994; Potensi Sumberdaya Iptek, Litbang dan Inovasi pada Industri mesin di Indonesia (The Potential of human Resources, R&D and Innovation on Machinery Industries in Indonesia), in Pink Sukardi (Ed.), Potensi Litbang pada Industri Mesin di Indonesia (R&D) Potential on Machinery Industries in Indonesia), PAPIPTEK-LIPI, Jakarta, 1994; Media Massa dan Pemiskinan Imajinasi Sosial (Mass Media and The Impoverishment of Social Imagination), in Suyoto et.al. (ed.), Posmodernisme dan Tantangan Peradaban (Posmodernism and The Challenge of Civilization), Aditya Media, Yogyakarta, 1994; dan, Dari Islam Sejarah Memburu Islam Ideal (From ‘Historized Islam’ to ‘Ideal Islam’), in Haidar Bagir and Ihsan Ali-Fauzi (Ed.), Mencari Islam: Kumpulan Otobiografi Intelektual Muda Muslim Indonesia (Looking for Islam: The Anthology of Indonesian Young Moslem Intellectual Autobiography), Mizan, Bandung, 1990

Tulisannya yang lain dalam jurnal ilmiah dan berbagai media, antara lain: Islamising the Indonesian Polity, International Journal Ihya’ulumum al-Din, February 2000; From Nation Building to State Building, Journal of Democracy and Human Rights, The Habibie Center, March 2003; Secularising the Indonesian Islamic Community, Journal of Universitas Paramadina, Mei 2004; At the Crossroads: Early Fragmentation in the Formation of Indonesian Intelligentsia, Studia Islamika , 2006; Indonesian Modernization And The Rupture Of Young Muslim Intelligentsia, Studia Islamika, 2007; dan, Selain itu, ia juga penulis tetap di sejumlah media. Antara lain, di Kompas, Gatra, dan Pikiran Rakyat. Penulis: Binsar Halomoan | Bio TokohIndonesia.com

Data Singkat
Yudi Latif, Ketua PSIK-Indonesia dan Dir. Eks Reform Institute / Pemikir Keagamaan dan Kenegaraan | Direktori | Pancasila, Dosen, politik, paramadina, PSIK-Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here