Terpilih Jadi Presiden, Jika…

[ Prabowo Subianto ]
 
0
63
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi unggulan Pilpres 2014. Beberapa hasil survei menunjukkan Prabowo selalu mengungguli Capres lain, jika Jokowi tidak (mundur) jadi Capres.

Dalam survei yang dilakukan Indo Barometer (diumumkan Rabu (12/3/2014), sebelum PDI Perjuangan mendeklarasikan Jokowi jadi Capres (14/3/2014), dan disimulasikan Megawati Soekarnoputri sebagai Capres, hasilnya, Prabowo Subianto unggul di posisi teratas dengan elektabilitas 29 persen. Disusul Aburizal Bakrie diposisi kedua 14,5 persen dan Megawati hanya urutan ketiga 12,4 persen.

Tetapi, jika Jokowi diusung menjadi Capres PDI Perjuangan, hasilnya Gubernur DKI Jakarta itu berada di posisi teratas dengan elektabilitas 37,5 persen. Prabowo yang sebelumnya di atas angin akan memenangi Pilpres 2014, melorot ke posisi kedua dengan 18,5 persen.

Prabowo yang berambisi jadi Presiden RI sejak mengikuti Konvensi Capres Golkar tahun 2003, lalu mendirikan Partai Gerindra sebagai kendaraan politiknya pada Pilpres 2009 namun gagal karena perolehan suara Gerindra masih kecil sehingga dia hanya bisa tampil sebagai Cawapres mendampingi Megawati, tapi juga gagal.

Apakah publik mau melupakan kesalahannya menugaskan Tim Mawar menculik dan menghilangkan nyawa para aktivis (1998) yang mengakibatkannya dipecat dari dinas militer? Juga perannya ‘membiarkan’ Tragedi Mei 1998? Jika publik rela melupakan hal itu, peluang Prabowo terpilih menjadi presiden masih sangat terbuka. Apalagi jika Jokowi, di tengah jalan, mengundurkan diri atau dipaksa mundur sebagai Capres.

Lalu, setelah itu, Prabowo sepanjang hari berjuang untuk merebut kursi Presiden RI pada Pilpres 9 Juli 2014. Berbagai hasil survei sempat mengunggulkannya di posisi teratas. Tapi munculnya nama Joko Widodo (Jokowi) kader PDIP yang diusung jadi Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Gerindra) sebagai Wakil Gubernur, telah memelorotkan nama Prabowo menjadi unggulan di urutan kedua.

Seperti halnya banyak orang, khususnya kalangan elitis dalam kepemimpinan mapan, Prabowo juga tampaknya tidak menduga dan tidak menginginkan munculnya fenomena kepemimpinan Jokowi yang berhasil merebut hati rakyat. Mereka menyepelekan Jokowi . Bahkan mengolok-oloknya, sambil memeragakan bagaimana tampilan Jokowi saat berdiplomasi dengan pemimpin negara lain. Sosok Jokowi dianggap sangat tidak layak jadi Presiden. Jokowi disebut akan menjadi boneka yang kelak hanya akan dikendalikan Ketua Umum PDIP Megawati.

Dalam orasinya pada kampanye besar Gerindra di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, (Senin, 23/3/2014), Prabowo menyatakan jangan sampai Indonesia dipimpin oleh presiden boneka di masa yang akan datang. “Kita tak mau negara kita dipimpin boneka. Saudara mau dipimpin boneka, mau punya presiden boneka?” ujar Prabowo di hadapan simpatisannya.

Pada kesempatan itu, Prabowo Subianto juga kembali menyindir pesaingnya itu dengan membuatkan sebuah sajak yang diberi judul “Asal Santun”:

Boleh bohong asal santun
Boleh mencuri asal santun
Boleh korupsi asal santun
Boleh khianat asal santun
Boleh ingkar janji asal santun
Boleh jual negeri asal santun
Boleh menyerahkan kedaulatan negara kepada asing asal santun

“Saudara mau dipimpin pemimpin-pemimpin semacam itu?” tanya Prabowo kepada para kader dan simpatisan Partai Gerindra.

Sindiran ini tampaknya ditujukan kepada Jokowi dan PDIP. Sebab sebelumnya, capres PDI-Perjuangan Jokowi meminta agar lawan politiknya bersaing secara santun dengan tidak saling ejek maupun menyerang secara politik. Jokowi mengajak para pesaingnya beradu gagasan atas persoalan di Indonesia. Jokowi mengatakan, salah satu serangan yang ditujukan kepadanya adalah ketika dia dituding berbohong karena tidak memenuhi janji menuntaskan tugas gubernur selama lima tahun.

Tampaknya Prabowo sangat yakin akan dirinya bahwa dia jauh lebih baik dari Jokowi dan para capres pesaingnya yang lain. Prabowo tampaknya sangat yakin dia jauh lebih peduli kepada rakyat kecil, sehingga lebih dicintai rakyat. Bahkan, terkesan dia cenderung meremehkan Jokowi yang memang bertampang alamiah ‘kampungan’: Tidak layak jadi presiden. Boneka dan pembohong!

Pengamat politik Prof. Dr. Ikrar Nusa Bakti menganggap pernyataan-pernyataan Prabowo dalam kampanye tersebut tidak mencerdaskan bangsa. Guru Besar Riset LIPI itu menilai Prabowo sudah menyerang lawan-lawan politiknya secara personal. Menurut Ikrar, Prabowo semestinya tidak merasa dirinya paling benar hingga dengan ringan menyebut pihak lain pembohong. “Kalau saya bilang Anda ini penculik dan pembunuh bagimana?” katanya.1]

Tentu saja Prabowo punya banyak kelebihan dan juga punya cita-cita besar memimpin Indonesia. Tapi, sebagaimana umumnya manusia, juga punya kekurangan dan kesalahan. Ada kesalahan ‘kecil’, ada pula kesalahan ‘besar’. Apakah publik mau melupakan kesalahannya menugaskan Tim Mawar menculik dan menghilangkan nyawa para aktivis (1998) yang mengakibatkannya dipecat dari dinas militer? Juga perannya ‘membiarkan’ Tragedi Mei 1998? Jika publik rela melupakan hal itu, peluang Prabowo terpilih menjadi presiden masih sangat terbuka. Apalagi jika Jokowi, di tengah jalan, mengundurkan diri atau dipaksa mundur sebagai Capres. Penulis: Ch. Robin Simanullang | Bio TokohIndonesia.com

Footnote:
1] Pengamat: Kampanye Prabowo Tak Mendidik; http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/03/24/269564793/Pengamati-Kampanye-Prabowo-Tak-Mendidik

 

Data Singkat
Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra / Terpilih Jadi Presiden, Jika… | Direktori | Capres, Gerindra, Pilpres 2014

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here