Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2014

[ Pramono Anung Wibowo ]
 
0
190
Pramono Anung
Pramono Anung | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Pramono Anung Wibowo atau lebih dikenal dengan “Mas Pram” ini merupakan salah satu kader terbaik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan). Kini ia menjabat sebagai sebagai wakil Ketua DPR RI untuk periode 2009-2014 sebagai koordinator bidang industri dan pembangunan.

Di partai PDI-Perjuangan sendiri, lulusan teknik pertambangan ITB 1988 ini sebelum menduduki jabatan sebagai wakil ketua DPR RI, juga pernah menduduki jabatan penting dalam kepengurusan partai yang di pimpin Megawati Soekarnoputri. Diantaranya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal partai PDI Perjuangan untuk periode tahun 2000-2005. Hingga menjadi Sekretaris Jenderal untuk periode 2005-2010.

Sebelum terjun ke dunia politik, pria kelahiran Kediri 11 Juni 1963 dikenal sebagai pengusaha dan bergerak di bidang pertambangan, perminyakan. Bahkan istri dari Endang Nugrahani pernah menyandang sebagai Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (1998-2001).

Tercatat ketika menjadi mahasiswa dia juga aktif di keorganisasian fakultasnya, sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Pertambangan ITB (1985-1986) hingga menjabat sebagai Ketua Dewan Mahasiswa ITB (1986-1987) e-ti | SAN

***TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 

Pernah Ingin Jadi Dokter, Gemar Bersepeda

Pramono Anung sering muncul dengan penampilan rapih, murah senyum dan selalu care pada setiap orang. Politisi kawakan PDIP ini sebenamta tak pernah bercita-cita menjadi seorang aktivis partai. Semasa kecil, dia bercita-cita menjadi seorang dokter, karena bangga berpakaian putih bersih dan bisa menyembuhkan orang sakit. Seiring bertambahnya usia, dia tak pernah terobsesi lagi dengan impian masa kecilnya. Pram, sapaannya, menjalani kehidupan mengikuti seperti mengalirnya air. Walau mengikuti air, Pram selalu bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu.

Ketika lulus SMA, dia tak masuk ke jurusan Kedokteran. Dia malah memilih kuliah di ITB mengambil jurusan Teknik Pertambangan. Meraih gelar Insinyur, meneruskan kuliah S2 pada tahun 1991 di UGM lalu mengambil Magister Managemen. Belum puas dengan gelas S2, dia melanjutkan studinya untuk mendapatkan gelar Doktoral. Gelar S3 ini dia ambil melalui jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Padjajaran.

Pram sebelum terjun total sebagai politikus dikenal sebagai Direktur Operasi di PT Tanito Harum dan PT Vietmindo Energitama. Perusahaan itu bergerak di bidang pertambangan batu bara. Setelah kenyang dengan pengalaman di bidang pertambangan, Pram mendirikan perusahaan sendiri dengan nama PT Yudhistira Group. Dia juga mendirikan lima perusahaan yang masih bergerak di bidang pertambangan, perminyakan dan pengadaan barang dan jasa. Jabatannya sebagai Presiden Direktur dan Komisaris Utama.

Pada dasarnya; Pram adalah sosok sederhana. Lihat saja hobi dan kegemarannya. Walau tenar sebagai politisi dan menduduki jabatan penting di berbagai perusahaan, Pram memilih kegemaran bersepeda. Bukan golf atau olahraga kelas atas lain. Di sela kesibukannya, tiap hari libur dia menyisipkan waktu untuk menyalurkan hobinya. “Di samping sehat, bersepeda mempunyai keasyikan tersendiri. Melepas kejenuhan pada tugas dan mendapatkan hiburan dengan rekreasi ke pegunungan yang berhawa segar,” kata Pram.

Pada tahun 1997, Pramono bergabung di Partai Demokrasi Indonesia. Di partai, dia tidak begitu saja mendapatkan jabatan seperti sekarang. Dia memulai semuanya dari bawah. Pram berjuang keras dan selalu serius melaksanakan semua tugas dan kewajibannya di organisasi. Hingga pada tahun 1999 -2004, Pram terpilih sebagi anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.

Sebagai pribadi yang ulet, dan tidak pernah setengah-tengah dalam melangkah, Karier Pramono terus beranjak hingga kini menjadi Wakil Ketua DPR RI untuk masa jabatan 2009-2014. Caleg dari Dapil Jatim VI ini mengemban tugas yang tidak ringan. Dia membawahi komisi IV-VII. Tantangan yang dihadapi sangat kompleks karena menyangkut amanah sebagai tanggungjawab moral kepada rakyat.

Tuntutan masyarakat kian banyak. Tugas ke-dewanan juga menuntut keseriusan dan kesungguhan total untuk kredibilitasnya sebagai wakil DPR RI. Target untuk pembuatan 70 RUU belum bisa terselesaikan meski 2010 sudah hampir berakhir. Dari 70 Rl/U, DPR mendapatkan jatah 36 dan pemerintah 34 RUU. Secara akumulasi, DPR hanya mampu menyelesaikan maksimal 18-20 UU. Salah satu kendala yang dihadapi adalah masalah legislasi. “Namun, sisa RUU yang belum rampung pada tahun ini, akan menjadi prioritas kerja 2011,” ujar Pramono serius.

Asumsi Pramono untuk 2011 dalam menjalankan rutinitas kerja, dirasakannya akan sama seperti tahun ini. Tema masalah tetap akan berkisar tentang KPK dengan bintang utama Gayus, Bank Century juga akan kembali mencuat kepermukaan. Kontroversi monarki dan demokrasi akan tetap menjadi polemik masyarakat, dan mungkin masalah baru yang sekarang belum terangkat ke permukaan, (yi) Bio TokohIndonesia.com | SAN

Sumber: INDOPOS, Minggu, 19 Desember 2010

Data Singkat
Pramono Anung, Sekretaris Kabinet (2015-2019) / Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2014 | Direktori | Politisi, ITB, UGM, DPR, PDI Perjuangan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here