Dunia Musik Si Anak Diplomat

[ Dian HP ]
 
0
114
Dian HP
Dian HP | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Putri mendiang Singgih Hadipranowo, mantan duta besar RI ini berprofesi sebagai penata musik untuk film, sinetron dan iklan serta pengiring musik di berbagai program musik, variety/reality show, seperti ajang pencarian bakat Akademi Fantasi Indosiar (AFI) yang dulu sangat populer. Beberapa penyanyi yang pernah diiringinya antara lain Ruth Sahanaya, Siti Nurhaliza, Vina Panduwinata dan Titiek Puspa.

Meski tidak berasal dari keluarga musisi, Dian Hadipranowo atau yang akrab disebut Dian HP, sudah bersentuhan dengan dunia musik sejak kecil. Saat usianya baru menginjak dua tahun, ia telah mengenal piano. Sehingga tak terlalu mengherankan bila Dian telah menguasai piano dan mampu membaca partitur sebelum tamat sekolah dasar.

Sebagai anak seorang diplomat, perempuan kelahiran Tunisia, 2 Agustus 1965 ini sudah terbiasa hidup berpindah dari satu negara ke negara lain mengikuti ayahandanya berdinas. Pada tahun 1970-an, Dian diboyong orangtuanya untuk tinggal di Moskwa, Rusia. Di sanalah ia mulai serius mempelajari musik. Les musik klasik, pertunjukan balet dan teater Bolshoi menjadi santapan rutinnya. Kala itu, teman-teman sekelasnya di sekolah musik antara lain Adelaide Simbolon dan Chandra Darusman. “Itu adalah masa-masa terindah dalam hidupku. Meski situasi politik dunia lagi panas, tetapi sebagai anak-anak masa itu indah sekali. Kita bisa bermain salju di depan rumah, setelah itu belajar main musik. Aku jatuh cinta pada musik,” kenang Dian.

Setelah beberapa tahun bermukim di Eropa, akhirnya ia kembali ke Tanah Air pada tahun 1978. Saat itu panggung blantika musik Indonesia sedang mengharu biru menyusul sukses besar yang diraih lagu fenomenal Badai Pasti Berlalu. Kondisi itu pula yang pada akhirnya menggoda Dian untuk terjun ke dunia musik profesional. Keinginan untuk menjadi musisi awalnya sempat diragukan oleh orangtuanya, namun Dian tetap bertekad untuk membuktikan bahwa ia bisa hidup dengan bermusik. Setelah menyelesaikan pendidikannya di SMU Negeri 34 Jakarta, ia melanjutkan studinya ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Usai merampungkan kuliah, Dian pun mulai mewujudkan impiannya. Meski berstatus sebagai putri seorang diplomat bukan berarti jalannya meniti karir di jalur musik menjadi mulus. “Aku pantang minta tolong sama orangtua. Mereka ragu aku bisa hidup di musik. Tetapi aku ingin buktikan bahwa aku bisa hidup dengan bermusik, dan akhirnya terbukti,” tutur mantan istri musisi Didi AGP ini.

Dian benar-benar membangun karirnya dari nol. “Aku mulai benar-benar dari bawah, dari ‘ngamen’ beneran, menyanyi dari satu hotel ke hotel lain. Disuruh nyanyi dengan memakai celana pendek banget terus kemudian dikalungin duit juga pernah. Semua pernah aku jalani dan aku menikmati semua itu,” kenangnya.

Perjuangan tak kenal lelah itu akhirnya membuahkan nama besar di dunia musik. Nama Dian HP kini makin dikenal di lingkungan musisi. Dian pun sering berkolaborasi dengan nama-nama tenar di dunia musik, mulai dari pedangdut senior A. Rafiq, musisi pop Fariz RM, Jimmy Manoppo, Dian Pramana Poetra, Guruh Soekarnoputra hingga Titiek Puspa.

Sebagai musisi jempolan yang kerap berkolaborasi dengan musisi lintas genre, Dian membuka jalinan kerja sama dengan siapa pun. Sebagai penata musik, ia kerap menggarap rekaman album, mulai dari penyanyi cilik Tasya, grup vokal Warna, hingga album keroncong milik penyanyi Nya Ina Raseuki (Ubiet) dan musisi jazz Riza Arsyad. Sementara sebagai band pengiring, Dian kerap dipercaya mengiringi sejumlah penyanyi kelas atas sekaliber Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, hingga Siti Nurhaliza. Jenis iringannya pun tinggal pilih, mulai dari iringan band standar hingga orkestra penuh. “Aku pernah memimpin full orchestra 48 pieces,” kata Dian.

Perjuangan tak kenal lelah itu akhirnya membuahkan nama besar di dunia musik. Nama Dian HP kini makin dikenal di lingkungan musisi. Dian pun sering berkolaborasi dengan nama-nama tenar di dunia musik, mulai dari pedangdut senior A. Rafiq, musisi pop Fariz RM, Jimmy Manoppo, Dian Pramana Poetra, Guruh Soekarnoputra hingga Titiek Puspa.

Dian juga yang berada di balik sukses konser musik dan pergelaran drama musikal sekelas Mahadaya Cinta dari GSP Production dan Kupu-kupu, A Tribute to Titiek Puspa, dan Gita Cinta. Drama musikal teranyar yang digarapnya adalah Ali Topan The Musical yang dipentaskan pada pertengahan April 2011 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Mendapat kesempatan untuk menjadi penata musik drama musikal tersebut membuatnya amat bersukacita. Pasalnya, jika sebelumnya ia lebih sering menggarap drama musikal dengan sentuhan musik pop, kali ini ia menyuguhkan musik-musik beraliran rock. “Wah, saya senang sekali membuat musik untuk drama musikal ini, karena selama ini belum pernah total membuat musik rock, dan baru kali ini kesampaian,” kata Dian seperti dikutip dari situs wartakota.com.

Dian yang mengaku sebagai penggemar musik rock itu langsung mendapat berbagai ide untuk menggarap musik Ali Topan The Musical. Ia sudah membuat tujuh lagu lepas dan musik untuk lirik yang dipakai dalam drama berdurasi 90 menit itu.

Sebelum menggarap musik dan lagu drama musikal itu, Dian terjun ke jalanan demi mendapatkan ruh pada musiknya. Totalitas Dian bisa dibilang tak tanggung-tanggung sebab ia sampai menyempatkan waktunya untuk bertemu dengan anak jalanan, pelacur, dan pengguna narkoba. Semua itu ia jalani agar Ali Topan The Musical yang dibuat khusus untuk menguak sisi kelam kehidupan Jakarta ini terlihat lebih nyata saat dibawa ke panggung.

Selain itu, Dian juga laris manis mendapat pesanan membuat musik film dan lagu soundtrack film. Pada tahun 2007, ia didaulat menjadi penata musik film Love is Cinta karya sutradara Hanny R Saputra. Lewat film itu pula, ia berhasil menyabet Piala Citra sebagai Penata Musik Film Terbaik pada Festival Film Indonesia 2007. Setahun kemudian, Dian kembali menggarap original soundtrack (ost) film keluarga bertajuk Liburan Seru. Album ost film yang dibintangi Alvin Adam dan Cynthia Lamusu itu memuat lagu-lagu hit klasik dari A.T. Mahmud seperti Gembira Berkumpul, Bintang Kejora, Mendaki Gunung yang diaransemen ulang oleh Dian HP. Dian yang juga didapuk menjadi musik ilustrator bersama Tian Pranyoto Gafar ikut memberikan 3 karyanya, yaitu Liburan, I Love You Full, dan Holiday.

Itu semua dilakukan dengan harapan ada sisi komersial musik yang bisa dijual. Meski begitu, ia tak meninggalkan sisi idealismenya. Bagi Dian, musik tak hanya sekadar komoditas yang bisa dijual dan menjadi mata pencarian. Musik juga adalah idealisme. Keterampilan, kecerdasan, cita rasa, dan daya cipta dibutuhkan dalam memainkan dan mengembangkan musik. Keduanya harus berjalan seimbang. Maka dari itu, untuk menjaga keseimbangan tersebut, ia tak pelit membagikan ilmunya. Sebagai guru, ia pernah mengajar di Yayasan Musik Indonesia dan saat ini disibukkan dengan kegiatannya mengelola sebuah sekolah musik miliknya sendiri.

Di sisi lain, meski sudah lebih dari dua dekade malang melintang di dunia musik profesional, nama Dian HP jarang dimasukan ke dalam daftar pencipta lagu produktif seperti Melly Goeslaw, Yovie Widianto, atau Erwin Gutawa. “Itu karena aku memang jarang ciptain lagu. Aku enggak gampang ciptain lagu, karena aku selalu butuh momen khusus saat membuat lagu,” ucap wanita yang dikenal sebagai sosok yang ramah dan bersahabat ini.

Di tengah kesuksesan yang telah dicapainya, anggota Komite Musik DKJ (2009-2012) ini rupanya masih memendam sebuah obsesi yang belum sempat diwujudkannya, yakni membuat konser anak yang dimainkan oleh anak dan untuk anak-anak. eti | muli, red

Data Singkat
Dian HP, Musisi, Komposer / Dunia Musik Si Anak Diplomat | Selebriti | musisi, Pencipta Lagu, komposer, piano

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here