Eksis Hingga Akhir Hayat

[ Ida Kusumah ]
 
0
74
Ida Kusumah
Ida Kusumah | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Di saat kawan-kawan seangkatannya sudah nyaris tenggelam namanya, Ida Kusumah tetap eksis berkegiatan sebagai artis film layar lebar maupun layar kaca. Ida menghembuskan nafas terakhirnya di sela-sela proses shooting sinetron populer Cinta Fitri, Kamis 25 November 2010.

Bagi pecinta film dan sinetron, nama Ida Kusumah tentunya sudah tak asing lagi. Di penghujung karirnya, hampir setiap hari pemirsa televisi menyaksikan kebolehan Ida dalam berakting dalam sebuah sinetron kejar tayang. Cerewet dan cenderung ceplas-ceplos menjadi ciri khas Ida dalam setiap penampilannya. Ciri khas lainnya adalah logat Sundanya yang kadang bercampur aduk dengan Bahasa Inggris dan Belanda.

Aktris kelahiran Jakarta, 31 Agustus 1939 ini terlahir dengan nama Siti Endeh Ida Hendarsih Atmadi Kusumah. Debutnya di dunia seni peran dimulai pada tahun 1955. Kala itu Ida menjadi salah satu pemain dalam film berjudul “Puteri Revolusi”. Film arahan sutradara Ali Yugo itu didukung sejumlah aktor terkenal pada masa itu seperti Soekarno M. Noer dan Turino Djunaedi. Setelah membintangi film pertamanya, Ida mulai mendapat tawaran menjadi pemeran pendukung dalam sejumlah film lainnya.

Kemudian pada tahun 1961, Ida mulai dipercaya untuk menjadi pemeran utama dalam film besutan sutradara A. W Sardjono yang berjudul “Malam tak Berembun”. Dalam film tersebut, Ida beradu akting dengan aktor A. N Alcaff.

Karirnya di dunia akting tak terlalu mulus. Meski demikian, Ida tak patah semangat, kurang bersinar di panggung seni peran, ia lantas mencari peruntungan baru dengan beralih ke bidang tarik suara dan modeling. Pilihannya tak salah, berkat kepiawaiannya berlenggak-lenggok di atas catwalk, ia dinobatkan sebagai Putri Peragawati I dan Ratu Jakarta III di tahun 1960.

Selain itu, di tahun 60-an, Ida kerap menghibur para prajurit dengan menyanyi dan menari dalam berbagai kesempatan baik dalam operasi Trikora, Dwikora, maupun ketika penumpasan G30S/PKI.

Tahun 1967, Ida kembali ke dunia layar lebar dengan membintangi film Menjusuri Djejak Berdarah, film tersebut disutradarai Misbach Yusa Biran, suami Nani Wijaya yang juga menjadi sahabat Ida di kelompok The Golden Girls yang beranggotakan empat aktris senior. Personil lainnya adalah Conny ‘Bu Hebring’ Sutedja dan Rina Hasyim.

Selain bermain dalam film bertema drama, ibu empat anak ini juga beberapa kali menjadi pemeran pendukung dalam film bergenre komedi dengan terlibat pada film yang dibintangi aktor serba bisa, Benyamin Sueb dan grup lawak legendaris Warkop DKI.

Saat industri perfilman Tanah Air tengah mati suri di tahun 90-an, Ida banting stir dengan bermain dalam sinetron yang kebetulan saat itu tengah menjamur. Ida terbilang pandai mempertahankan eksistensinya di dunia seni peran, di saat kebanyakan kawan-kawan seangkatannya sudah nyaris tenggelam namanya. Di usia senjanya, ia masih kebagian peran di sinetron yang sangat populer saat ini, Cinta Fitri dan lewat perannya dalam sinetron produksi MD Entertainment itu popularitas si pemeran “Oma” ini semakin menanjak.

Karena dedikasinya, pada tahun 2008, SCTV memberikan penghargaan Life Time Achievement kepada Ida Kusumah. Sebenarnya penghargaan tersebut bukan yang pertama kali didapatnya. Jauh sebelum itu, loyalitas Ida di dunia perfilman telah diganjar dengan penghargaan Kesetiaan Profesi dari Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) yang dianugerahkan padanya pada tahun 1996.
Hingga tahun 2010, terhitung sudah puluhan judul film yang dibintanginya. Bebek Belur adalah film layar lebar yang terakhir ia bintangi. Ia merasa bersyukur atas penerimaan masyarakat dan industri perfilman, sinetron, dan juga iklan ketika generasi berganti dan regenerasi terus terjadi.

Kesetiaannya pada dunia seni peran sungguh tak dapat diragukan lagi. Ida menghembuskan nafas terakhirnya di sela-sela proses shooting sinetron Cinta Fitri, Kamis 25 November 2010. Ida meninggal di Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta Selatan akibat serangan jantung. Aktris gaek yang identik dengan ucapan “si borokokok” itu dikebumikan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Jumat 26 November 2010.

Di mata anak-anaknya, mendiang Ida Kusumah dikenal sebagai sosok yang disiplin, selalu tepat waktu dan tak pernah membeda-bedakan kasih sayang untuk anak. Satu hal yang sangat diingat anak-anaknya dari sosok ibunda mereka adalah kebawelannya. “Bawelnya Mama kalau lagi khawatir sama kami. Kalau dia lagi enggak syuting, pada kumpul, pasti dia sempatin masak,” tutur salah seorang anak Ida.
Almarhumah meninggalkan empat orang anak, yakni Ellan Setia Tobing dan Dolli Galih Tobing dari suami pertamanya Tigor Tobing (alm). Sedangkan dari suami keduanya, Bambang Soekarno (alm), Ida dikaruniai dua orang buah hati yakni Heru Sudewo dan Euis Hendryawati. e-ti | muli, red

Data Singkat
Ida Kusumah, Pemain film dan sinetron / Eksis Hingga Akhir Hayat | Selebriti | pemain film, sinetron, aktris

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here