Penyanyi Pop Romantis

[ Rita Effendy ]
 
0
411
Rita Effendy
Rita Effendy | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Sebelum kehadiran Krisdayanti di jagad musik pop, nama Rita Effendy menjadi simbol lagu romantis di dekade 90-an lewat tembang-tembang berlirik puitis yang dipopulerkannya. Lagunya yang paling terkenal adalah Januari di Kota Dili dan Selamat Jalan Kekasih.

Rita Kurniawati Effendy, demikian nama lengkap penyanyi kelahiran Ciamis, Bandung, 26 April 1969 ini. Bakatnya di dunia tarik suara sudah terlihat sejak ia masih kanak-kanak. Bahkan, Rita yang kala itu masih duduk di bangku sekolah dasar sempat merekam suaranya dalam sebuah album kompilasi anak-anak. Gadis Kecil, judul lagu yang dinyanyikan Rita dalam album tersebut bahkan terpilih sebagai lagu andalan.

Meski masih belia, Rita tampil sepenuh hati saat membawakan lagu itu. Bahkan saking totalnya, air matanya menetes ketika menyanyikan lagu tersebut di acara Aneka Ria Safari yang tayang di TVRI.

Namun setelah sempat mencuri perhatian, namanya seakan tenggelam begitu saja. Ia baru menunjukkan kebolehannya menyanyi saat mulai beranjak remaja. Sebelum memulai karir profesionalnya, Rita sudah menunjukkan kualitasnya dengan menjuarai berbagai lomba dan meraih sederet prestasi dan penghargaan dalam kurun waktu tahun 80 hingga 90-an baik dari dalam maupun luar negeri. Mulai dari juara Bintang Radio dan TV Tingkat Nasional, juara LPLR Prambors Tingkat Nasional, Young Star Contest di Taiwan, hingga juara di Band Explotion Contest di Jepang.

Karier profesionalnya kemudian berlanjut sebagai vokalis Kahitna formasi awal. Setelah berkiprah dalam band bentukan musisi Yovie Widianto itu, wanita berdarah Sunda ini bergabung dengan Elfa’s Singers pimpinan Elfa Secioria. “Karier dimulai dengan jadi vokalis Kahitna bersama Carlo Saba, Hedi Yunus, dan Netta KD. Setelah itu saya ditarik Elfa Secioria, bertemu Pak Iin dari Aquarius dan Mbak Sekar,” kata penyanyi yang terkenal dengan lengkingan 3 oktafnya itu.

Merasa cukup punya pengalaman dan ilmu dari para seniornya di dunia musik, akhirnya Rita memberanikan diri untuk merintis debutnya sebagai solois. Album solo perdananya, Telah Terbiasa yang dirilis tahun 1995 mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Lagu andalan dalam album tersebut yang berjudul sama, Telah Terbiasa, bahkan berhasil mengantarkan namanya masuk dalam daftar nominasi Penyanyi Rekaman Terbaik versi BASF Award 1996. Di samping itu, Telah Terbiasa juga berhasil terpilih sebagai Video Klip Terbaik dalam ajang penghargaan Video Musik Indonesia. Tak pelak, sejak saat itu, namanya kembali dielu-elukan para pencinta musik Tanah Air.

Setelah kesuksesan debutnya itu, tak butuh waktu lama bagi istri Joe Michael ini untuk kembali menelurkan karya terbarunya. Pada tahun 1996, ia kembali hadir dengan album Saling Setia. Berkat album tersebut, wanita yang mengakhiri masa lajangnya pada 7 April 1996 ini berhasil dinobatkan sebagai Penyanyi Pop Wanita Terbaik dalam ajang Anugerah Musik Indonesia 1997.

Dua tahun berselang, tepatnya tahun 1998, merupakan tahun paling produktif bagi seorang Rita Effendy. Pasalnya, di tahun itu, ia berhasil menelurkan tiga buah album rekaman, yakni album pop reliji bertitel Maha Melihat Maha Mendengar, Simfoni Negeriku, dan Salahkan Rembulan. Untuk kali kedua, masih di tahun yang sama, namanya kembali terpilih sebagai nominator Penyanyi Pop Wanita Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia meski pada akhirnya ia gagal membawa pulang trofi.

Suatu ketika sempat muncul gagasan untuk mengubah konsep dan penampilannya dengan tampil berduet dengan beberapa penyanyi pria. “Waktu itu, produser album Mbak Sekar Ayu Asmara, masih dengan label yang sama, muncul ide bikin album dengan konsep tematik. Dipilihlah perempuan sebagai tema besar yang diterjemahkan dalam 10 lagu. Setiap lagu mengangkat problem tertentu. Muncul juga ide, menggaet beberapa solois pria seperti Nugie dan Ricky Johannes,” kenang Rita seperti dikutip dari situs tabloid bintang.

Akhirnya lahirlah album bertitel Perempuan di tahun 2000. Di album ini, Rita benar-benar tampil beda. Karakter dan warna suara Nugie yang dinilai berseberangan karakter dengan Rita, menyatu di Lagu Untukmu, walaupun sebenarnya lagu bertitel Selamat Jalan Kekasih lebih dijagokan. Hanya, klip duet dengan Nugie beredar lebih dulu.

Tahun 1998, merupakan tahun paling produktif bagi seorang Rita Effendy. Pasalnya, di tahun itu, ia berhasil menelurkan tiga buah album rekaman, yakni album pop reliji bertitel Maha Melihat Maha Mendengar, Simfoni Negeriku, dan Salahkan Rembulan. Untuk kali kedua, masih di tahun yang sama, namanya kembali terpilih sebagai nominator Penyanyi Pop Wanita Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia meski pada akhirnya ia gagal membawa pulang trofi.

Pada tahun 2000, selain meluncurkan album terbaru, Rita menoreh prestasi membanggakan. Bersama musisi ternama Dwiki Darmawan, ia berhasil memboyong gelar Grand Prize Winner pada Asian Song Festival 2000 di Manila, Filipina. Saat itu ia menyanyikan lagu Selamat Jalan Kekasih, salah satu lagu hitsnya yang masih banyak dinyanyikan hingga saat ini. Selain lagu tersebut, Rita juga sukses memukau penonton saat menyanyikan dua buah lagu karya Dwiki, yakni Bubuy Bulan dan Biarlah Kusimpan dalam Hati. Begitu melihat kontestan asal Indonesia menuntaskan dua nomor, sembilan orang juri berunding. Hebatnya, Rita memenangkan hati kesembilan juri. Inilah kemenangan mutlak!

Salah seorang sahabat dekat Rita, penyanyi Yana Julio yang saat itu bertindak sebagai vocal director mengenang, “Ada satu kontestan dari Filipina yang teknik menyanyinya supercanggih. Lingkungan festival menyebutnya Mariah Carey-nya Asia. Dialah pesaing terberat Rita. Dia menyanyi dengan canggih, tetapi Rita menyanyi dengan indah. Sepakat, Rita adalah sinonim kata ‘indah’ di ajang itu,” kata pria yang sering disapa Rita dengan panggilan Kang Yana itu.

Setelah tampil dalam ajang lomba menyanyi tingkat Asia itu, Rita vakum dari dunia olah vokal. Lima tahun dilaluinya tanpa menelurkan album hingga akhirnya di tahun 2005, ia kembali menyapa para penggemarnya dengan tampil sebagai vokalis tamu Bebi Romeo dalam Lagu Tentang Cinta.

Setahun kemudian, Rita kembali merilis albumnya, kali ini ia beri judul Sendiri. Sayangnya, meski album tersebut disokong oleh sejumlah musisi ternama seperti Budi Bidhun, Bebi Romeo, hingga Melly Goeslaw, album itu kurang terdengar gaungnya.

Seharusnya, pada tahun 2010, Rita berencana meluncurkan album The Best of Rita. Konsep the best yang ingin ditampilkan berupa kumpulan lagu hits lawas ditambah beberapa lagu baru. Namun, setelah pencarian selama beberapa tahun lamanya, ia belum menemukan lagu yang cocok untuk dibawakan.

Selain merilis sejumlah album solo, ibu satu anak ini juga pernah beberapa kali terlibat dalam album kompilasi dan soundtrack film. Suara indahnya pernah dilirik trio komedian legendaris Dono Kasino Indro untuk menghiasi soundtrack film box office Lupa Aturan Main di tahun 1990.

Belakangan, sosok Rita makin jarang terlihat tampil menyanyi di acara-acara on air. Meski demikian, Rita mengaku masih melantunkan suara merdunya dari hotel ke hotel sebagai wedding singer. Ia juga kerap berkolaborasi dengan teman-teman lamanya seperti Yana Julio dan Agus Wisman. “Nyanyi itu panggilan jiwa,” demikian kata Rita sedikit berfilsafat.

Setelah lama tak muncul dalam pemberitaan media, pada tahun 2009 lalu, sempat tersiar kabar bahwa ia telah mengadopsi seorang anak. Namun kabar itu langsung dibantah Rita. Ia mengaku sudah melahirkan seorang anak setelah menanti selama belasan tahun. Rita juga menambahkan, anaklah yang menjadi salah satu faktor mengapa ia lama menghilang dari studio rekaman.

“Dia anak yang kami tunggu-tunggu setelah 13 tahun menikah. Makanya, saya asyik dengan anak. Saya tidak mau melewatkan perkembangan dan pertumbuhan anak. Kalau sampai ada satu fase penting terlewat, saya rugi,” imbuh penggemar warna kuning ini. eti | muli, red

Data Singkat
Rita Effendy, Penyanyi / Penyanyi Pop Romantis | Selebriti | Penyanyi, pop, melankolis

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here