Pengawal Fatwa MUI

[ A.M. Iqbal Parewangi ]
 
0
52
AM Iqbal Parewangi
AM Iqbal Parewangi

Iqbal Parewangi dikenal sebagai anggota DPD-RI yang vokal menyuarakan penegakan hukum terhadap kasus dugaan penistaan agama. Ia juga vokal mengampanyekan 2019 Ganti Presiden. Ajakan itu bahkan dibuat dengan alat peraga berupa spanduk dan sudah ramai terpasang di lorong-lorong yang ada di kota Makassar.

AM Iqbal Parewangi lahir pada 22 November 1965. Ia adalah alumni Fisika UGM, pernah menjadi Direktur Pusat Kajian & Informasi Strategis (PuKIS), Mantan Ketua Umum PW PII Yogyakarta, Ketua Umum Presidium ICMI MUDA Pusat. Ketua DPP KA-GAMA (Keluarga Alumni UGM). Lelaki energik ini bergerak di bidang pendidikan. Ia adalah pendiri Yayasan Sosial Pendidikan Al-Hambra Indonesia, Direktur Utama dan pemilik Bimbingan Belajar Gama College Indonesia.

Pada tahun 2016, AM Iqbal Parewangi mengklaim mulai menarik dananya dari bank swasta. Aksi ini disebut sebagai mengawal fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Bismillah. Mulai hari ini saya tarik seluruh tabungan saya di bank swasta dan secara bertahap saya pindahkan ke Bank Muamalat & syariah milik negara. Saya sami’naa wa atha’naa dalam ikhtiar suci KAWAL FATWA MUI,” tulis AM Iqbal Parewangi di akun Facebooknya, Selasa (15/11/2016).

Pada saat itu, tagar Rush Money 25 November mendadak menjadi trending topic di Twitter. Tagar ini disebut-sebut berkaitan dengan kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Iqbal Parewangi memang vokal menyuarakan penegakan hukum terhadap kasus dugaan penistaan agama. Misalnya dalam Sidang Paripurna DPD RI pada 25 Oktober 2016. Senator asal Sulsel ini menyatakan bahwa itu kasus tersebut berpotensi merusak konstruksi kebangsaan dan kebersamaan anak bangsa.

Tak cuma itu. Pada 4 November 2016, alumnus Fakultas Fisika UGM ini mengajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk salat jumat bersama di Istiqlal. “Yaa Allah, bukakanlah hati Presiden Jokowi untuk berkenan datang ke Masjid Istiqlal hari ini shalat Jumat berjamaah bersama umat Islam. Sekaligus menjemput ratusan ribu umat Islam di Istiqlal untuk datang ke Istana Presiden bersama dengannya. Jalan kaki bersama. Saling menjaga. Saling sapa. Saling menguatkan temali silaturahim dan ukhuwah. Dan orasi bersama Pak Presiden Jokowi. Demi tegaknya hukum yang benar-benar hukum di negeri tercinta ini,” tulis Iqbal sebelum Mabes Polri akan mengumumkan hasil gelar perkara Ahok, Rabu, 16/11/2016.

AM Iqbal Parewangi juga dikenal vokal mengampanyekan 2019 Ganti Presiden. Ajakan itu bahkan dibuat dengan alat peraga berupa spanduk dan sudah ramai terpasang di lorong-lorong yang ada di kota Makassar. Salah satunya terdapat di Jl. Sultan Alauddin II. Spanduk itu bertuliskan: “Insya Allah 2019 kita punya Presiden baru yang menghormati ulama, cinta umat, pro-Masjid, pro-NKRI, dan Saleh. Aamiin”.

Menyongsong Pemilu 2019, AM Iqbal Parewangi kembali mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota DPD RI. Iqbal mendaftar sekaligus menyetorkan berkas persyaratan ke KPU Sulsel di hari terakhir masa pendaftaran, Kamis (26/4/2018). Menariknya, Iqbal menyerahkan 3.212 dukungan KTP ke KPU Sulsel. Jika disimak secara seksama, tiga angka terakhir jumlah dukungan KTP yang disetorkan identik dengan “Aksi 212” yang digelar oleh umat Islam pada 2016 silam. Iqbal mengatakan, jumlah KTP dukungan tersebut merupakan 10,7 persen dari seluruh KTP dukungan yang terkumpul dari tokoh dan masyarakat Sulawesi Selatan lewat berbagai jalur. “Jumlah 3.212 yang kami setor ke KPU tadi malam adalah 10,7 persen dari 30.017 dukungan KTP,” katanya, Jumat (27/4/2018). Iqbal menjelaskan, total 30.017 dukungan KTP itu terkumpul dengan cepat dan spontan, hanya dalam rentang waktu tgl 3-8 April 2018.

Pada Rabu, 11/7/2018, AM Iqbal Parewangi (52) kembali mendaftar ke KPU Sulsel sebagai calon anggota DPD-RI. Dia datang bersama istri, ketua tim, Taufiq Fachruddin dan puluhan kader Muhammadiyah Sulsel. Saat itu, Iqbal mengaku tidak sedang bertarung ataupun bersaing dengan 23 calon senator asal Sulsel lainnya. “Seluruh konstestan adalah saudara saya. Jadi tidak ada istilah pertarungan, yang ada itu persandingan, sinergitas secara demokrasi,” katanya. Bio TokohIndonesia.com | pan, red

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here