Data Singkat
Abdul Muis, Sastrawan, Akitivis, Jurnalis / Melawan Belanda dengan Pena | 3 Jul 1883 – 17 Jun 1959 | Pahlawan | A | Laki-laki, Islam, Sumatera Barat, pahlawan nasional, Pahlawan, Sastrawan, bumiputera, jurnalis, akitivis
Nama:
Abdul Muis
Lahir:
Sungai Puar, Bukit Tinggi, Sumatera Barata, 3 Juli 1883
Mengecam tulisan orang-orang Belanda yang sangat menghina bangsa Indonesia melalui tulisannya di harian de Express
Menentang rencana Pemerintah Belanda mengadakan perayaan peringatan seratus tahun kemerdekaannya melalui Komite Bumiputera bersama dengan Ki Hadjar Dewantara tahun 1913
Memimpin pemogokan kaum buruh di daerah Yogyakarta
Mempengaruhi tokoh-tokoh Belanda dalam pendirian Technische Hooge School-Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1922
Karya Sastra:
Novel Salah Asuhan (diterbitkan tahun 1928)
Novel Pertemuan Jodoh (1933)
Novel Surapati (1950)
Tanda Kehormatan:
Dikukuhkan sebagai Pahlawan nasional oleh Presiden RI Soekarno tanggal 30 Agustus 1959 (Sk Presiden No. 218 Tahun 1959, tanggal 30 Agustus 1959)
1945: Tentara Sekutu membebaskan kamp konsentrasi Mauthausen di Austria.
1970: Penembakan di Universitas Kent, Ohio, menewaskan 4 mahasiswa yang memprotes Perang Vietnam.
1955: Provinsi Kalimantan Barat resmi dibentuk dalam struktur NKRI.
04 Mei
Penyebutan angka 1-9 dalam huruf Bahasa Indonesia mengandung misteri. Jika kita menjumlahkan dua angka yang huruf awalannya sama, maka hasilnya selalu sepuluh. Berawalan S : Satu + Sembilan = Sepuluh | Berawalan D : Dua + Delapan = Sepuluh | Berawalan T : Tiga + Tujuh = Sepuluh | Berawalan E : Empat + Enam = Sepuluh | Bahkan Lima + Lima = Sepuluh