Ganjar dan Air Mata Pak Bas

Mengekspresikan Kesedihan Jutaan Simpatisan

 
1
499
Basuki Hadimuljono (Pak Bas) meneteskan air mata saat bertemu dan berpelukan dengan Ganjar Pranowo. Komitmen sahabat seperjuangan yang tidak akan berkhianat. Foto Repro Instagram Ganjar Pranowo

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang akrab dipanggil Pak Bas meneteskan air mata saat bertemu dan berpelukan dengan Ganjar Pranowo Capres PDI Perjuangan, PPP, Hanura dan Perindo, yang telah ditinggal dan dikhianati Presiden Jokowi. Air mata dan kesedihan hati Pak Bas itu cukup kuat mengekspresikan kesedihan dan kepedihan hati para kader dan simpatisan PDI Perjuangan serta jutaan simpatisan dan pendukung Jokowi, juga publik yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral, konstitusi dan demokrasi yang anti nepotisme dan mabok kekuasaan.

Pak Bas adalah menteri yang paling gigih berjuang merencanakan dan melaksanakan pembangunan infrastruktur Indonesia secara besar-besaran yang menjadi andalan dan puncak keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi. Pak Bas bergerak cepat seperti tak kenal lelah siang dan malam, menjalankan tugas-tugas membangun koneksitas Indonesia bagi kemajuan Indonesia raya, sebagaimana dipesankan Megawati Soekarnoputri ketika mengusulkannya menjadi Menteri PUPR pertama kali 2014.

“Lho dulu awal-awal, yang mengusulkan Pak Basuki jadi Menteri PUPR adalah Bu Mega. Menteri yang termasuk pertama pada 2014 yang diusulkan Bu Mega itu Pak Basuki, juga Ibu Retno (Menlu). Sehingga sejak awal Ibu Mega memilih orang terbaik,” ungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Selasa (21/6/2022). Saat itu, Hasto juga mengungkapkan bahwa Pak Bas telah memiliki KTA PDI Perjuangan.

Maka dengan latar-belakang itu menjadi lebih mudah dipahami mengapa Pak Bas sampai menangis, menitikkan air mata, ketika bertemu dan berpelukan dengan Capres Ganjar Pranowo. Karena mereka memiliki ideologi dan visi-misi perjuangan yang sama (PDI Perjuangan), yang ternyata dikhianati teman seperjuangan lainnya karena belakangan mabok kekuasaan. Walaupun hal itu tidak secara eksplisit diungkapkan oleh Ganjar ketika dikonfirmasi wartawan (30/10/2023) tentang suasana haru pertemuannya dengan Pak Bas itu.

Ganjar pertama kali mengunggah foto momen haru pertemuan itu di instagram dan twitternya, Sabtu 28/10/2023. Yang kemudian dikonfirmasi wartawan, Dalam pertemuan itu Ganjar mengaku dipeluk erat oleh Basuki. Dia juga melihat Basuki meneteskan air mata. “Ya, saya juga kaget, karena waktu peluk saya pertama beliau meneteskan air mata, terus saya dipeluk kencang sekali. Tapi saya sebenarnya ‘mas-mas tenang, saya mau konsultasi soal infrastruktur’, gitu ya,” jelas Ganjar.

Pertemuan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Capres Ganjar Pranowo tersebut menjadi sorotan di media sosial. Dalam foto tersebut terlihat Basuki Hadimuljono mengenakan kemeja putih sedangkan Ganjar Pranowo mengenakan kemeja hitam berlis putih. Namun, Ganjar mengaku tidak tahu mengapa Basuki meneteskan air mata dalam pertemuan itu. Ia mengatakan mungkin Basuki rindu terhadap dirinya. “Enggak tau, kangen kali,” ujarnya, tak mengungkap substansi keharuan itu.

Ganjar di akun instagramnya menulis: “Saling merindu dan akan selalu berjalan bersama.”  Suatu komitmen dua sahabat seperjuangan, yang tidak akan berkhianat satu sama lainnya. Ganjar menyebut, pertemuan tersebut sekaligus sebagai perbincangan antara dua alumnus Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM). Dia juga mengaku belajar soal politik infrastruktur kepada Basuki. “Obrolan antara dua anggota Kagama. Ya, saya temenan sama beliau, saya bertanya banyak hal soal politik infrastruktur. Saya ngaji sama beliau,” kata Ganjar.

Begitulah dua sahabat seperjuangan yang punya integritas tinggi, yang tidak akan berkhianat satu sama lain karena ambisi kepentingan diri sendiri dan nepotisme mabok kekuasaan, apalagi mengkhianati partai wadah perjuangan yang membesarkannya. Walaupun ada kemungkinan dipecat dari jabatan Menteri PUPR. Namun, sebagaimana perintah kontemplatif Megawati Soekarnoputri, petugas partai yang menjabat Ketua Umum PDI Perjuangan kepada setiap kader dan simpatisan: “Sesakit apapun, tetap kawal Jokowi hingga paripurna,” Yang pasti perintah itu juga akan dipedomani Pak Bas dan Ganjar.

Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang

Advertisement

1 KOMENTAR

  1. Katanya, cara ini dilakukan penguasa untuk menyelamatkan IKN. Proyek-proyek siapa saja di IKN? Ada apa? Kok ngotot sekali. Mulai dari mau otak atik Undang-Undang untuk bisa tiga periode. Gagal. Lalu ide penambahan waktu, menunda Pemilu tiga tahun alasan karena pademi. Gagal lagi. Kemudian ide yang berhasil dengan mencalonkan anak yang belum memenuhi syarat sebagai wakil presiden dengan kembali memainkan hukum. Semuanya nanti akan jadi sejarah, bau yang menyengat, bahwa nepotisme masih bercokol, kemarukan masih musuh. Kekuasaan selalu cenderung menjaga tahta yang dalam demokrasi bahwa dirinya hanya diberi mandat sementara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini