Mahfud MD Bacawapres, Siapa Mau?

Catatan Kilas

Ganjar Pranowo Mahfud MD Prabowo Subianto
 
0
57
Ganjar Pranowo akrab menikmati kopi bersama Menko Polhukam Mahfud MD, dipersepsikan akan menjadi pasangan Capres/Cawapres Pilpres 2024. Foto Instagram @ganjar_pranowo, Minggu (10/09/2023).

Nama Mahfud Md, Menko Polhukam yang bercita rasa pengamat, digadang-gadang beberapa politisi dan pengamat bakal menjadi Cawapres Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto. Dikesankan seolah-olah kedua Capres itu berebutan untuk menggaet Mahfud Md menjadi Cawapres. Mahfud juga diposisikan seolah lebih unggul dari Khofifah Indar Parawansa di kalangan Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.

Bebarapa pengamat mempersepsikan Mahfud Md lebih chemistry dengan Prabowo Subianto, antara lain mengingat Mahfud Md pernah menjadi Ketua Tim Sukses Capres Prabowo dan Cawapres Hatta Rajasa pada Pilpres 2014 lalu. Selain itu, sama seperti Prabowo, Mahfud Md yang NU juga dapat diterima kelompok Islam lainnya termasuk garis keras dan intoleran. Chemistry ini diperkirakan akan lebih solid untuk menggalang perolehan suara di basis massa Islam, baik yang agak moderat dan toleran, maupun (terutama) garis keras dan intoleran.

Sementara, berhubung beredar foto Ganjar Pranowo dan Mahfud Md minum kopi bersama, para politisi dan pengamat pun segera mempersepsikannya sebagai tanda-tanda bahwa Capres Ganjar akan lebih memilih Mahfud Md sebagai Cawapres. Apalagi disebut Mahfud telah bertemu dengan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan yang memegang mandat hak prerogatif memilih Capres dan Cawapres dari PDI-P. Walaupun disebut juga, Megawati juga telah bertemu Khofifah.

Selain itu, beberapa lembaga survei juga lebih menjagokan Mahfud Md sebagai Cawapres dibanding Khofifah, Sandiaga Uno dan nama tokoh lainnya. Hal ini menempatkan nama Mahfud Md melambung di atas angin akan menjadi Cawapres pada Pilpres 2024. Tinggal pilih, apakah akan menjadi Cawapres pasangan Capres Prabowo Subianto atau Capres Ganjar Pranowo.

Namun, opini publik yang dibangun para politisi dan pengamat itu adalah persepsi di atas angin. Yang kemungkinan berbeda dalam pandangan arus dalam kedua Capres (Ganjar dan Prabowo) dan para Ketua Umum Parpol yang punya wewenang untuk menetapkan siapa Cawapres pendamping Capres yang diusung dan didukungnya.

Apakah Capres Prabowo yang diusung Partai Gerindra dan sementara ini didukung Partai Golkar, PAN dan Demokrat, serta PBB dan Gelora, sungguh-sungguh akan memilih Mahfud Md sebagai Cawapres? Bagi Prabowo (Gerindra) tidak mudah untuk memilih Mahfud atau pun Khofifah. Karena Golkar dan PAN masih lebih menjagokan Airlangga Hartarto dan Eric Tohir. Demokrat pun masih berharap bisa mengajukan AHY. Juga PBB mencoba menyodorkan Yusril Ihza Mahendra sebagai alternatif. Gerindra pun masih berspekulasi menjagokan Gibran, putra sulung Presiden Jokowi. Sehubungan dengan beberapa kepentingan Cawapres itu, Koalisi ini masih berpotensi pecah.

Begitu pula Capres Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan dan sementara ini didukung dan diusung PPP, Hanura dan Perindo, apakah ‘koalisi’ ini sungguh-sungguh akan memilih Mahfud Md sebagai Cawapres? Bagi Ganjar Pranowo dan Megawati Ketua Umum PDI-P sedikit lebih mudah untuk memilih Mahfud ataupun Khofifah menjadi Cawapres. Perundingan dengan para Ketua Umum Parpol pengusung relatif tidak terlalu rumit, karena PDI-P sendiri telah memenuhi Presidential Threshold untuk mengusung Capres/Cawapres. Hanya PPP yang ingin menjagokan Sandiaga Uno sebagai Cawapres, namun kelihatannya tidak terlalu memaksakan.

Namun masalahnya tidak sekadar hal yang sudah dikemukakan di atas. Hal yang paling prinsip adalah apakah ada Capres dan Parpol yang sungguh-sungguh mau meminang Mahfud Md menjadi Cawapres? Apakah Prabowo Subianto sungguh-sungguh berkenan menggandeng Mahfud jadi Cawapres? Begitu pula Ganjar Pranowo, apakah sungguh-sungguh berkenan menggandeng Mahfud jadi Cawapres? Jawabannya ada di benak kedua Capres unggulan ini. Namun dari pengamatan Wartawan Tokoh Indonesia, keduanya kurang sungguh-sungguh menghendakinya. Karena cita rasa pengamat yang melekat pada diri Mahfud MD dikuatirkan akan berpotensi menjadi gangguan dalam pelaksanaan tugas kepresidenan berikutnya.

Begitu pula para Ketua Umum Parpol, adakah yang sungguh-sungguh berkenan mengusung Mahfud jadi Cawapres? Mungkin saja ada. Walaupun kemungkinannya sangat kecil. Karena sikap Mahfud Md yang kemungkinan sering dirasakan seolah-olah ‘menggurui’ Parpol, bisa saja membuat para Ketua Umum Parpol merasa tidak nyaman.

Hal ini terlihat pada Pilpres 2019, saat Jokowi hendak memilih Mahfud jadi Cawapres. Ternyata nama Mahfud MD mempunyai ‘resistensi’ dan penolakan dari Ketua Umum Parpol pengusung; termasuk (terutama) dari Ketua Umum PKB yang berbasis massa NU. Sehingga, Mahfud MD yang sudah siap-siap dengan ‘kemeja putihnya’ urung menjadi Cawapres. Dan, tampaknya Mahfud MD perlu belajar dari pengalaman ini.

Advertisement

Pembuktian catatan ini akan segera diketahui pada saat pendaftaran pasangan Capres/Cawapres Pilper 2024 di KPU tanggal 19-26 Oktober 2023.

Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini