Wahid Hasyim Tokoh Brilian dan Progresif

 
0
308

Wahid Hasyim Tokoh Brilian dan Progresif

[BERITA TOKOH] – – Jakarta, 30 April 2011. KHA Wahid Hasyim dengan segudang pemikiran tentang agama, negara, pendidikan, politik, kemasyarakatan, NU, dan pesantren, telah menjadi lapisan sejarah ke-Islaman dan ke-Indonesiaan yang tidak dapat tergantikan oleh siapapun. Untuk memperingati satu abad kelahiran KHA Wahid Hasyim, akan diadakan serangkaian acara di beberapa kota di Jawa, Sumatera dan Sulawesi.

Siaran Pers Panitia Peringatan Satu Abad Wahid Hasyim yang diterima TokohIndonesia.com, Jumat 29 April 2011 menguraikan rangkaian acara dimulai dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) mengenai Wahid Hasyim yang diikuti 260 makalah dari kategori santri/pelajar dan mahasiswa/umum dan akan diakhiri dengan seminar nasional mengenai pemikiran politik Wahid Hasyim pada 25 Juni 2011. Acara yang digagas oleh Keluarga Besar KHA. Wahid Hasyim ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan mengangkat pemikiran • pemikiran KHA Wahid Hasyim tentang pembaharuan Islam Indonesia.

“Sebagaimana pahlawan bangsa lainnya, kita harus menghormati dan mengangkat nilai perjuangannya. Demikian juga untuk Kiai Wahid, karena ada nilai kejuangan dan peran menonjol dari dirinya untuk kemerdekaan, sebagai tokoh brilian yang progresif bahkan memberi nilai baru pada Departemen Agama.” ungkap Ketua Umum Panitia Pelaksana Satu Abad KH A Wahid Hasyim, Aisyah Hamid Baidlowi.

Abdul Wahid Hasyim adalah salah satu putra bangsa yang turut mengukir sejarah negeri ini pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia.Terlahir Jumat Legi, 5 Rabi’ul Awal 1333 Hijriyah atau 1 Juni 1914, Wahid mengawali kiprah kemasyarakatannya pada usia relatif muda. Setelah menimba ilmu agama ke berbagai pondok pesantren di Jawa Timur dan Mekah, pada usia 21 tahun Wahid membuat “gebrakan” baru dalam dunia pendidikan pada zamannya. Dengan semangat memajukan pesantren, Wahid memadukan pola pengajaran pesantren yang menitikberatkan pada ajaran agama dengan pelajaran ilmu umum.Sistem klasikal diubah menjadi sistem tutorial. Selain pelajaran Bahasa Arab, murid juga diajari Bahasa Inggris dan Belanda. Itulah madrasah nidzamiyah.Abdul Wahid Hasyim adalah salah satu putra bangsa yang turut mengukir sejarah negeri ini pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia.Terlahir Jumat Legi, 5 Rabi’ul Awal 1333 Hijriyah atau 1 Juni 1914, Wahid mengawali kiprah kemasyarakatannya pada usia relatif muda. Setelah menimba ilmu agama ke berbagai pondok pesantren di Jawa Timur dan Mekah, pada usia 21 tahun Wahid membuat “gebrakan” baru dalam dunia pendidikan pada zamannya. Dengan semangat memajukan pesantren, Wahid memadukan pola pengajaran pesantren yang menitikberatkan pada ajaran agama dengan pelajaran ilmu umum.Sistem klasikal diubah menjadi sistem tutorial. Selain pelajaran Bahasa Arab, murid juga diajari Bahasa Inggris dan Belanda. Itulah madrasah nidzamiyah.

Sementara itu, Pimpinan Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, KH Ir. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengenang, “Kiai Wahid adalah seorang tokoh NU dari jenis yang tidak banyak kita temukan, yaitu pemimpin organisatoris, jenis “pekerja” bukan “pembicara”. Kiai Wahid dikenal juga sebagai man of action bukan jenis man of ideas. Ia juga tidak hanya pandai melontarkan gagasan tetapi bisa mewujudkannya”.

Meskipun ayahandanya, hadratush syaikh Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, butuh waktu beberapa tahun bagi Wahid Hasyim untuk menimbang berbagai hal sebelum akhirnya memutuskan aktif di NU. Pada usia 25 tahun Wahid bergabung dengan Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), federasi organisasi massa dan partai Islam saat itu. Setahun kemudian Wahid menjadi ketua MIAI.Karier politiknya terus menanjak dengan cepat. Ketua PBNU, anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), hingga Menteri Agama pada tiga kabinet (Hatta, Natsir, dan Sukiman).

Banyak kontribusi penting yang diberikan Wahid bagi agama dan bangsa. Rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa”dalam Pancasila sebagai pengganti dari “Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya tidak terlepas dari peran seorang Wahid Hasyim.Wahid dikenal sebagai tokoh yang moderat, substantif, dan inklusif.

Ironisnya, sebagai tokoh besar yang lahir dari seorang tokoh besar (hadratus syaikh Hasyim Asy’ari) dan melahirkan tokoh besar (Abdurrahman “Gus Dur” Wahid) dengan peran dan kontribusinya yang sangat penting bagi NKRI, tak banyak yang diketahui oleh generasi bangsa saat ini tentang Wahid Hasyim. Selain karena wafat dalam usia relatif muda, 39 tahun, juga tidak banyak karya dan pemikiran Wahid yang terdokumentasi dan terpublikasi dengan baik.

Berikut rangkaian kegiatan PERINGATAN SATU ABAD ABDUL WAHID HASYIM yang akan digelar di beberapa kota di Indonesia:
Menjelang satu abad hari lahir Abdul Wahid Hasyim (AWH), panitia peringatan 1 Abad AWH menggelar beragam kegiatan di beberapa kota di Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI)bagi Santri/Pelajar dan Mahasiswa/Umum, Semarang, 19 April 2011, Universitas Wahid Hasyim Semarang
2. Seminar Nasional dengan tema “Perguruan Tinggi Islam: antara Cita dan Realita”, Medan, 23 April 2011, Universitas Medan Area, Medan Sumatera Utara.
3. Bedah Buku “Sejarah Hidup KHA. Wahid Hasjim”, Jakarta, 30 April 2011, Kementerian Agama, Jakarta
4. Bedah Buku “KH. A. Wahid Hasyim: Sejarah, Pemikiran dan Baktinya bagi Agama dan Bangsa”, Yogyakarta, 7 Mei 2011, Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta
5. Sarasehan Budaya I dengan tema “Membaca Kekuatan Pesantren” Jombang, 14 Mei 2011, PP. Tebuireng Jombang Jawa Timur
6. Sarasehan Budaya II “Pesantren Masa Depan: Mencari Format Ideal” Malang, 18 Mei 2011, Universitas Muhammadiyah Malang
7. Pengajian Akbar: KHA. Wahid Hasyim untuk Agama dan Bangsa, Jakarta, 2 Juni 2011, Masjid at-Tin, Pndok Gede TMII Jakarta
8. Seminar Internasional “The Future of Islam in the World” Jombang, 8 Juni 2011, PP. Tebuireng Jombang Jawa Timur
9. Dialog Budaya: “Quo vadis, NU 20-30 Tahun ke Depan?” Surabaya, 18 Juni 2011, Grand Palace Hotel Surabaya
10. Seminar Nasional Pemikiran Politik KH.A. Wahid Hasyim, Makasar, 25 Juni 2011, UIN Alauddin Makasar Sulawesi Selatan
11. Bakti Sosial Bazaar Murah dan Pengobatan Gratis, Jombang, 20-30 Juni 2011, Kabupaten Jombang dan Sekitarnya
12. Bahtsul Masail Kubra se Jawa dan Bali Jombang, 29 Juni 2011, PP. Tebuireng Jombang Jawa Timur
13. Khatmil Quran bil Ghaib Jombang, 30 Juni 2011, PP. Tebuireng Jombang Jawa Timur.

Informasi lebih lanjut dapat dihubungi Sekretariat: Jalan Tendean No.2C, Jakarta Selatan, Telp. (021) 7194682 Faks. ()21) 7194683) atau Jalan Tebet Barat V No.29 Jakarta Selatan. Telp/Faks. ()21) 83703831. Berita TokohIndonesia.com | PR

© ENSIKONESIA – ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA

Tokoh Terkait: Wahid Hasjim, | Kategori: Berita Tokoh – | Tags: politik, tokoh, Agama

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here