Al-Zaytun dalam Perspektif Peradaban Maju

Justru Masih Dianggap Sesat

[ AS Panji Gumilang ] [ Al-Zaytun dan Pancasila ] [ Al-Zaytun Patut Dicontoh ] [ Al-Zaytun yang Terbaik ] [ Al-Zaytun, Islam Milenium Ketiga ]
 
0
155
Kampus Ma'had Al-Zaytun, modern dan terbesar di Asia Tenggara bermotto Toleransi dan Perdamaian

Al-Zaytun masih akan terus menjadi sumber polemik di negeri ini sampai bangsa ini sadar dan melek tentang sebuah peradaban bangsa yang maju.

Al-Zaytun telah maju melesat, serta menjadi yang terdepan di negeri ini sebagai sebuah institusi pendidikan yang mampu menampilkan kemandirian dalam segala aspek kehidupan. Makanya Al-Zaytun dengan terobosan dan kehebatan yang melampaui batas kelaziman itulah dianggap telah melenceng dan sesat oleh orang atau lembaga yang belum mempunyai kemerdekaan dalam pikir, jiwa dan rohnya.

Sebagai seorang jurnalis, bagi kami ini sungguh fenomena yang sangat ironi,  ketika institusi pendidikan yang semua gerak dan langkahnya ada di bawah pengawasan dan naungan Kementerian Agama yang hari-harinya mendidik generasi bangsa dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, toleransi dan perdamaian, justru dituduh sebagai institusi radikal, sarang teroris, sesat dan tuduhan-tuduhan yang tidak mendasar.

Adalah organisasi ulama yang justru telah mengeluarkan fatwa HARAM terhadap institusi Al-Zaytun, bahkan pimpinan Al-Zaytun dituduh seorang komunis oleh lembaga yang mengatasnamakan ulama Indonesia; dan lebih aneh lagi fatwa dan tuduhan tersebut dikeluarkan tanpa adanya tabayun. Ada apa dengan MUI?

Revolusi mental yang selama ini digaungkan oleh Presiden Jokowi sepertinya hanyalah sebuah slogan tanpa arti, ketika kita menemukan praktek-praktek berbangsa dan bernegara yang dengan semaunya sendiri memframing dan menjastifikasi tanpa adanya pencermatan fakta dan data lebih mendalam. Lebih miris lagi institusi yang melakukannya adalah lembaga yang selama ini menjadi rujukan dan tempat bertanya bagi umat Islam tetapi oknum di dalamnya terpapar terorisme.

Melihat fenomena belakangan ini sepertinya perlu untuk digaungkan kembali revolusi metal seperti keinginan Presiden Jokowi, terlebih revolusi mental buat para ulama.

Penulis Wiratno, Kontributor TokohIndonesia.com

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here