Dorong Tumbuhnya KUKM

[ Syariefuddin Hasan ]
 
0
85
Syarief Hasan
Syarief Hasan | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini dikenal sebagai sosok pengusaha dan politisi yang kemudian berkecimpung di dunia birokrat. Setelah menjadi anggota DPR periode 2004-2009, karirnya meningkat dengan menjadi Menteri Koperasi dan UKM Kabinet Indonesia Bersatu II dalam pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Syariefuddin Hasan atau lebih dikenal dengan nama Syarief Hasan lahir di Palopo, Sulawesi Selatan, 17 Juni 1949. Politisi dari Partai Demokrat ini menjadi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Sebelum menjabat Menteri, ia pernah menjadi anggota Komisi XI dan Panitia Anggaran DPR RI periode 2004-2009.

Sebelum terjun ke dalam dunia politik, Syarief adalah seorang pengusaha. Kiprahnya di dunia bisnis dimulai dengan bekerja di PT. United Tractors pada 1973-1979, Direktur Utama PT Barita Multi Recon, 1970-1985, dan Komisaris PT Insan Fajar Cakrawala, 1985-2004. Syarief juga mendirikan dan mengelola perusahaan dengan nama PT Mesa Cipta Pratama, 1998-2004.

Masa kecil Syarief dari SD hingga SMA banyak dihabiskan di tempat kelahirannya di Makassar. Lepas SMA, ia melanjutkan sekolah di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta dan program Magister Business di California State University. Setelah itu, ia mengambil program doktor di Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta, 2007.

Sejak muda, Syarief sangat aktif dalam kegiatan organisasi. Mulai dari menjabat Ketua I Ikatan Pelajar SMA Se-Sulselra, Ketua HMI, Ketua Komite Anti Narkotika Indonesia (KANI), Ketua DPP Partai Demokrat, hingga menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, 2010-2015.

Sewaktu duduk sebagai wakil rakyat di Senayan, Syarief menikah untuk ke dua kalinya dengan Inggrid Kansil. Sang istri merupakan seorang artis sinetron dan presenter infotainment yang juga menjadi anggota DPR periode 2009-2014. Dari hasil pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang putri bernama Ziankha Amorrette Fatimah Syarief. Sebelumnya, Syarief sudah memiliki 3 anak dari pernikahan pertamanya.

Aktivitas ayah empat anak ini dalam organisasi serta pengalaman bisnisnya yang mumpuni itu membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan amanah sebagai Menteri Koperasi dan UKM dalam jajaran kabinetnya. Posisi menteri KUKM sebelumnya dijabat Mari Elka Pangestu.

Pada tahun 2012, Syarief sebagai menteri terus mendorong Kementerian KUKM agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Selain membuat program/kegiatan baru, program/kegiatan yang sudah ada terus dilanjutkan seperti Gerakan Kewirausahaan Nasional, Perluasan Program KUR, Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP), Pemeringkatan Koperasi, Penilaian Koperasi berkualitas/Koperasi Award, Penyelesaian UU LKM, Penyelesaian UU Koperasi, Revitalisasi Pasar Tradisional melalui Koperasi, Penataan PKL, perluasan program One Village One Product (OVOP), peningkatan pemasaran produk KUMKM melalui lembaga Layanan Promosi KUKM, serta penyaluran dana bergulir.

Selain itu, menurut Syarief, Kementerian KUKM terus mendorong lahirnya koperasi Skala Besar (KSB) dan go to international. “Saya menginginkan tahun ini, ada satu-dua koperasi yang berskala internasional. Koperasi-koperasi yang ada tidak lagi memakai cara kerja tradisional tetapi go international. Dengan itu mereka memiliki kinerja dan kapasitas internasional,” terangnya.

Menurut Kementerian KUKM, koperasi yang memiliki skala usaha besar harus memiliki omset minimal Rp 50 miliar per tahun, aset minimal Rp 10 miliar, dan jumlah anggota minimal 1.000 orang. Kementerian KUKM menargetkan di satu provinsi minimal dapat berkembang tiga KSB dimana hingga April 2012 sudah terdapat 98 calon KSB dari 33 provinsi.

Sedikitnya ada tiga koperasi skala besar yang mempunyai peluang masuk dalam koperasi berkelas dunia yaitu Kospin Jasa Pekalongan (total volume usaha Rp 5,25 triliun dan total aset sebesar Rp 1,17 triliun) ; Koperasi Warga Semen Gresik, Gresik (total volume usaha Rp 945,11 miliar dan total aset sebesar Rp 310,31 miliar) ; dan Koperasi Pegawai PT. Indosat Tbk (total volume usaha Rp 458,99 miliar dan total aset Rp 93,10 miliar).

Syarief sebagai menteri terus mendorong Kementerian KUKM agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Selain membuat program/kegiatan baru, program/kegiatan yang sudah ada terus dilanjutkan seperti Gerakan Kewirausahaan Nasional, Perluasan Program KUR, Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP), Pemeringkatan Koperasi, Penilaian Koperasi berkualitas/Koperasi Award, Penyelesaian UU LKM, Penyelesaian UU Koperasi, Revitalisasi Pasar Tradisional melalui Koperasi, Penataan PKL, perluasan program One Village One Product (OVOP), peningkatan pemasaran produk KUMKM melalui lembaga Layanan Promosi KUKM, serta penyaluran dana bergulir.

Selain itu, Syarief berharap setiap provinsi di Indonesia memiliki koperasi model/icon yang akan menjadi kebanggaan. “Misalnya bila publik melihat Jawa Timur maka mereka akan melihat ada koperasi A yang terkenal di sana,” ujar Syarief kepada TokohIndonesia.com di kantornya.

Guna mendukung dan mencapai visi itu, pihaknya gencar melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Diantaranya dengan auditor keuangan internasional untuk mengaudit koperasi-koperasi di Tanah Air. Koperasi-koperasi diaudit cara kerjanya, sistem keuangan dan sistem manajemen. Kementerian KUKM juga menggandeng beberapa pihak diantaranya PT Sang Hyang Seri, PT Jamsostek dan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) untuk mengembangkan 100.000 koperasi modern Indonesia mulai 2012 sampai 2014. Rencananya Program Koperasi Modern Indonesia akan dimulai tahun 2013 dengan melibatkan pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, koperasi serta PT Telkom.

Syarief juga bersyukur dengan adanya peningkatan jumlah koperasi yang sangat signifikan. Pada tahun 2010, jumlah koperasi masih 177.482 unit dan meningkat menjadi 187.598 unit di tahun 2011. Sementara jumlah anggota koperasi aktif juga meningkat dari 30,46 juta orang pada 2010 menjadi 30,75 juta pada 2011. Hal ini, menurutnya berdampak positif bagi peningkatan penyerapan tenaga kerja dari 358.768 orang pada 2010 menjadi 376.680 orang pada 2011.

Mengenai sektor UKM, Syarief mengemukakan bahwa pada tahun 2011, jumlah UKM mencapai 55,20 juta unit. Perinciannya adalah, usaha mikro 54,4 juta unit, usaha kecil 602.195 unit, usaha menengah 44.280 unit dan usaha besar 4.952 unit. Jumlah itu mengalami peningkatan sebesar 2,02% dari 53,82 juta unit pada 2010. Pernyerapan tenaga kerja sebanyak 101,72 juta. Angka ini meningkat 3,55 persen dari jumlah pada tahun 2010 yang mencapai 99,40 juta orang.

Di samping itu, untuk mendukung peningkatan jumlah wirausaha baru nasional di sektor UKM, Kementerian KUKM sejak 2006 hingga 2011 telah mendirikan 1.109 unit Tempat Pendidikan Ketrampilan Usaha (TPKU). Pengembangan TPKU dilakukan di lembaga pendidikan di perdesaan yang sudah eksis. Selain mendirikan TPKU dan kegiatan lainnya, program Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) diharapkan dapat terus mendorong partisipasi seluruh stakeholder dalam menumbuhkan wirausaha baru.

Syarief juga bersyukur, dari dana sekitar Rp68,5 miliar yang dialokasikan Pemerintah untuk kinerja dan perkuatan modal 1.370 koperasi di seluruh Indonesia, telah berhasil direalisasikan 100%. Alokasi dana tersebut dilakukan secara prosedural dengan tujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi secara merata di seluruh wilayah kabupaten.

Sedangkan di tahun 2011, dari total anggaran APBN sebesar Rp1,1 triliun, pihaknya merealisasi sekitar 92,19%. Dan, sisanya sebesar Rp77,4 miliar merupakan penghematan operasional dan anggaran Dewan Koperasi Indonesia yang diblokir. Menurut Syarief, dalam laporan akhir tahun kinerja instansinya, penghematan dilakukan dari pemakaian listrik, telepon, air dan berbagai efisiensi dari pelaksanaan kegiatan bersifat kontraktual seperti pelelangan, pekerjaan yang dikontrakkan kepada pihak ketiga.

Berkat upaya kementerian KUKM itu, Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi dan Usaha, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM berhasil mendapatkan penghargaan ISO 90012008 di bidang penerapan sistem manajemen mutu pada 2011. cid, red | Bio TokohIndonesia.com

Data Singkat
Syarief Hasan, Menteri Koperasi dan UKM, 2009-2014 / Dorong Tumbuhnya KUKM | Ensiklopedi | Politisi, Koperasi, Partai Demokrat, Pengusaha, Menteri, dewan pembina

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here