Bankir yang Sempat Memimpin BPPN

[ Edwin Gerungan ]
 
0
51
Edwin Gerungan
Edwin Gerungan | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri, Senin 16/5/2005, memilih Edwin Gerungan, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai komisaris utama menggantikan Binhadi. mantan vice president Citibank dan Executive Vice President Treasury and International Coordination Bank Mandiri, setelah melepas jabatan Kepala BPPN  3 November 1999, kemudian menjabat komisaris di Bank Danamon Indonesia sejak Juni 2003.

Pengangkatannya sebagai Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) cukup mengejutkan banyak pihak. Sebab sebelumnya, nama Edwin Gerungan jarang terdengar. Ia sangat jarang dipublikasikan. Bahkan saat proses pengangkatannya ia tak pernah dibicarakan sebagai salah satu kandidat Ketua BPPN. Ia pun diangkat tanpa melalui fit and proper test.

Namun, di kalangan perbankan dan pasar modal, track record Edwin dinilai sangat baik. Seorang analis pasar modal, Lin Che Wei, berpendapat penunjukan Edwin adalah kabar baik setelah selama ini hanya mendengar kabar buruk tentang BPPN. Pasar pun, katanya, mendukung Edwin. Sebab, ia tidak terlibat politik dan profesional murni. Begitu pula, mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie menilai, penunjukan Edwin sebagai langkah tepat karena reputasinya selama ini memang bagus.

Penunjukkan Edwin ini memang mendadak. Hal ini diakui sendiri oleh Edwin yang mengaku baru mengetahui penunjukan dirinya Jumat pagi, 3 November 1999. Ia pun tidak pernah membayangkan akan memimpin BPPN. “Jabatan ini tidak pernah kebayang,” kata pria sederhana yang sehari-harinya mengendarai mobil Peugot ini.

Ungkapan itu memang tidak berlebihan. BPPN kini mengelola aset negara tak kurang Rp 600 triliun. Sementara untuk tahun ini, lembaga ini harus mencapai target penjualan aset itu sebesar Rp 18,9 triliun. Ketika masih dipimpin Cacuk Sudarijanto, BPPN sudah menyetor sebesar Rp 12 triliun untuk APBN, sehingga masih sekitar Rp 6,9 triliun yang harus dipenuhi. Nilai itu belum termasuk target pemasukan RAPBN 2001 sebesar Rp 27 triliun. Tentu, itu bukan soal gampang.

Edwin lahir di Jakarta, 17 Juni 1948. Setelah menamatkan SMA, ia masuk jurusan Teknik Mesin Universitas Trisakti. Baru satu semester, ia mendapat beasiswa dari Principia College Illinois, Amerika Serikat (AS), sampai memperoleh gelar Bachelor of Art (BA) Religion and Philosophy. Pulang dari negeri Paman Sam itu, Edwin berkarir sebagai bankir di Citibank, Jakarta. Jabatan pertamanya, treasury. Karirnya pun pelan-pelan naik, dan terakhir menjadi Vice President di bank tersebut. Selanjutnya, ia bekerja sebagai Executive Consultant di Atlantic Richfield Company (Arco) Asia Inc, Singapura. Tak lama, ayah dua anak ini ditempatkan di Arco Dallas, Texas, AS.

Di Arco, kabarnya, Edwin dipersiapkan untuk menduduki posisi pimpinan. Namun, dalam perjalanan kemudian, Arco dibeli British Petroleum. Karena itulah ia mendapatkan pesangon golden handshake dalam jumlah besar. Kemudian, Mei 1999, ia diajak bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Executive Vice President Treasury and International Coordination. Baru satu tahun bertugas, lelaki yang selama 25 tahun berkarir di perbankan itu, diberi tanggung jawab yang lebih besar menjadi Ketua BPPN. Tidak sampai dua tahun ia pun digantikan oleh Putu Ary Suta yang pengangkatannya juga mengejutkan. e-ti

Data Singkat
Edwin Gerungan, Mantan Kepala BPPN, 1999 / Bankir yang Sempat Memimpin BPPN | Direktori | Trisakti, Bank danamon, BPPN, Komsiaris

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here