Aktif dan Produktif

[ Muhammad Asri Anas ]
 
0
55
Muhammad Asri Anas
Muhammad Asri Anas

Muhammad Asri Anas melenggang ke Senayan sebagai anggota DPD RI dapil Sulawesi Barat di usia yang relatif muda, 34 tahun (periode 2009-2014). Dia kembali terpilih pada periode 2014-2019 dan pernah menjadi sekretaris Fraksi DPD RI dan Ketua Badan Anggaran (Banggar) Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR) RI. Setelah berkiprah selama dua periode di DPD RI, dia akan berlaga ke DPR RI pada Pemilu 2019.

Mantan ketua KNPI Sulawesi Barat dan mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulbar ini lahir di Pare-Pare, 12 Juli 1975. Dia bersekolah di SDN 030 Tapango Polman Sulbar (1986), SMP Tridarma Tapango Polman Sulbar (1990), SMU 1 Polewali Polman Sulbar (1993) dan S1 Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin (2001).

Saat bersekolah di SMP Tridarma (sebelum pindah dari SMP 1 Wonomulyo), setahun lamanya Asri Anas harus jalan kaki sejauh 7 km ke sekolah. Kegigihannya menuntut pendidikan berbuah manis. Bahkan dialah satu-satunya alumni sekolah SMP Tridarma yang bisa sarjana, yang saat itu berhasil diterima di Universitas Hasanuddin (1993) melalui program beasiswa bebas tes.

Kedua orang tuanya, Muhamad Anas dan Hajinah, menggambarkan Asri Anas sebagai anak yang sangat rajin dan berbakti. Sejak kecil selalu ingin jadi pemimpin untuk bisa membantu orang lain. “Sampai sekarang pun bila Asri Anas hendak pergi dan datang, ia pasti mencium tangan kami sebagai orang tuanya,” ucap kedua orang tuanya bangga.

Asri Anas merintis karier politiknya dari kampus. Dia pernah terpilih sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Sastra Unhas melalui pemilihan langsung, dan menjadi Ketua Presidium Senat Mahasiswa Se-Sulawesi.

Selain aktif di kampus, Asri Anas juga menonjol di organisasi eksternal, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia pernah dipercaya sebagai Ketua HMI Cabang Makassar. Beragam jabatan bergengsi dalam berbagai organisasi ia raih antara lain di KNPI, KOSGORO, ICMI, KADIN, HIPMI, BKPRMI, PSSI, ARDIN, dan HKTI.

Mahasiswa teladan yang pernah menyabet juara Debat Mahasiswa ASEAN Young di Malaysia tahun 1996, ini mulai meniti karier di LSM sebagai staff pada FIK-LSM Sulawesi Selatan (1998-1999), Manajer Program YAPPIKA-FIK (1999-2000) dan Manajer Program USAID FIK (2000-2001). Dia kemudian bekerja di perusahaan swasta sebagai Direktur Marketing (2001-2002) dan Direktur HRD (2002-2004) di PT. Trikarsa Putra Buana-Perkasa. Terhitung sejak tahun 2002, dia menjabat posisi tertinggi di perusahaan yakni Direktur Utama PERUSDA Polman Sulbar (2004-2006), Direktur Utama AZ Corp (2003-2009) dan Komisaris PT. Global Komunikasi Indonesia (2009-sekarang).

Pada tahun 2009 di usia ke-34 tahun, Asri Anas berhasil melenggang ke Senayan sebagai senator dapil Sulawesi Barat yang meliputi Polewali Mandar, Majene, Mamuju, Mamuju Utara, dan Mamasa. Saat itu, Asri Anas diharapkan bisa menjawab sejumlah masalah dan tantangan yang dihadapi Sulbar seperti lepasnya lere-lerekang, masalah pembangunan yang belum maksimal, dan sebagainya.

Pria yang kemudian bergabung dengan Partai Amanat Nasional (Ketua DPW PAN Sulawesi Barat, Mei 2018), ini dikenal aktif dalam berbagai forum yang bertujuan memperkuat posisi dan kualitas serta memperjuangkan kepentingan daerah. Antara lain, forum daerah penghasil pangan, forum nasional dan internasional MDGS, forum infrastruktur nasional dan internasional, forum kerjasama parlemen, forum pengembangan kawasan, forum global warming, forum pertambangan dan berbagai forum nasional dan internasional dalam bidang kelautan, pertanian, perikanan.

Asri Anas dipercaya sebagai Ketua Tim Kerja pembahasan RUU Tata Informasi Geo spasial Nasional, yang bertujuan untuk pengembangan dan perencanaan tata ruang nasional dan menjaga sinergitas tata ruang wilayah dan nasional. Ia bertekad mendorong percepatan pembuatan tata ruang Sulbar dan perencanaan tata ruang yang mengedepankan kepentingan masyarakat Sulbar. Sementara itu dalam pembahasan RUU tentang jalan, ia mengusulkan adanya prioritas pembangunan jalan dan jembatan pasca bencana alam di Polewali Mandar serta pemberian prioritas pembangunan jalan provinsi untuk Sulbar.

Dedikasinya sebagai anggota DPD dihargai lewat penghargaan “Best Senator 2017” di ajang Obsession Awards 2017 yang digelar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan (30/3/2017).

Asri Anas menikah dengan A. Ice Fadriani Nur, SE, AK yang merupakan putri bungsu dari Drs. H. Nur Tahir, mantan Bupati Sinjai dan Direktur APDN Pertama di Sulawesi Selatan. Asri Anas memiliki 3 orang anak dari hasil pernikahannya dengan almarhum A. Ice Fadriani Nur yang semasa hidupnya dikenal pernah menjadi Pembantu Gubernur wilayah IV Meliputi Mamuju, Polewali Mandar, dan Majene.

Setelah setahun lebih menduda, pemilik kafe De Mahogany yang berlokasi di Depok, Jawa Barat ini menikah lagi dengan Andi Ricka Novianti pada 8 Februari 2016 di Masjid Kubah Emas Depok. Ricka wanita keturunan Padang dan Pontianak ini menjabat sebagai staf ahli di MPR RI. Dari pernikahan ini, Asri Anas dikaruniai satu orang putra. Bio TokohIndonesia.com | cid, red

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here