Ingin Memperkuat Potensi Sulbar

[ Iskandar Muda Baharuddin Lopa ]
 
0
138
Iskandar Muda Baharuddin Lopa
Iskandar Muda Baharuddin Lopa

Dua periode (2009-2014, 2014-2019) menjadi anggota DPD RI dapil Sulawesi Barat rupanya dirasa belum cukup untuk memperkuat potensi Sulbar sehingga putra pendekar hukum Indonesia, Baharuddin Lopa ini kembali mendaftar sebagai calon anggota DPD RI untuk periode ketiga pada Pemilu 2019.

Didampingi sejumlah simpatisannya, Iskandar Muda menjadi pendaftar ke-33 tiba di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar (11/7/2018) tepat pukul 23.00 Wita. Ia menjelaskan, alasan maju kembali sebagai anggota DPD RI Dapil Sulbar sebagai bentuk keinginan untuk bisa lebih optimal dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Sulbar. “Ternyata hingga hari ini, secara faktual daerah tercinta kita ini masih mengalami ketertinggalan di berbagai aspek dan dimensi. Sehingga saya termotivasi kembali maju, mudah-mudahan dapat meneruskan apa yang sudah kami lakukan selama ini,” kata ayah lima anak ini.

Pria kelahiran Makassar, 19 Agustus 1961 ini sempat hidup berpindah-pindah mengikuti penugasan sang ayah, Baharuddin Lopa. Pendidikan dasar dia tempuh di SD Kartika Chandra Kirana, Banda Aceh (1973). Pendidikan menengah di SMP Negeri 3 Teladan, Pontianak (1976). Pendidikan SMA dan perguruan tinggi dia tempuh di Jakarta, SMA Negeri 6 Bulungan, Jakarta (1979) dan S1 Universitas Muhammadiyah Jakarta (1992).

Saat kuliah tingkat akhir, Iskandar Muda Baharuddin Lopa sudah menjadi karyawan PT. Bank CIMB Niaga Jakarta. Ayah lima orang anak ini menjadi karyawan di bank swasta tersebut selama kurang lebih 19 tahun (1990-2009). Di bank tersebut, Iskandar Muda Baharuddin Lopa sempat menjabat sebagai Appraiser Bank Niaga Wilayah Jakarta (1990-2000) dan Project Manager Pembangunan Kantor Bank Niaga Seluruh Indonesia (2000-2009).

Pekerjaan di perusahaan swasta akhirnya dia tinggalkan setelah berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPD RI pada Pemilu 2009. Kiprahnya sebagai anggota DPD terus berlanjut pada periode 2014-2019 (meraih 48.245 suara pada Pemilu 2014).

Sebagai anggota DPD yang memiliki hak fungsi pengawasan, Iskandar Muda Baharuddin Lopa rutin melakukan evaluasi kinerja dengan bertandang ke berbagai tempat. Salah satunya ke Kabupaten Mamuju (12/01/2017). Kunjungan dia itu diterima oleh Bupati Mamuju, Drs. H. Habsi Wahid, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju, Drs. Muhammad Daud Yahya, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, Rakhmat Thahir dan beberapa pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati tersebut, Pemkab Mamuju menyampaikan sejumlah persoalan terkait Alokasi Dana dari Pusat ke Daerah. Sementara itu, Iskandar Muda mengungkapkan salah tujuan melakukan kunjungan, yakni mendengar aspirasi  dari daerah yang kemudian dijadikan sebagai bahan untuk membuat rekomendasi pertimbangan dalam menentukan kebijakan kepada Pemerintah Pusat. Tak lupa, ia juga menekankan akan terus memperjuangkan Daerah di Pemerintahan Pusat.

Dalam rangka menyerap aspirasi di lingkup masyarakat, Iskandar Muda Baharuddin Lopa, juga rutin menggelar Reses atau Kunjungan Kerja. Salah satunya adalah kunjungan ke Kantor Desa Bambu, Kabupaten Mamuju, (3/11/2017). Kegiatan tersebut dihadiri kepada desa dan sekitar 50 anggota masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Iskandar Muda Baharuddin Lopa menemukan dua masalah pokok yakni infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. “Ini yang harus dilihat oleh pemerintah daerah maupun pusat bahwa masyarakat di desa termasuk Sulbar ini yang nota bene masih tertinggal itu butuh pelatihan sumber daya manusia dan ini yang bisa kita jembatani ke pusat,” tutupnya.

Pada Februari 2018, Iskandar Muda Baharuddin Lopa melakukan kunjungan ke beberapa daerah diantaranya ke Pulau Tae Manuk. Dia melihat potensi wisata yang besar di pulau itu. “Saya yakin kalau pulau ini kita kelola, tak kalah dengan wisata yang ada di Sulbar dan juga wisata yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Dia menuturkan, Dinas Pariwisata kabupaten dan provinsi mesti membangun objek wisata tersebut sehingga bisa menambah Penghasilan Asli Daerah (PAD) sekaligus penghasilan masyarakat setempat. “Insya Allah saya akan mengusulkan penganggaran ke Kementerian Pariwisata di pusat,” ungkapnya.

Anggota komite IV DPD-RI ini menikah dengan Andi Wahida dan memiliki rumah di Jl. Poros Majene No 7, Pappang Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Bio TokohIndonesia.com | cid, red

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here