Tidak Mengutamakan Imbalan

[ I Kadek Arimbawa ]
 
0
122
I Kadek Arimbawa
I Kadek Arimbawa

Seniman I Kadek Arimbawa alias Lolak sudah dua periode menjadi anggota DPD-RI dapil Bali (2009-2014, 2014-2019). Usaha dan konsistensinya dalam melestarikan seni budaya di Bali menjadi sebuah senjata ampuh dalam meraih simpati dari masyarakat Bali. Pada Pemilu 2019, dia akan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Hanura sementara sang istri, Dek Ulik, maju sebagai calon anggota DPD.

Suami dari penyanyi yang kerap melantunkan lagu-lagu pop Bali, Ni Made Suastini (Dek Ulik) ini merupakan satu-satunya dari empat anggota DPD RI pemilihan Bali yang kembali lolos pada Pemilu 2014. Ketiga rekannya gagal mempertahankan kursi senator di Jakarta setelah perolehan suaranya lebih rendah daripada beberapa calon lain. Dia berhasil mendapatkan 161.607 suara dan menempatkannya sebagai peraih suara terbanyak kedua.

Berdasarkan hasil rekapitulasi untuk perolehan suara calon anggota DPD Dapil Bali, empat orang yang lolos atau meraih suara terbanyak, yakni I GN Arya Wedakarna M Wedasteraputra S (178.934 suara), I Kadek Arimbawa (161.607), Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi (150.288) dan Gede Pasek Suardika (132.887 suara). Sementara tiga senator petahana lain yang gagal melenggang ke Senayan adalah IGN Alit Kelakan hanya meraih 124.446 suara, Nengah Wiratha (69.725), dan Wayan Sudirta (95.209 suara).

Tiga wajah baru yang mewakili Bali ke DPD RI 2014-2019 merupakan tokoh-tokoh parpol, yakni Oka Ratmadi (Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Bali sekaligus Ketua DPRD Bali), Gede Pasek Suardika (Partai Demokrat – sekarang pindah ke Partai Hanura dan mantan Ketua Komisi III DPR), dan Arya Wedakarna (mantan Ketua DPD PNI Marhaenisme Bali).

Sementara pada Pileg 2009, Lolak untuk kali pertama lolos ke DPD RI Dapil Bali 2009-2014. Kala itu, dia lolos bersama Wayan Sudirta, Nengah Wiratha, dan I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan.

Pria kelahiran Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung 31 Desember 1976 ini awalnya diragukan mampu menjadi anggota DPD mewakili Bali. Pasalnya, ayah tiga anak itu bukan aktivis politik dan hanya dikenal sebagai seniman bondres, yakni kesenian tradisional di Bali yang menampilkan tokoh-tokoh lucu menggunakan topeng dengan pakaian tradisional Bali.

Dia sering tampil di panggung pedesaan, dan siaran televisi lokal dengan menyuguhkan humor lokal. Selain itu, penampilannya unik dengan gaya rambut di sisir ke atas dengan warna keemasan, dan pakaian mirip anak punk.

Kariernya sebagai pelawak dimulai saat bergabung dalam Paguyuban Lawak Bali. Namanya sempat mencuat ke permukaan hingga dikenal secara meluas karena Lolak tidak terlalu memikirkan imbalan atau honor.

Pria yang sempat mengelola rumah rekaman dan penyewaan pengeras suara (sound system) ini, sering tampil melawak secara cuma-cuma untuk pengumpulan dana bagi penyelesaian pembangunan Pura atau balai banjar di suatu desa. Panitia akan mendapatkan dana dengan menarik tiket masuk kepada setiap warga yang datang menonton. “Meskipun panitia dari segi bisnis telah meraih keuntungan yang besar atas suksesnya pementasan, namun saya tidak minta honor maupun sewa dari alat pengeras suara yang saya bawa sendiri, sehubungan hasil penggalian dana itu untuk kegiatan yang mulia dan luhur,” tutur Lolak.

Ia menyadari tidak memiliki dana untuk bisa membantu panitia dan masyarakat dalam menyelesaikan pembangunan yang digarap warga desa secara bergotong royong. “Dana saya tidak ada, tapi dengan keahlian pentas saya bisa membantu warga menyelesaikan pembangunan pura,” ucapnya.

Berkat aktivitas sosial yang selama ini dilakukan tampaknya warga bersimpati dengan memberikan dukungan suara pada Pemilu, di samping Lolak telah terbukti selama lima tahun menjadi anggota DPD RI periode 2009-2014. Adanya ikatan emosional itulah yang kemudian mengantarkan Kadek Arimbawa mampu bertengger pada urutan kedua besar perolehan suara DPD-RI asal Bali pada Pemilu 2014.

Dalam meraih simpati masyarakat, Lolak mengaku tidak menghambur-hamburkan uang maupun membentuk tim sukses tersendiri, seperti yang dilakukan kebanyakan caleg yang lain. Meski tidak memiliki dana bansos di DPD RI, ia tetap mengandalkan gajinya untuk membiayai program yayasan. Lewat kegiatan itu pula, Lolak menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di desa-desa seluruh Bali. Lolak telah membuktikan bahwa seni juga menjadi sebuah media yang sangat efektif dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

Menurut Lolak, ketika dirinya terpilih kedua kalinya sebagai anggota DPD RI, dia tidak mungkin maju untuk ketiga kalinya di Pemilu 2019. Karena itu, ia sudah mempersiapkan istrinya, Dek Ulik sejak 2014. Caranya, setiap ada undangan ke yayasan keseniannya untuk ngayah di masyarakat, Dek Ulik yang ia minta untuk hadir, agar lebih dikenal oleh masyarakat. Selain itu, Dek Ulik juga sudah pernah menimba pengalaman dalam pemilu dengan maju tarung sebagai caleg DPRD Bali dari PDIP Dapil Gianyar dalam Pileg 2014 (berhasil mengumpulkan 5.600 suara). Dek Ulik mendaftar sebagai bakal calon anggota DPD dengan menyetorkan dokumen syarat dukungan sebanyak 6.204 ke KPU Provinsi Bali di hari terakhir, Kamis (26/4/2018).

Sementara Kadek Lolak Arimbawa, mengikuti jejak rekannya sesama kader Hanura, Gede Pasek Suardika, banting haluan maju tarung ke DPR RI Dapil Bali dalam Pileg 2019 mendatang. Lolak yang kini menjabat Korwil Bali DPP Hanura, menegaskan Dek Ulik mencalonkan diri ke DPD RI Dapil Bali tanpa ada paksaan dari siapa pun, termasuk dirinya. “Semangat istri saya untuk menjadi anggota DPD RI ya untuk melanjutkan program pelestari budaya Bali seperti yang saya lakoni selama ini. Nanti kan nyambung. Kalau saya terpilih jadi angggota DPR RI, saya bisa perjuangkan karena di DPR pegang fungsi budgetting,” kata Senator asal Desa Kamasan, Kecamatan ini, sebagaimana dikutip dari nusabali.com. Bio TokohIndonesia.com | cid, red

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here