Penulis Novel Roman Terpopuler

Sebagai penulis novel roman yang paling populer dan produktif pada zamannya, ia telah menerbitkan 128 cerita pendek dan 67 buku (untuk anak-anak, novel serta kumpulan cerpen). Banyak penulis kemudian bermunculan mengikuti jejaknya menulis novel-novel manis.

Mantan Pemred Monitor

Mantan Pemimpin Redaksi Tabloid Monitor ini bercita-cita jadi dokter, tapi ekonomi keluarga tak memungkinkan membiayai Sarwendo (demikian nama dari orang tuanya) masuk fakultas kedokteran. Ayahnya, pegawai balai kota Surakarta, sudah meninggal ketika Arswendo duduk di bangku sekolah dasar. Ibunya, meninggal pada 1965. Arswendo pun yatim piatu di usia 17 tahun, ketika masih duduk di bangku SMA.

Menteri Keuangan Terbaik 1989

Menteri Keuangan Republik Indonesia Prof. Dr. JB Sumarlin menerima penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik tahun 1989. Penghargaan sebagai “Finance Minister of  The Year 1989” dianugerahkan Majalah Euromoney pada pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional di Washington, Senin 25/9/89.

Pakar Sosiologi Kesehatan

Prof. Dr. Kamanto Sunarto,SH lahir di Purwodadi-Grobogan, Jawa Tengah, 3 Juli 1941, pakar dalam bidang Sosiologi Kesehatan. Guru Besar Departemen Sosiologi FISIP-UI, ini memperoleh gelar Sarjana Hukum dari fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan UI (1966) dan gelar gelar Ph.D dari department of Education, Social Science Division, University of Chicago (1980).

Pembaku dan Perawat Bahasa Indonesia

Guru Besar Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya) Universitas Indonesia yang juga salah satu pendiri Yayasan Atma Jaya ini merupakan bidan utama kelahiran Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) tahun 1972, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988), dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988).

Si Abang, Advokat Lokomotif Demokrasi

Mantan jaksa yang menjadi advokat handal ini sejak kecil sudah kelihatan berbakat aktivis. Pernah menjadi anggota DPR/MPR tapi direcall. Sempat menganggur satu tahun sebelum membuka kantor pengacara (advokat) dan membentuk Lembaga Bantuan Hukum Jakarta yang kemudian menjadi YLBHI dan dikenal sebagai lokomotif demokrasi.
Zaenal Soedjais

Doktor Kebijakan Pupuk Nasional

Perjalanan hidup Dr. Zaenal Soedjais diwarnai perhatiannya yang besar terhadap pupuk. CEO bermata elang berlatar akuntan ini meniti karier dalam dunia pupuk nasional. Mantan Ketua Umum Dewan Pupuk Indonesia (DPI),dan Ketua Umum Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) ini juga meraih gelar doktor dalam kebijakan pupuk nasional.
Subrata

Obsesi Melestarikan Budaya

Dia bukan hanya seorang eksekutif dan birokrat, tetapi juga seniman. Maka di dalam setiap langkahnya, dia tidak melupakan pendekatan budaya. Selama ini, orang barangkali melihatnya hanya dari jabatan formalnya. Padahal di balik itu, alumni Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Sosial Politik, UGM, Yogyakarta, ini adalah seorang seniman dan penimba ilmu yang tidak kenal lelah yang selalu berusaha memperjuangkan kelestarian seni budaya bangsa.

Penjemput Pasar Masa Depan

Putera Sampoerna, mengguncang dunia bisnis Indonesia dengan menjual seluruh saham keluarganya di PT HM Sampoerna senilai Rp18,5 triliun, pada saat kinerjanya baik. Generasi ketiga keluarga Sampoerna yang belakangan bertindak sebagai CEO Sampoerna Strategic, ini memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan.

Maestro Keroncong Bengawan Solo

Dia dijuluki maestro keroncong Indonesia. Gesang yang bernama lengkap Gesang Martohartono, pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917, seorang penyanyi dan pencipta lagu keroncong ternama. Namanya melegenda terutama berkat lagu Bengawan Solo ciptaannya. Sebuah lagu keroncong yang menyeberangi lautan. Lagu yang amat terkenal di Indonesia dan wilayah Asia lainnya, terutama di Jepang.
Advertisement
Pre-Order Buku Hita Batak A Cultural Strategy

Terbaru

Misi Doloksanggul dan Sekitarnya

Misionaris Willhelm Herling adalah Sisuanbulu Misi Kristen di Doloksanggul dan sekitarnya (2 Mei 1904), ketika Doloksanggul (Humbang Hasundutan dan Pakpak Dairi) masih wilayah Tanah...

Vaksin Rohani

Api Pandemi

Advertisement

Follow Us on Facebook

26,568FansSuka