BIOGRAFI TERBARU

Continue to the category
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Coba gunakan kata kunci lain bila Anda merasa kurang puas dengan hasil pencarian.
25.4 C
Jakarta
Populer Hari Ini
Populer Minggu Ini
Populer (All Time)

Hasil Pencarian: KPK

Coba gunakan kata kunci lain bila Anda merasa kurang puas dengan hasil pencarian.

Andy A Sampurna Jaya

H. Andy Achmad Sampurna Jaya, Bupati Lampung Tengah (2001-2005) / Tokoh Pemersatu dari Tanah Melayu | 2 Sept 1949 | Direktori | A | Laki-laki, Islam, Lampung, Bupati, DPR, PARSI, IPSI

Amien Sunaryadi

Amien Sunaryadi, Ak, MPA, CISA, Mantan Pimpinan KPK / Dari BPKP dan MTI ke KPK | 23 Jan 1960 | Ensiklopedi | A | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, Akuntan, KPK

Erry Riyana Hardjapamekas

Erry Riyana Hardjapamekas, Mantan Wakil Ketua KPK / Demi KPK, Lepas Semua Jabatan | 5 Sept 1949 | Ensiklopedi | E | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, Unpad, KADIN, Dirut, komisaris, KPK

Taufiequrachman Ruki

Irjen (Purn) Drs H Taufiequrachman Ruki, SH, Ketua KPK (2003-2007) / Nakhoda KPK Pertama | 18 Mei 1946 | Ensiklopedi | T | Laki-laki, Islam, Banten, DPR, MPR, polisi, Polri, KPK, Akpol, antikorupsi, KPK Jilid I

Tumpak Hatorangan

Tumpak Hatorangan Panggabean, SH, Plt Ketua KPK (2009-2010) / Sangat Ditakuti Para Koruptor | 29 Jul 1943 | Direktori | T | Laki-laki, Kristen Protestan, Kalimantan Barat, jaksa, KPK, Pos Indonesia

Sangat Ditakuti Para Koruptor

Tumpak Hatorangan Panggabean, pria berdarah Batak kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat, 29 Juli 1943, sangat ditakuti para koruptor. Dia berbicara tegas dan apa adanya. Dia terkesan tidak kenal kompromi. Sebelum terpilih menjadi Wakil Ketua KPK, lulusan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Pontianak, ini selama 30 tahun berkarier di Kejaksaan RI.

Berawal dari Pendidikan Moral

Dibesarkan dan dididik dalam keluarga santri, Abdul Khaliq Ahmad ingin menjadi orang yang bermakna dan bermanfaat bagi orang lain. Mantan guru asal Cirebon kelahiran Jakarta 8 Agustus 1961 ini sama sekali tidak pernah menyangka akan duduk dalam kursi parlemen mewakili PPP dan PKB hingga menjadi Sekjen PKB (Partai kebangkaitan Bangsa) yang kemudian menjadi Pekade (Partai Kejayaan Demokrasi) tahun 2003. Di dunia politik ia banyak berkecimpung dalam merumuskan pola dan sistem pendidikan dan pelatihan kader partai serta mengimplementasikannya hingga ke daerah-daerah.

Imam Prasodjo

Imam Budidarmawan Prasodjo, Dosen Sosiologi FISIP UI / Sosiolog yang Dikira Sombong | 15 Feb 1960 | Direktori | I | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Dosen, UI, sosiolog, KPU, Manhattan

Kriminolog yang Ikut Mendirikan Kontras

Hampir dua dasawarsa, Anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum) Drs Mulyana W Kusumah, ini menjadi tenaga pengajar di FISIP UI. Tak hanya UI, sarjana kriminologi, ini juga mengajar di perguruan tinggi swasta, antara lain Universitas Pancasila, Jakarta maupun Universitas Ibnu Khaldun, Bogor. Namun pekerjaan tetap laki laki berperawakan kecil ini, seolah ditelan oleh aktivitas di luar kampus yang sangat padat. Dia tersandung masalah korupsi di KPU.

Advokat Pembela Rakyat

Bermodalkan semangat yang selalu dipompakan Sang Ayah sejak menduduki bangku SMA, sejak 1973 Agustin Teras Narang memantapkan hati memasuki bangku kuliah Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH-UKI), Jakarta. Ia, sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan dasar di SD Kristen Banjarmasin (1967), SMP Bruder Banjarmasin (1970), dan menamatkan pendidikan SLTA di SMAN 1 Banjarmasin (1970-1973).

Politisi Penurut yang Teguh Prinsip

Seorang politisi yang 'penurut' tapi teguh dalam prinsip. Dia tergolong politisi yang licin, akomodatif dan tenang tapi kadang-kala meledak. Jiwa kebangsaannya telah terpatri sejak masa belia. Keteguhan prinsip dan jiwa kebangsaan telah mengantarkannya ke jenjang karir politik sebagai Menteri Pertahanan (2001-2004).

Merasa Jadi Selebritis

Entah berkah entah pula musibah, yang jelas kasus Tommy Soeharto telah melambungkan nama Antasari Azhar, ketika menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Tak heran, kalau setiap kali ia berada di tempat umum, orang-orang langsung menatapnya sambil berbisik-bisik. Sebenarnya, ia merasa risi juga. Namun apa mau dikata. "Saya merasa menjadi selebritis," guyon Antasari.