Sultan terakhir kesultanan Siak ini dengan lantang menolak tunduk pada Belanda dan Jepang. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, dia sangat total dalam mendukung terbentuknya RI. Dia menyatakan Kerajaan Siak sebagai bagian dari wilayah RI dan menyumbang hampir seluruh harta kekayaannya untuk pemerintah RI. Sehingga di akhir hayatnya, sultan berdarah Melayu ini tidak lagi memiliki apa-apa untuk diwariskan.
Izaak Huru Doko, Pahlawan Nasional / Pahlawan Nasional Asal NTT Pertama | 20 Nov 1913 - 29 Jul 1985 | Pahlawan | I | Laki-laki, Kristen Protestan, Nusa Tenggara Timur, Pahlawan, kemerdekaan, NTT, NKRI, kupang
Opu Daeng Risaju, Aktivis PSII, Pahlawan Nasional / Teguh Melawan Penjajah | 1880 - 10 Feb 1964 | Pahlawan | O | Perempuan, Islam, Sulawesi Selatan, Pahlawan, Pejuang, Bangsawan, Perempuan, PSII
Tatkala Kerajaan Luwu memilih tunduk pada Belanda, Opu Daeng Risaju lebih memilih kehilangan gelar kebangsawanannya dan tetap pada pendirian menentang penjajahan. Aktivis Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) ini ditangkap dan ditahan berulang kali bahkan disiksa hingga tuli.
Laksamana Raden Eddy Martadinata, Panglima Angkatan Laut ke-4, Pahlawan Nasional / Panglima Angkatan Laut ke-4 | 29 Mar 1921 - 6 Okt 1966 | Pahlawan | R | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, Pahlawan, pendiri, laksamana, angkatan laut, ALRI, konflik internal
Salah satu pendiri Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) ini sudah dipercaya menjadi Pejabat Kepala Staf ALRI pada usia 38 tahun. Selama bertugas, ia banyak berkecimpung di dunia pendidikan dengan mendirikan sekolah Angkatan Laut (SAL) di Kalibakung, Tegal dan Kepala Pendidikan dan Latihan di Sarangan, Magetan. Ia pernah menjadi Wakil Kepala Staf AL Daerah Aceh, Kepala Staf Komando Daerah Maritim Surabaya, Komandan KRI Hang Tuah, dan Dubes RI untuk Pakistan. Jabatannya sebagai Menteri/Panglima Angkatan Laut dicopot karena sikapnya yang mengutuk keras pemberontakan G30S/PKI.
Prof. Dr. Wilhelmus Zakaria Johannes, Dokter Ahli Radiologi, Pahlawan Kemerdekaan Nasional / Orang Indonesia Pertama Ahli Radiologi | 1895 - 4 Sept 1952 | Pahlawan | W | Laki-laki, Kristen Protestan, Nusa Tenggara Timur, Pahlawan, dokter, pelopor, radiologi
Prof. Dr. Wilhelmus Zakaria Johannes menjadi dokter Indonesia pertama yang mempelajari ilmu radiologi di Belanda dan menjadi ahli rontgen pertama yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu kedokteran di Indonesia. Guru besar radiologi yang pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini meninggal di Belanda saat menjalankan tugas membangun kembali Universitas Indonesia yang terlantar selama Perang Kemerdekaan.
Prof. Dr. Hazairin, SH, Pakar Hukum Adat, Guru Besar, Pahlawan Nasional / Pakar Hukum Adat Kebanggaan Bengkulu | 28 Nov 1906 - 11 Des 1975 | Pahlawan | H | Laki-laki, Islam, Sumatera Barat, Pahlawan, Guru Besar, Dosen, hukum, pakar, bengkulu
Semasa hidup, Prof. Dr. Hazairin, SH dikenal sebagai pakar hukum adat yang produktif. Ia pernah ikut bergerilya untuk mempertahankan kemerdekaan, menjadi dosen dan Guru Besar di sejumlah universitas, menulis banyak buku, dan turut serta melakukan pembinaan hukum nasional. Dalam dunia politik, ia pernah mendirikan partai dan menjadi Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo I.
Ia mengerahkan anggota Barisan Pelopor untuk mengamankan pelaksanaan acara pembacaan teks proklamasi di Pegangsaan Timur, membentuk Barisan Pelopor Istimewa sebagai pengawal pribadi Presiden Soekarno dan membentuk Gerakan Rakyat Revolusioner (GRR) untuk melawan aksi-aksi antipemerintah yang dilakukan oleh PKI. Perjuangannya terhenti setelah dia diculik dan dibunuh oleh PKI. Hingga kini, jasad dan makamnya tak tahu entah di mana.