Prof. Dr. Wilhelmus Zakaria Johannes menjadi dokter Indonesia pertama yang mempelajari ilmu radiologi di Belanda dan menjadi ahli rontgen pertama yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu kedokteran di Indonesia. Guru besar radiologi yang pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini meninggal di Belanda saat menjalankan tugas membangun kembali Universitas Indonesia yang terlantar selama Perang Kemerdekaan.
Prof. Dr. Hazairin, SH, Pakar Hukum Adat, Guru Besar, Pahlawan Nasional / Pakar Hukum Adat Kebanggaan Bengkulu | 28 Nov 1906 - 11 Des 1975 | Pahlawan | H | Laki-laki, Islam, Sumatera Barat, Pahlawan, Guru Besar, Dosen, hukum, pakar, bengkulu
Semasa hidup, Prof. Dr. Hazairin, SH dikenal sebagai pakar hukum adat yang produktif. Ia pernah ikut bergerilya untuk mempertahankan kemerdekaan, menjadi dosen dan Guru Besar di sejumlah universitas, menulis banyak buku, dan turut serta melakukan pembinaan hukum nasional. Dalam dunia politik, ia pernah mendirikan partai dan menjadi Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo I.
Ia mengerahkan anggota Barisan Pelopor untuk mengamankan pelaksanaan acara pembacaan teks proklamasi di Pegangsaan Timur, membentuk Barisan Pelopor Istimewa sebagai pengawal pribadi Presiden Soekarno dan membentuk Gerakan Rakyat Revolusioner (GRR) untuk melawan aksi-aksi antipemerintah yang dilakukan oleh PKI. Perjuangannya terhenti setelah dia diculik dan dibunuh oleh PKI. Hingga kini, jasad dan makamnya tak tahu entah di mana.
Syekh Yusuf Tajul Khalwati, Pahlawan Nasional / Giat Syiarkan Islam di Pembuangan | 3 Jul 1626 - 23 Mei 1699 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Sulawesi Selatan, Pahlawan, Pejuang, belanda, dakwah, penjajah, pembuangan
Menantu Sultan Ageng Tirtayasa ini pernah dibuang ke Sri Langka dan Afrika Selatan karena perjuangannya melawan penjajah Belanda. Selama di pembuangan, pahlawan pejuang kemerdekaan ini giat menyebarkan ajaran Islam.
Tidak banyak atlet bulu tangkis yang bisa meraih dua gelar juara sekaligus dalam sebuah kompetisi. Di Indonesia, prestasi itu pernah diraih seorang atlet serba bisa era 70-an, Imelda Wigoena dengan menjuarai ganda putri dan ganda campuran di All England 1979.
Ir. Tri Rismaharini, MT, akrab dipanggil Risma, selama lima tahun memimpin kota metropolitan Surabaya, sejak 28 September 2010 hingga 28 September 2015, berhasil mengukir berbagai prestasi yang mendapat apresiasi publik dan dunia. Kecemerlangan prestasi yang mendapat apresiasi publik itu, pantas menempatkannya sebagai Walikota Surabaya terbaik.
Sofyan Basir, Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Puri Cikeas yang juga menjabat Direktur Utama BRI (2005-2014) diangkat menjadi Direktur Utama PLN. Bankir kelahiran Bogor, 2 Mei 1958, itu disebut Seknas Jokowi sebagai 'Kasir Cikeas' dan pernah diduga terlibat kasus korupsi alat pengering gabah.1] Namun hal itu tidak menghalangi pemerintahan Presiden Jokowi memilihnya menjadi Dirut PLN dalam RUPS PLN 23 Desember 2014.
Catatan: Ch. Robin Simanullang | Pada Pemilu 2014, akankah muncul pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yang negarawan? Dari sederet nama tokoh yang telah digadang-gadang dan ditimang-timang bakal menjadi Capres dan Cawapres oleh berbagai elemen, terutama oleh partai politik peserta Pemilu 2014, siapakah di antara mereka yang memiliki integritas negarawan?
Ir. Tri Rismaharini, MT, akrab dipanggil Risma, kelahiran Kediri, Jawa Timur, Senin, 20 November 1961. Seorang walikota, pemimpin perempuan, yang fenomenal. Perempuan pertama yang menjabat Walikota Surabaya (2010-2015) itu tidak hanya mengagumkan bagi warga Surabaya dan rakyat Indonesia, tetapi juga diapresiasi dunia (The City Mayors Foundation - Citymayors.com) sebagai walikota terbaik dunia 2014.